Showing posts with label Om Swastiastu. Show all posts
Showing posts with label Om Swastiastu. Show all posts

21 April 2013

Matur Suksma

Kami akhirnya bicara.

Setelah hampir seminggu kesepakatan kami untuk merelakan satu sama lain muncul, kami tidak pernah bicara lagi setelah itu.
Sampai akhirnya, semalam saya memutuskan untuk mengambil langkah. Saya tau saya tidak bisa diam terus seperti ini. Rasanya seperti menanam pepohonan di padang gurun, atau menanam pohon kaktus di padang rumput.

Percakapan ini terjadi di BBM.
A: "Aku marah sama kamu, kecewa sama kamu, you know that, no?"
K: "Iya aku tau. Tapi aku harus akhiri semua ini. Kalo aku ketemu kamu, aku takut aku tidak bisa ambil keputusan"
A: "Iya, kayak dulu sebelum kamu berangkat, kan? Kita udah sepakat untuk putus, eh kamunya plin plan"
K: "Aku gak ada niat untuk jahat sama kamu. Terima kasih selama ini sudah mau ngertiin aku.."
A: "I know. Maaf ya kemarin aku mikir kamu manfaatin aku.."
K: "Aku bukan orang kayak gitu"
A: "Aku juga terima kasih kamu udah ngasih aku kesempatan untuk belajar mahamin LDR sekaligus belajar tentang faith. Aku percaya sama kamu, aku yakin kamu pasti sukses.Walaupun akhirnya tidak seperti yang aku harapkan, but at least we tried, kan?"
K: "Iya. Semoga kita berdua sukses"
A: "Amin. Insya Allah, astungkara.. Good luck ya kamu.. Aku yakin kamu bisa."
K: "Iya. Aku sangat yakin kamu akan dapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari aku"
A: "Kamu pun. Kamu harus dapet yang seiman, ya. Jangan ulangi kesalahan yang sama. Janji?"
K: "Iya. Janji"
A: "So, we end up for good,  ya?"
K: "Iya"
A: "Have a good life, Yudi."
K: "Iya, Semoga kamu tetap baik-baik aja"
A: "Iya dooong. Kamu dapet salam dari temen-temen aku. Mau salam balik?"
K: "Iya, bilang aja salam balik dari aku"

And the conversation ended.

17 April 2013

"Twenty dollah fo' two!"

"Eyy, eyy, Miss! Look, ah! Look! Twenty dollah fo' two! Twenty dollah! Come, come!" Begitu kira-kira laki-laki paruh baya memanggil-manggil saya yang lagi jalan celingukan di pinggiran Bugis Street, Singapore, Maret 2012. Saya menghampiri Opa yang jiwa marketingnya tinggi itu. Ternyata dia jualan jam tangan KW ala-ala. Segala macam merk ada di situ. Calvin Klein, Fossil, Rolex, dan beberapa merk lainnya dari yang saya sering liat di toko sampai yang belum pernah dengar sama sekali.
"Twenty dollah fo' two, ah. Good! Fo' yo' boyfriend!" dia menunjukkan saya beberapa pilihan jam tangan yang berpasangan. Model yang sama dengan ukuran yang berbeda: yang lebih kecil untuk perempuan, yang lebih besar untuk laki-laki. Saya menilik-nilik dengan teliti model mana yang saya sukai. Sempat tertarik kepada sepasang jam tangan Calvin Klein ala-ala berwarna hitam, cuman rasanya kok ya kurang sreg. Kemudian saya memutuskan untuk pergi dari stand itu, sampai akhirnya..
Saya lihat jam tangan di pojokan display dengan gambar bendera dari berbagai macam negara sebagai pengganti angka penanda waktu. Berbahan alumunium dengan design yang simple. Unik sekali. Saya kemudian memberikan Opa itu SGD 20 dan kemudian membawa bungkusan yang berisi sepasang jam tangan unik itu dengan senandung sember penanda excitement yang meluap-luap.

"Lucu juga nih buat pas LDR beda benua", saya ngomong sendiri dalam hati, tentu saja sambil nyengir lebar.

