Showing posts with label tears. Show all posts
Showing posts with label tears. Show all posts

03 September 2015

Unconditionally



I miss this song.
I miss you.

19 December 2014

The World Without You

The world without you, would be empty.
I would feel lost.
Everything will be black and white only.

The world without you, would be like a cup of Earl Grey tea with sugar.
I can't bear it because it's the worst thing that ever happened to me.
The world without you, would be the least thing I want.
Because it would not be the same anymore.
It would be so dark,
and loony.

Sleepless days,
teary nights,
snorting nose..

The world without you,
I won't even bother to think about it.

02 June 2014

Long Drive


Long drive, long night
The best night of my life
With you riding, your hand on my hand. 

The thought of arriving, kind of feels like dying.
I don’t want to go home and be alone.
Could we stay out?
Could you drive a little slower, don’t matter where we’re going,
As long as I’m with you.. We could take the long way.

Chevy Nova, front seat, sofa, getting closer to you.
Drive a little slower don’t matter where we’re going, 
As long as I’m with you, we could take the long way.
Drive a little slower, not ready to go home,
I’d rather stay with you.
We could take the long way to the country out of town.
Let’s get lost; I don’t wanna be found.
Let’s get away, now and be careful not to crash.
There’s no defrost and we’re steaming the glass.
You and the road have a generous shoulder
We can pull over and say we took the long way.
Headlights, not strobe lights.
I can see you, but not quite. 
I can feel you inside; the timing is just right.
For the moment, I don’t want to go home.
Take the long way.

Drive a little slower; don’t matter where we’re going.
Drive a little slower; don’t matter where we going now.
Drive a little slower; not ready to go home.
I’d rather stay with you.
We can take the long way.

Long drive, long night, 
The best night of my life.
***

This song reminds me a lot to us; keseharian kita. Apa yang kita lakukan selama perjalanan pergi ataupun pulang kantor. Tentang saya yang selalu sangat excited setiap membaca pesan darimu yang berisi 3 huruf sakti bertuliskan "Otw". 

Saya selalu tidak sabar untuk bertemu kamu di pagi hari. Melihat laki-laki kesayangan saya melengkungkan senyum terbaiknya yang beriringan dengan kalimat pembuka favorit saya, "Pagi, sayang". And yes, of course those morning kisses. Siapa yang tidak jatuh cinta dengan caramu mencinta, Sayang?

Saya selalu tidak sabar untuk bertemu kamu setelah waktu bekerja selesai. Kamu yang selalu menjemput saya ke gedung setinggi 29 lantai ini, untuk mendengar ceritamu tentang harimu, untuk akhirnya kembali memanjakan indera penciuman saya dengan wangi parfummu, untuk memijat kepalamu yang entah mengapa selalu membuat saya mengantuk. Yang dipijat siapa, yang rileks sendiri siapa. Gimana sih, Anita.

Saya sebenarnya tidak terlalu suka dengan cara kamu berkendara. Laju mobilmu terlalu cepat, sayang. Jangan membuat kita jadi cepat sampai tujuan. Jangan membuat saya harus kembali termakan rindu, jangan menyiksa saya seperti itu..Because after all those 24 hours I have in a day, my favourite moment is everytime I'm with you. 

I love you, B. Don't ever let me go, because I still want to stay..

Yours,
A.

17 March 2014

Dedication.

pic source

4 days ago, was the world's kidney day.
And I, as you all know, have very sensitive hearing sense for the word "Kidney".
Because I lost 2 men that I love so much who are suffering one common disease:
Kidney Failure.
And those men, are my grandfather and boyfriend.

Two different persons, one heart broken: Mine.

24 December 2013

My Christmas Present: Good friends.