Seminggu setelahnya.
Kami bertemu, dia ke Jakarta hanya sehari untuk keperluan interview Visa C1/D untuk bekerja. Di warung pecel ayam depan kantor saya waktu itu, setelah membasuh tangan seadanya dengan wangi terasi yang masih menempel di kuku, saya berikan kotak yang bikin saya cengar cengir sepanjang jalan kenangan.
"Nih"
"Apa ini?"
"Buka aja"
Dia membuka kotak itu, melihat jam tangan "Twenty dollah fo' two" yang dijual Opa Bugis, memandang mata saya dan tersenyum.
"Terima kasih, ya"
Saya mengangguk, masih cengar cengir, entah ikut senang karena dia suka dengan pemberian saya atau emang saya mabok sambel terasi pecel ayam yang baru saja saya makan.
Malamnya, kami jalan-jalan dan berkumpul dengan beberapa teman, menikmati waktu yang sangat singkat untuk ngobrol dan bersenang-senang.
Ya, bersenang-senang..

Time goes by. LDR SLJJ yang kemudian berubah status menjadi LDR SLI selama 10 bulan dijalani. Up and down, laugh and tears, anger and happiness, kurang lebih sudah dirasakan. Sampai akhirnya, dia pulang. Status LDR pun kembali berubah menjadi LDR SLJJ. Saya senang bukan main. Akhirnya, setelah 10 bulan jadi kambing bengong akan kembali kepada rutinitas menjadi kambing kenyang. Sebentar, kenapa kambing? Kan dia keteknya empat, bau pula. Ah, sudahlah.
Semuanya sudah saya persiapkan. Excitement dan semangat yang sudah menggebu untuk akhirnya bertemu dan bertukar cerita ke satu sama lain sudah dibungkus dengan ciamik untuk akhirnya dibuka dan dibahas. Segala harapan dan bayangan akan hangatnya pelukan juga nyamannya genggaman tangan juga sudah terus berputar di kepala.

Namun, manusia boleh berencana, Tuhan-lah yang maha menentukan..

10 February 2013

Fortune Cookie


I got this Fortune Cookie from the store where I bought a blazer. Yes, people. You can read it says that an amazing journey awaits me.
...
And I can say that this isn't a coincidence that the cookie says so. Want to know why? I'll tell you the excitement.
:D

As you all have known (cos I'm writing it much often here), Kadek, my boyfriend, has been sailing a long long way for 9 months and going since May 2012. And guess what? He'll be coming home next month, on 23rd of March 2013.
YAYNESS!
Well I'll be better writing in Indonesian. So, here we go.
*click*
Nah.
Jadi, seperti yang kalian tahu, saya dan Kadek menjalani ke-LDR-an ini sejak Januari 2012. Saya di Jakarta dan dia di Bali. Hubungan kami masih baik-baik saja karena kami masih saling mengunjungi satu sama lain. Saya sempat ke Bali bulan Februari (acara kantor, dan pastinya dibayarin. Yes, people. Pacaran gratis. Mbawhahahaha *digaplok mantan bos*) dan dia pun ke Jakarta bulan Maret untuk interview Visa kerja di USA dan dibayarin pun. Yes, people. Another pacaran gratis. *digaplok untuk kedua kalinya* sayangnya April kami berdua sama-sama sibuk jadi tidak sempat ketemu sampai akhirnya bulan Mei sebelum dia berangkat ke benua seberang yang bener-bener di seberang sana, saya ke Bali dengan title pengangguran.
MBWAHAHAHAHAHAHA.
Ke sana benar-benar low budget. Hotel dan flight murah serta serba dadakan tidak membuat kemesraan ini janganlah cepat berlalu. Justru saya bilang seru karena sepanjang jalan kenangan kita saling bergandeng tangan~
*ngopi-ngopi bareng Tetty Kadi*

10 January 2013

2012: A Kaleidoscope

Hari kesepuluh di tahun 2013, tahun yang berakhir pada angka ganjil, namun menurut saya tidak diawali oleh hal-hal ganjil yang hopefully bisa menggenapkan segala keganjilan di saat-saat ke depan. Tsah, asik ya paragraf pembuka saya?
*kibas poni*
*poni Wiro Sableng*

Tahun 2012 sendiri merupakan tahun yang berkesan bagi saya. Good or bad, laugh and tears, depression and improvement. Pada postingan ini, saya (ceritanya) mau nulis ala-ala review 2012 lalu. And, here we go..