Jadi, di hari Minggu kemarin yang MMGG a.k.a Mendung-Mendung Gimanaaa Gitu, saya baru bangun langsung mandi dan makan siang. Ya, sungguh berfaedah sekali awal di hari Minggu saya. Pas lagi makan sama emak dan bapak saya, emak saya bilang, "Ta, tuh ada JNE" sambil nunjuk bingkisan di meja komputer. saya cuman manggut sambil lanjutin makan. Gak bisa, bingkisan itu tidak bisa mendistraksi saya dari makan siang saya yang berupa nasi bakar dan dadar telor!
*burp*
Saya gak excited nerima paketan JNE karena saya tau isinya palingan barang-barang yang saya beli online kemaren dan ada yang seharusnya nyampe kemaren tapi saya tungguin sampe botak diye kagak dateng-dateng. Jadi, berbekal kecewa dengan servis pengantar paket ini (saya bayar ongkir yang mahal supaya bisa nyampenya kemaren dan mereka baru ngasih sekarang? TELAT NYET ITU BARANG GUE BELI BAKAL KADO BUAT TEMEN GUE YANG ULANGTAHUNNYA KEMAREN GUE UDAH KEBURU BELI KADO LAGI GARA-GARA ELU GAK NGANTERIN TEPAT WAKTU! Kadal burik) saya cuekin aja. Sampe akhirnya saya selesai makan, saya baru ambil paket yang dimaksud emak saya. Pas dipegang, lah kok kecil? Perasaan saya pesennya clutch bag, bukan dompet koin. Pas saya lihat lebih teliti, ternyata....

17 April 2013

"Twenty dollah fo' two!"

"Eyy, eyy, Miss! Look, ah! Look! Twenty dollah fo' two! Twenty dollah! Come, come!" Begitu kira-kira laki-laki paruh baya memanggil-manggil saya yang lagi jalan celingukan di pinggiran Bugis Street, Singapore, Maret 2012. Saya menghampiri Opa yang jiwa marketingnya tinggi itu. Ternyata dia jualan jam tangan KW ala-ala. Segala macam merk ada di situ. Calvin Klein, Fossil, Rolex, dan beberapa merk lainnya dari yang saya sering liat di toko sampai yang belum pernah dengar sama sekali.
"Twenty dollah fo' two, ah. Good! Fo' yo' boyfriend!" dia menunjukkan saya beberapa pilihan jam tangan yang berpasangan. Model yang sama dengan ukuran yang berbeda: yang lebih kecil untuk perempuan, yang lebih besar untuk laki-laki. Saya menilik-nilik dengan teliti model mana yang saya sukai. Sempat tertarik kepada sepasang jam tangan Calvin Klein ala-ala berwarna hitam, cuman rasanya kok ya kurang sreg. Kemudian saya memutuskan untuk pergi dari stand itu, sampai akhirnya..
Saya lihat jam tangan di pojokan display dengan gambar bendera dari berbagai macam negara sebagai pengganti angka penanda waktu. Berbahan alumunium dengan design yang simple. Unik sekali. Saya kemudian memberikan Opa itu SGD 20 dan kemudian membawa bungkusan yang berisi sepasang jam tangan unik itu dengan senandung sember penanda excitement yang meluap-luap.

"Lucu juga nih buat pas LDR beda benua", saya ngomong sendiri dalam hati, tentu saja sambil nyengir lebar.

Seminggu setelahnya.
Kami bertemu, dia ke Jakarta hanya sehari untuk keperluan interview Visa C1/D untuk bekerja. Di warung pecel ayam depan kantor saya waktu itu, setelah membasuh tangan seadanya dengan wangi terasi yang masih menempel di kuku, saya berikan kotak yang bikin saya cengar cengir sepanjang jalan kenangan.
"Nih"
"Apa ini?"
"Buka aja"
Dia membuka kotak itu, melihat jam tangan "Twenty dollah fo' two" yang dijual Opa Bugis, memandang mata saya dan tersenyum.
"Terima kasih, ya"
Saya mengangguk, masih cengar cengir, entah ikut senang karena dia suka dengan pemberian saya atau emang saya mabok sambel terasi pecel ayam yang baru saja saya makan.
Malamnya, kami jalan-jalan dan berkumpul dengan beberapa teman, menikmati waktu yang sangat singkat untuk ngobrol dan bersenang-senang.
Ya, bersenang-senang..

Time goes by. LDR SLJJ yang kemudian berubah status menjadi LDR SLI selama 10 bulan dijalani. Up and down, laugh and tears, anger and happiness, kurang lebih sudah dirasakan. Sampai akhirnya, dia pulang. Status LDR pun kembali berubah menjadi LDR SLJJ. Saya senang bukan main. Akhirnya, setelah 10 bulan jadi kambing bengong akan kembali kepada rutinitas menjadi kambing kenyang. Sebentar, kenapa kambing? Kan dia keteknya empat, bau pula. Ah, sudahlah.
Semuanya sudah saya persiapkan. Excitement dan semangat yang sudah menggebu untuk akhirnya bertemu dan bertukar cerita ke satu sama lain sudah dibungkus dengan ciamik untuk akhirnya dibuka dan dibahas. Segala harapan dan bayangan akan hangatnya pelukan juga nyamannya genggaman tangan juga sudah terus berputar di kepala.