JANUARI
1. Pacar saya, Kadek, pulang ke Bali. Saya yang seumur-umur belom pernah ngerasain LDR, akhirnya tiba juga pada masanya. Sebelumnya 2 bulan penuh dia tinggal di Jakarta untuk training di (mantan) kantor saya. Setiap hari ketemu, Senin-Jumat, bahkan Sabtu dan Minggu kalau dia dan teman-teman yang lainnya ada jadwal main futsal. Sampe bandara untuk nganterin dia masih cengar cengir, pas dia udah masuk mau check in masih senyum-senyum khawatir, pas dia udah gak keliatan wujudnya mewek sepanjang jalan kenangan, ditemenin Ivana yang bernasib sama. Iya, kami temenan, dan pacar kami pun temenan :))

FEBRUARI
1.Saya mendapat pengalaman kerja selama 11 hari di Sri Lanka. Yes, (mantan) bos saya expanding perusahaan ke sana and there I was. Karena ceritanya lumayan panjang, mungkin nanti akan saya jabarkan dalam 1 postingan tersendiri di sini. The experience was good, saya belajar banyak di sana. Good or bad? Tunggu aja postingan berikutnya, ya :)
2. 11 Hari di Sri Lanka dengan asam garam juga kari yang sangat kental, selang seminggu pulang ke tanah air saya berangkat lagi ke Bali untuk visit klien kantor saya waktu itu. Karena kantor kemarin merupakan recruitment agency untuk kapal pesiar, maka kedatangan saya ke Bali merupakan kunjungan ke.....kapal pesiar. Iyalah, kalo kunjungan ke Ka'Bah namanya saya umroh.
*diazab*
3. 3 hari 2 malam di Bali juga membuat saya bisa melepas rindu sama Kadek hampir 2 bulan setelah kepulangannya dari Jakarta ke Bali. YOI COY, EKE PACARAN GRATIS! Ihiy! *disambit jangkar kapal*

MARET
1. Something bad happened to me and I seriously can't describe it here. Sorry, fellas. Ih, asik ya saya ya pake fellas-felllas segala?
*kibas rambut*
*rontok*
2. KADEK DATANG KE JAKARTAAAA! *banana dance* dia datang ke sini cuman buat interview Visa which made him stayed here only ONE NIGHT :)) jadilah dia sore datang ke kantor saya, malem kami pacaran rame-rame (maksudnya kami datang rame-rame sama teman-teman yang lainnya) keesokan paginya dia interview untuk visa ke USA dan alhamdulillah lulus dan lancar, siangnya dia pulang ke Bali. Selesai perkara.
*peras airmata di kain pel*

APRIL
1. Nothing much happened. Just fights and troubles I didn't make at the previous workplace.

MEI
1. I quit my previous job. Ketidak cocokan di beberapa hal dan emosi yang tertahan dan jadinya tertumpuk membuat saya mengundurkan diri lewat.....BBM. Bentar, jangan tuduh saya cemen bin cupu dulu, kebetulan masa puncaknya terjadi pada percakapan antara saya dan (mantan) bos saya yang juga melalui BBM dan jadilah saya resmi mengundurkan diri lewat BBM. Pelayangan surat resminya dilakukan seminggu kemudian, 2 hari kemudian saya resmi tidak bekerja lagi di kantor yang sebelumnya, tanpa persiapan apa-apa. Benar-benar pengangguran. MWAHAHAHAHAHA.
*kibas-kibas bulu ketek Eva Arnaz*
2. Saya berangkat ke Bali untuk nyusulin Kadek, tepat 1 hari setelah saya jadi pengangguran dan seminggu sebelum keberangkatannya. 3 hari 2 malam saya di sana untuk menghabiskan uang dan waktu. Saya pulang Sabtu malam, tadinya mau sekalian anter dia ke airport, tapi karena banyak upacara ini itu yang harus dia jalani menjelang keberangkatan, jadilah saya pulang beberapa hari sebelum keberangkatannya. Sempat berantem di Bandara Ngurah Rai cuma buat.........rebutan trolley, dan abis itu flight Denpasar-Jakarta serasa di neraka. Mana pula di tengah-tengah perjalanan (he euh, masih di pesawat) kecium bau kebakar. YA MENURUT NGANA KITA LAGI SEDIH NAN DURJANA DIKASIH BAU ASEP DI TENGAH AWAN!
*bakar singa udara*
3. Kadek's departure to the USA. Jangan tanya sedih dan khawatirnya kayak apa. Di hari keberangkatan Kadek, saya ada panggilan interview final di sebuah perusahaan property di daerah Harmoni dan saya nyasar sampe ke.........Grogol. IYA SAYA SEBUTA ARAH ITU PADAHAL UDAH NAIK TRANSJAKARTA. Akhirnya berakhir di kampus teman saya dekat situ, iye iye Trisakti. Di Perjalanan Kadek menelpon, dia sebentar lagi berangkat, dan kami saling berpesan ke satu sama lain untuk menjaga kesehatan dan ini dan itu dan segala macemnya. Standard lah.

JUNI
1. Tepat sebulan setelah saya jadi pengangguran, dan saya mendapat pekerjaan, 2 sekaligus. HEHEHEHEHE. 1 tetap dan 1 freelance. Alhamdulillah :)
2. Mendapat tawaran menulis di #RasaCinta. Salah satu impian saya terwujud. Jangan tanya senangnya kayak apa :)
*yes, people, after May fucked me that hard, June was the month of blessings :)*

JULI
Nothing much.

AGUSTUS
1. Parents' birthday. Mama saya tanggal 7 dan Papa saya tanggal 9. Saya sama adek saya patungan kue yang UNEXPECTEDLY, kekecilan. Jadilah lilin angka-nya kekecilan dan sempit-sempitan. Akhirnya terlihatlah kayak orang tua saya ulang tahun yang ke 4650. *sungkem*
2. Kadek's birthday. Pertama kalinya saya merayakan ulang tahun pacar yang jaraknya sejauh itu. Akhirnya cuman ngucapin lewat BBM dan ngirim foto ini:

I KNOW IT'S LAME! #defensif :)))))

3. Pertemuan pertama dengan para penulis #RasaCinta, orang-orang yang belum pernah saya kenal sebelumnya, dan sekarang menjadi keluarga :)

11 December 2012

11-12-12

pic source

I woke up this morning with a huge smile on my face.
The morning felt good, the sun felt so warm, the scent of the air smelled so fresh.
I didn't know what's happening, then I looked at the date,
and realized,
that today, is a special day.

My mind automatically rolled to one year ago,
when we, brokenhearted people, found each other.
It was a little yet short conversation. 
No, it wasn't even a conversation. It's a formal interview.
You with your black tie, and I with my black office dress.
I looked at you, a pair of amazing eyes, 
and simplicity around your personality, like you know I don't like anything too much.

Then I was brought into the memories when our first kissed happen. 
It was warm and comforting. Your lips are so tender. I love the way you caressed me. I love the way you didn't let me go even an inch from your hand. I love the way you smiled after we kissed. Your signature silly smile. I thought the kiss was nothing, until you embraced my waist and kissed me on the forehead.
"Babe", you said.
Again, you smiled,
And I knew that you knew,
that that's the moment we started to want each other,
love each other.

People keep "mocking" me that I only waste my time. They're underestimating me. They look at me with their eyes closed. They say, the distance and differences that we have won't make us stand. That people like you (sailors, I mean) will NOT keep the faith we (the girlfriends' of them) put on you. One of them even said that we wouldn't stand until the end of November. How "cruel" they are, no? :))

Now it's been 6 months since you're away, and we're okay. I still have the faith of us, still feel the sparks everytime you come with your messages, like you appear in front of me. I don't care of what people saying. I believe in you, I believe in us. That we're going to work well, that we will finally hold each other's hand in a happy face and silly smile, realizing that love brings us this far, and grateful..