Namun, manusia boleh berencana, Tuhan-lah yang maha menentukan..

24 February 2013

I always say that writing is therapeutic.
But this time, I don't think I'm gonna write anything as my own therapy.
I'll be honest.
I'm not okay, and hurt.
And I hope that I'll find the light at the end of the tunnel,
so I can stay strong,
and loved.

Have a great day, readers.

08 November 2012

"Ada, Ma. Tapi Hindu.."

Saya menyayangi kamu dari semua hal yang kamu punya.Kekuranganmu, kelebihanmu, semuanya.
Kamu yang tidak banyak berekspresi, kamu yang cemburuan, kamu yang penyayang, kamu yang pekerja keras, kamu yang keras kepala, kamu baru bangun tidur, kamu sudah mandi, kamu lagi kelaparan...
Rasanya seperti membaca buku. Sebuah buku yang tidak habis-habis lembarannya saya baca. Kalau bisa diberikan judul, mungkin judulnya akan "Ensiklopedia Kadek: Jangan dibaca jika Anda tidak benar-benar menyayanginya". Buku itu akan berisi tentang kamu. Tentang jarak, tentang benua Amerika, tentang perbedaan waktu, tentang apa makanan kesukaanmu, tentang apa yang kamu suka dan tidak suka....
Saya awalnya tidak benar-benar menyayangi kamu.
Saya pikir kita hanya akan berhenti pada batas "Profesional". Tapi semua hal yang kita perbincangkan, dentingan botol bir dan butiran popcorn, logat bicaramu yang sangat kental, kedua bola matamu, ejekan-ejekan khas yang keluar dari mulutmu, kebutuhan untuk menemanimu main futsal, semua mendadak berputar balik menyerang saya dan berbaris rapi menyiapkan amunisi untuk membuat saya benar-benar menyayangi kamu.

31 October 2012

5th and 29th

Halo Jelek, apa kabar?
Saya harap kamu baik-baik dan tenang-tenang saja tanpa gangguan apapun. Saya pun di sini baik-baik saja, walaupun sekarang sedang dilanda batuk Katarina, oh selain badai, batuk juga boleh saya kasih nama, dong? Tidak terasa ya, sudah tahun 2012 saja. Kayaknya baru kemarin kamu ngamuk sama saya karena saya gak mau beliin kamu ikan asin. Kayaknya baru kemarin kamu genggam tangan saya dan meminta maaf untuk segala keegoisanmu, kayaknya baru kemarin saya cium kening kamu untuk terakhir kalinya, setelah membacakan untaian ayat dari surat Yaasin kepada jasadmu yang terpejam.

Jelek,
saya menulis ini bukan karena saya menyesali, bukan mau mengungkit hal-hal buruk yang pernah terjadi, bukan. Tapi ini komitmen saya, untuk menulis tentang kamu setahun sekali, tepat di bulan Oktober. Harusnya saya menulis di hari ke-6 dan ke-27, tapi saya tidak sempat dan mohon maaf sekali baru menulis di hari terakhir Oktober ini.
Jelek,
Saya sangat berharap kamu baik-baik saja. Berharap sakit yang kamu derita waktu itu berbuah manis dan menghadiahkan kamu tempat terindah di sisiNya. Berharap kamu menghirup udara paling harum dari sesak yang mengharuskanmu tidak lepas dari tabung oksigen kemarin. Berharap kamu dapat bergerak sebebas mungkin dari lilitan selang dan alat cuci darah yang sangat mengurangi ruangmu kemarin.

26 October 2012

Kalian pernah marah, semarah-marahnya hingga selama sepersekian detik kalian berharap kalau barang-barang kalian terbuat dari plastik, karena besarnya kemungkinan akan melayangnya benda-benda di depan kalian yang merupakan perbuatan tangan kalian sendiri yang telah melempar semuanya?

Pernahkah kalian merasa sedih, sesedih-sedihnya sehingga kalian berharap kailan memiliki sebuah kekuatan tambahan untuk mencampuri urusan Tuhan untuk memutar balikkan waktu dan tidak menambahkan esensial untuk rasa sedih di dalam sistem tubuh kalian?

Sayangnya,
saya terlalu sedih dan marah untuk meneruskan tulisan ini.
Maaf..

01 October 2012

Quickie

This will be a quick post. Oh you can say that I'm doing a quickie, without condom.
So I found Kadek wrote on his facebook status, "I have so much to say, but you're so far away".
Do you know how does it feel to read such writing?
Failure.
And it hurts me.

A good Monday you're gonna have, people. Please be grateful of what you have, please be thankful of having a good lover who can always be bside you in your upside down. Not the one like me.

29 September 2012

A prove of love and faith

Rabu kemarin, saya makan siang.
Bukan sekedar makan siang biasa, tidak ada sepiring ketoprak dengan telor ceplok di depan saya, melainkan seorang teman. Teman lama, yang tidak akan saya sebutkan siapa dan namanya di sini, for the sake of privacy.

So, let me begin the story.

Siang terik, sekitar jam 2 siang di Sudirman dan sekitarnya. Sinar matahari terasa panas menusuk, setajam tatapan perempuan yang sedang insecure sama pacarnya. Kebetulan dia habis ada panggilan untuk melakukan psikotes di kantor saya untuk kebutuhan recruitment pegawai baru. Setelah memesan es teh manis untuk dia dan es teh tawar untuk saya, kami menyalakan rokok masing-masing (baca: rokok dia yang saya rampok MUAHAHAHAHA), kami memulai pembicaraan. Been a long time since our last conversation. Kalau dirasa-rasa tanpa diraba, kangen juga saya sama kampret yang satu ini.
Kami memulai pembicaraan dengan topik standard: Current life.
Dia menanyakan bagaimana pekerjaan saya yang sekarang, begitu juga dengan saya. Kami saling bertukar cerita, sampai akhirnya..
Dia: Gue kan kemaren sempet juga dipanggil di tempatnya (salah satu nama teman kami)
Saya: (dalem hati: gue udah tau, yang lo gak dateng kan? Gue diceritain sama dia. Monyiong gue sebel sama elo udah dipanggil masih mangkir) He eh, terus?
Dia: Gue nanya sama anak gue.
Saya: *bengong* Nanya apaan? Anaklo kan baru lahir?
Dia: Iya, gue nanya sama dia, "De, besok Ayah ada panggilan nih di tempatnya tante (nama teman kami), kalo menurut kamu Ayah lebih baik dateng, Dede nangis ya. Tapi kalo menurut Dede, sebaiknya Ayah jangan dateng, Dede ketawa aja.." eh terus anak gue ketawa, Ta.
Saya: ....terus lo nggak dateng?
Dia: Nggak, Ta.
Saya: (diam seribu bahasa. Asli, saya sangat merasa bersalah sama si kampret yang rokoknya habis saya rampok ini. Maafin gue, ya. Now you read this, no?)
Dia: Terus pas ada panggilan di tempat elo, gue nanya juga nih ke anak gue..
Saya: Nanya gimana?
Dia: Ya sama. Gue bilang, "De, besok Ayah ada panggilan nih di tempatnya Tante Nita. Kalo menurut Dede,  Ayah sebaiknya jangan dateng, Dede nangis ya. Tapi kalo menurut Dede, Ayah sebaiknya dateng, Dede ketawa, ya".
Saya: Terus?
Dia: Anak gue diem aja, Ta.
Saya: Lah?
Dia: Eh terus gak lama, dia nyengir. Yaudah gue datengin ke tempatlo.

Percakapan tentu tidak berakhir di situ, kami masih ngobrol tapi ngalor ngidul. Memang di antara kami, percakapan serius tidak akan panjang umurnya, ya kayak yang saya tulis di atas tadi :))

04 September 2012

(hampir) Menangis

Siang ini, saya hampir menangis.
Membayangkan kamu di samping saya, membawakan banyaaaak sekali cerita setelah kepulanganmu dari benua seberang sana.
Kemudian kita akan menjadi berdua saja, tanpa ada siapa-siapa.

Kamu, yang berbaring di samping saya, terlihat lelah.
Kulitmu yang menggelap karena terbakar sinar matahari, namun ototmu yang lebih kencang. Kerja kerasmu menghasilkan, sayang. Lebih lama lagi di situ, pasti kamu sudah bisa jadi binaragawan. Oh iya, masih ada kontrak kedua, ketiga dan seterusnya, ya. Baiklah.
Sebentar lagi matamu akan terpejam, melepaskan diri sejenak dari apa yang harus kamu kerjakan.
Dan saya akan diam-diam merebahkan kepala saya di dadamu,menyelundupkan wangi rambut saya yang katanya kamu suka, ke dalam indera penciumanmu.