:)

Happy first anniversary, K. Come home soon and let's celebrate the joy of having the word "us" in our lives.

Love,
-A-

29 November 2012

A letter of nothing

The day went well and busy, until I sat on my chair and looked at our picture..
And I finally admit, that I miss you so much.
The absence of your presence nowadays kills me slowly.
I know you've been busy because it's nearly close to Christmas, because I'm here too. Meetings all the time, writing the minutes of them, also feel really sleepy everytime :))

I'm still in the office, working on some slideshows will be presented on next Monday and I have to finish them now so I don't have to work on Saturday, and yes you know I hate working on Saturday, so, here I am now. Just finished doing them and had some cigarettes.
You know, when I decided to write this post, I knew that this was going to be useless. Because I know you won't read it, and anyone won't give a fuck to everything I'm writing. So... yeah. Whatever. The picture of us that took *almost* a year ago, was the first one we had on our relationship. And I'm so glad to re-calling the memories, to remember how silly we were, how you held my hand on the first time, how you kissed me. How I couldn't hold the desire. How I wanted you to stay here with me. Also it caused a little hole in my heart that we can't really be together..

23 November 2012


My straightforward boyfriend just being straightforward. Well..

22 November 2012


You are..

14 November 2012

Break the curse: November

Beberapa bulan yang lalu, saya diramal oleh sepupu dari salah satu teman saya.
Katanya, hubungan saya dan Kadek akan berakhir pada akhir November.
...
Sebentar, sekarang kan..............bulan November?
*glek*

Walaupun antara percaya dan nggak percaya, tetep aja mules. Saya nggak bisa bohong, beberapa minggu terakhir ini memang hubungan saya dan Kadek tidak semulus sebelumnya. Komunikasi semakin jarang, berantem semakin sering. Bahkan sebelum saya diramal seperti itu, kami sudah sering cekcok mulut. Mending deh ciuman, ini berantem. Rasanya pingin berenang ke Meksiko terus gamparin Kadek sambil teriak-teriak kalo saya tuh kangen. Tapi sebelum berakhir di penjara lokal Meksiko dan hidung saya dicekokin cabe, kewarasan saya menarik saya kembali ke kenyataan untuk mengundurkan diri dari niat tersebut.

Saya belum bilang apa-apa sih sama Kadek mengenai ramalan ini, karena saya tidak mau menimbulkan sugesti aneh-aneh di pikirannya dan saya juga tidak mau Kadek menganggap kalau pacarnya mulai gila. Lagipula, kami mulai meninggikan toleransi satu sama lain. Saya yang tadinya kerjaannya protes-ngomel-demo melulu karena tidak lagi menjadi prioritas dibandingkan pekerjaannya mulai melunak dan lebih mendengarkan. Sementara bapak yang satu itu juga mulai lebih menaruh perhatian walaupun tidak sesering yang selalu saya teriakkan ke dia. But then, things get better anyway :D

Kemarin saya juga sempat sakit. Gejala typhus dan tumbuh gigi geraham paling belakang di waktu yang bersamaan. Memaksakan masuk kerja selama 2 hari tapi akhirnya ambruk di hari ketiga dan beristirahat di rumah 2 hari juga. Kebetulan nggak masuknya hari Rabu dan Kamis, waktunya Kadek menghubungi saya. Dia banyak bertanya dan terdengar khawatir ketika tau kalau saya sakit mengingat pacarnya ini jaman dulu waktu masih sekantor sama dia nggak pernah sakit. YAIYALAH KETEMU TIAP HARI SARAPAN MAKAN SIANG MAKAN MALEM BARENG TIAP HARI DIJEMPUT PULANG KANTOR DITUNGGUIN DI DEPAN LIFT TERUS CIU.............sebaiknya postingan ini tidak diteruskan lagi. Saya akan dituntut komnas perlindungan anak kalau terus menuliskan bagian itu. Sudah, adik-adik di bawah umur, bobok sana bobok. Ini sudah malam.
*selimutin satu-satu*
*matiin lampu*
*tutup pintu kamar*
Sampai mana saya tadi nulis? Oh iya, ciuman di dalam lift. WAIT, FUCK I DIDN'T EVEN WRITE IT DOWN IN PREVIOUS PART! Oh baiklah, mari berdoa semoga dedek-dedek di bawah umur tidak membaca bagian ini karena udah pada bobok semuanya.
*disambit Kak Seto*

08 November 2012

"Ada, Ma. Tapi Hindu.."