Kita akan berpelukan dalam diam, menikmati kebahagiaan yang akhirnya kita rasakan kembali.
Kita akan tersenyum sendiri, juga dalam diam, membayangkan betapa bodohnya masing-masing kita telah meluapkan emosi kemarin-kemarin dengan cara yang salah. "Apa jadinya kalau kamu marah dan akhirnya meninggalkan aku?" mungkin itu yang ada di dalam otakku nanti.
Kita akan berhenti diam untuk kemudian saling memandang dan tersenyum ke satu sama lain. Mengeluarkan senyum bodoh yang selalu kita lemparkan untuk akhirnya kita leburkan jadi tawa membahana dan peluk yang semakin hangat.

Siang ini, saya hampir menangis.
Merasakan betapa saya rindu kamu, rindu berbicara tentang apa saja, kapan saja, dan dimana saja denganmu.
Memusingkan hal-hal kecil yang akan kamu timpali dengan komentar-komentar singkat.

Biasanya, kamu akan bertanya keberadaan saya dan apa yang sedang lakukan, mengingat pacarmu ini tukang lompat-lompat dari satu lokasi ke lokasi lain dan melakukan banyak hal, jelas kamu akan melontarkan pertanyaan yang sama beberapa kali dalam satu hari.

Biasanya, kita akan berbicara tentang menu makan siang kita. Kamu yang akan selalu menghadirkan tempe, dan saya yang tak hentinya mengomentari hal itu. Kita pernah tertawa bodoh mengenai tempe, kamu ingat, sayang? Kamu yang tidak boleh memakan daging sapi dan saya yang tidak boleh memakan daging babi, lalu kalau kita menikah nanti kita akan makan tempe tiap hari.

Biasaya, kita akan saling mendengar suara satu sama lain di telepon, sebelum kita tidur, setelah kita menjalankan ibadah malam kita. Kamu dengan sembahyang-mu, dan saya dengan sholat saya. Kita melanggar aturan Tuhan dengan mencintai satu sama lain, tapi bukan berarti kita tidak beriman. Ya sayang, ya?

Siang ini, saya hampir menangis.

20 July 2012

"Kamu pernah mikir nggak kalo kita akan lebih baik kalo sendiri-sendiri?"
"Iya aku pernah sih berpikir kayak gitu.."
"Lalu?"
"Apa kita bisa menerimanya?"
"Kamu mau ngelepas aku?"
"Nggak"

Percakapan yang dimulai oleh saya, diakhiri oleh kamu. Sayang, sudah aku bilang,
Nanti dulu..

And the tears dropped.

---

"Apa kamu yakin kita bisa bertahan?"
"Kita terlalu banyak perbedaan. Susah untuk bersatu"
"Kamu yakin kita bisa bertahan?"
"Aku nggak yakin kita bisa bertahan"
"Terus hubungan ini sampe kapan menurutmu?"
"Aku nggak tau"
"Kamu mau pertahanin aku sampe kapan?"
"Sampai kamu dapet yang lebih baik dari aku"
"Kamu jangan gitu.."
"Terus gimana, sayang? Aku nggak tau harus ngapain lagi.."
"Kamu mau nyerahin aku ke orang yang nggak kamu tau sama sekali?"
"Kamu pantas dapet yang lebih baik dari aku"
"Kamu udah ketemu perempuan yang lebih baik dari aku?"
"Nggak"
"Sayang, ada pun juga nggak apa-apa. Aku pasrah.."
"Nggak, sayang.. Di sini aku mau fokus, banyak sekali promosi pekerjaan akhir-akhir ini dan aku hanya bisa melihat dan tidak termasuk di dalamnya karena aku New Hire.."
"Iya.."
"Cerita temenmu itu bikin aku sadar kalo kejadian itu akan terjadi pada kita, cuma kita nggak tau kapan.."
"Kamu mau aku tunggu di kontrak keduamu?"
"Bingung"
"Kamu tinggal jawab ya atau tidak. Kalau kita masih bareng ketika kamu pulang, apa kamu mau aku tunggu di kontrak keduamu?"
"Bingung, sayang.."
"Kamu sayang aku?"
"Sayang"
"Lalu?"
"Ya karena aku sayang kamu aku nggak mau nanti kamu kecewa"
"Tapi, aku sayang kamu.."

And the conversation stopped. I just have no idea about what to write anymore. Mereka benar. Hubungan seperti ini memang destructive. Seperti bom waktu, kita tinggal hitung mundur. Tapi bedanya, kita tidak tahu kapan bomnya akan meledak dan menghancurkan kita, dua orang bodoh yang membangkang pada logika.
Sayang, jangan dulu..

27 April 2012

I'm sorry, Anita.

Have you ever been really sad so that you feel that you even can't take a breath?
I did.
Just minutes ago.

I don't know what have done, I don't know how big the mistake I've made in previous moments was, I don't know to whom I can ask for forgiveness..
But I think it's myself. It's this girl named Anita.

So with this post,
Let me apologize, to myself.

Dear Anita,
I'm sorry for making you uncomfortable with your current life.
I'm sorry for every stupid things I've done that made you really confused and frustrated.
I'm sorry for often causing you headache.
It's because I'm just too naive, and careless.

Do you remember when you were still 13 years old, A?
You were, that black-skinned teenager, busy playing volleyball, and catching some eyesight from coward boys who had no brave to tell you their feelings.
You were really free and unburdened.

Then you grew up. You became 15, 17, 19, and now 21 years old.
You, which at that time was me also, started to make troubles.
You didn't know what you've done, A. It's just the result of your curiosity. The whole world knows that you're the girl with HUGE curiosity. So, we (the world and I am - present tense) understand that.

You were really emotional at the old times. You can't stop shouting and being mad every time you can't pass a phase. You can't control yourself. You hit everything with your ego, but not with your parents. Such a great job in that young age, baby.

Then when you started to find love on someone, yes baby that one, your first kiss..
Eventho' you kept making troubles and mind-doubting yourself, you kept going on. Biggest decision that you've ever made, I guess.
Your parents denied you and your first love, your parents got "mind-hijacked" by the bloody gossipers and their own fear, in fact you're in love with a great guy that teaches you many things, including ego-management and patience.

You love that person so much,
until finally you lost him.

That hurts, baby. I know. Don't cry.

Three and a half years won't be enough to explain of how much you love him. But no one took him from you, God did. And it's for the best. You, I mean, I -- at that time, remember so much of how it felt, and what I've learned. And how thankful I am, I mean, you are, okay, WE ARE that we learned many things from him. May he rest in truly peace. Good guy like him will get a better place, I have faith in that.

You've passed that phase. You've learned so much from him, but not with the denial.
You can't deny that in this case, a part of you can't be really friendly with your parents. Again, you have such a good "mind-training" to look fine eventho' you're not, darling. Don't put the blame on yourself, I'm the one that should be threw. But hey, look. You can be independent. Like no other girls, you can go through heart-breaking moments without even crying like a baby pig to your mother. You won't waste her time. You can only give her good stories without caring whether she should know when you were down or judged in the corner.

We know that them - the parents, ours, were never really listening, don't we? Well at least that's what happened to you, and me also, at that time.

Now you are 21 years old, going on 22.
Nothing much happened. Nothing much gained.
Yes you got a job, yes you got better salary and money, but not really with heart satisfaction.
In your workplace, you got drama. Cheap drama.
In your relationship, you got failure.
In your lifestyle, you got nicotine in your lungs.

So, here I go now.
Writing you an apology.
Without promising anything to be better.
Without the ability to change the past. Dark past.
But I'm sure, I will try to work really hard,
to get you a better future.
To make you - past tense, proud of me - present and future tense.

Once again, Anita,
I'm sorry for making you being in many troubles,
I'm sorry for making you confused, many many times,
I'm sorry for causing you loud shout and flowing tears,
I'm sorry for pushing you through silly decisions,

I was just too naive.

Once again,
I'm sorry.

30 September 2011

Untitled

You should really know how much you mean to me.

The taste of your kiss, the feel of your touch, the warmth of your body, the sense of your embrace..
You should know how much I miss you.

Have you ever thought of dying? What it feels like? What yours will be?
I already felt mine.

The absence of your present, the missing of your voice. Oh I really miss hearing your voice, listen to your singing, smile at you everytime you created a song of me.

I miss the way you hold me. How you won't let me go. How you tell me that you wouldn't go away from me.
But you didn't make me stay, eitherway.

Have you ever thought that this is, the best decision we had ever made?
Has it crossed your mind that, we're not waving goodbyes? That we're saying "See you in a better time" instead?
Has that question ever crossed in your mind?
It crossed on mine.

Well even you're not mine anymore.

Am I still yours?
Am I still the one you put your heart on?
Am I still the one you give your hopes to?
Am I still the one that you love so much?

People say that being brokenhearted is a myth.
I don't believe in any kind of myth.
And now am feeling brokenhearted.
The evil part of me says that I'm being left.
But the other one says that you do this, ALL of this, for our own good. Not only yours, but mine too.

I don't know why am I writing this.
It's hard for me to pass even a single day without your presence.
It's been weeks, and I already felt weak.

The message that you got on your phone last night, is true.
That I,
miss you.
That's all.

Thank you.

05 January 2011

I miss you.
Do you watch me down here from up there?
If yes,
I'm sorry for being sucha fukka at these past 3 years.
Dear Lovely Scorpio, please be good. I love you.

31 December 2010

Dear 3-05


Dear 3-05,
It's been very grateful to me this semester.
You give me the best experience of being a captain of the class.
I'm very thankful for the trust you give me, for each piece of many things that happened.
Good and bad,
glad and sad,
great and mad.
:)
Dear 3-05,
I'm very proud of our solidity,
of our sometimes-chaos-but-we-still-made-it cooperation,
of our brainstorming.
I'm very proud of every little thing we do and decide together,
each smile,
each shout,
each laugh, even burst of uncontrolled laugh..
:)
Dear 3-05,
Thank you, for everything.
I love you.
I really do.
:')
Oh how can i hold the tears as i'm writing this right now?

05 December 2010

Maroon 5's excitement: Got Nothing.

I didn't get any access into Maroon 5's ticket purchasing.
*sigh*
Yes, this will be an uninteresting blogpost, so if you're gonna leave me, i recommend you to do it now before you read this entire post.
....
Done?
Ah, not yet. Kay.
....
Done again?
Okay. Here we go.

As you all know in my previous post of how i wanna watch Maroon 5 performance here badly, how i was feeling excited and put all of my attention to them, how my heartbeats turned faster when i was waiting for the ticket purchasing at 9.

Finally, the time turned to 9 o'clock.
I opened the website. Jakartaconcerts.com, to buy the ticket via bank transfer.
Failed.
I tried more.
Couldn't access the web.
Tried again.
Filled the form of some information,
I smiled.
Clicked 'next'.
COULDN'T ACCESS THE WEB.
.....
Ohwell.
And i've tried those things above for two hours.
And i still didn't get any access for it.
I tried again, refreshed the page.
THE PURCHASING SYSTEM HAS GONE.
Yes, ladies and gentlemen, it's closed already.
Dang.

Then..
I called my cousin.
Asked her to use her credit cards to purchase the ticket via Javamusikindo.com.
She allowed me. Told me all information of her personal information that required in the purchasing form.
I used it.
Filled everything that required.
Clicked 'next'.
FAILED.
Okay, tried again.
Filled again, load the page again.
SUCCESS.
Yeay, i said.
Then it came to last step of purchasing.
I confirmed the required information again, blah blah blah.
Clicked 'next'.
Hoping, in the name of God.
Then....
TRANSACTION DENIED.
....
I was so speechless.
I refreshed the page, tried to do the transaction again.
The page took some more time to load.
Then.
THE PURCHASING SYSTEM HAS CLOSED.
....
Yes, you're right.
There's no 'buy tickets' button below the Maroon 5's ticket, anymore.
Dang.
I couldn't say anything.
I was more speechless than before.

Now you all understand how i'm feeling sorry for myself because i didn't get myself to buy the ticket directly.
Now you all see how i regret this one.
You all had already known that this is something that i've been waiting for years.
Since i was in my Junior High School, second grade.
Then when it comes real, i didn't set myself into a maximum effort to get the ticket.
I should've got up from bed earlier then go to buy the ticket directly.
Like the others.
....
Ohwell.
Now you all read that i have a terrible Sunday.
The most terrible Sunday i've ever had.
That i don't get any access to something that i've been waiting since i was a teenager.
....
And now, the radio's playing "Nothing Lasts Forever" by Maroon 5.
*sigh*
I'm off to kill myself, people.
Nah, i'm kidding.
But i'm off now, really off.
Enjoy the rest of your Sunday, people.
I smile here. Trust me.