Saya menyayangi kamu dari semua hal yang kamu punya.Kekuranganmu, kelebihanmu, semuanya.
Kamu yang tidak banyak berekspresi, kamu yang cemburuan, kamu yang penyayang, kamu yang pekerja keras, kamu yang keras kepala, kamu baru bangun tidur, kamu sudah mandi, kamu lagi kelaparan...
Rasanya seperti membaca buku. Sebuah buku yang tidak habis-habis lembarannya saya baca. Kalau bisa diberikan judul, mungkin judulnya akan "Ensiklopedia Kadek: Jangan dibaca jika Anda tidak benar-benar menyayanginya". Buku itu akan berisi tentang kamu. Tentang jarak, tentang benua Amerika, tentang perbedaan waktu, tentang apa makanan kesukaanmu, tentang apa yang kamu suka dan tidak suka....
Saya awalnya tidak benar-benar menyayangi kamu.
Saya pikir kita hanya akan berhenti pada batas "Profesional". Tapi semua hal yang kita perbincangkan, dentingan botol bir dan butiran popcorn, logat bicaramu yang sangat kental, kedua bola matamu, ejekan-ejekan khas yang keluar dari mulutmu, kebutuhan untuk menemanimu main futsal, semua mendadak berputar balik menyerang saya dan berbaris rapi menyiapkan amunisi untuk membuat saya benar-benar menyayangi kamu.

02 November 2012

There will be..

There will be the time,
when there's only you and I,
sitting beside each other,
cuddling.

There will be the time,
when there are we and chaosy,
standing in front of each other,
arguing.

There will be the time,
when there's only me,
laying my back on the ground,
feeling lost.

There will be the time,
when you come,
to take me out of this loneliness,
or not.

You decide.

01 November 2012

Mimpi semalam

Semalam, saya memimpikan kamu.
Rasanya tidak karuan. Senang setengah mati karena akhirnya bisa bertemu dan memeluk kamu, tapi rasanya pegel juga karena saya akhirnya bisa mencapai dan merengkuh kamu ke Benua sana dengan cara.....berenang.

Iya, sayang. Absurd, memang. Kasian ya kamu punya pacar yang aneh.
Saya mulai berenang dari Ancol, setelah membayar 35 ribu di pintu masuk. Kurang ajar, memang. Kenapa saya mendadak bisa nyetir mobil giliran harga tiket masuk Ancol sudah naik? Bahkan di mimpi pun saya bisa menjadi sangat fucked up.
Oke, lanjut.
Setelah saya membayar 35 ribu dan parkir di depan Pantai Karnaval, saya berjalan menyusuri pantai.
Lalu kemudian....
Jebur.
Saya berenang.
IYA SAYANG SAYA TAU ITU ANEH UDAH KAMU DIEM AJA, BACA POSTINGAN INI SAMPAI HABIS DULU, YA?
Kemudian muncullah scene saya berenang-renang dengan durjana, entah kemana.
Sampai pada akhirnya....
Saya sampai di benua tempat kamu bekerja. Amerika.
Dengan sambutan Patung Liberty dan bule-bule tukang hot dog di pinggir jalan, saya datang.
Dan melihat kamu, dengan gagahnya dengan seragammu yang berwarna putih.

Kamu melihat saya datang, dan tersenyum.
Lalu berlari ke arah saya, memeluk saya.
You know how great it feels, baby.
:)

31 October 2012


Last night, there was a full moon.
It's alone but doesn't look lonely.
It proudly shined shined bright and beautifully,
simply reminds me of you.
Come home soon, Boy. I miss you so fuckin much.

23 October 2012

Hopefully

pic was taken from here

We're gonna take a stroll after our dinner in a lovely diner.
I'm gonna hold your arm, while you caress my cheek, Oh it's always feels warm.
It's quite cold here, as you start sneezing. 
Your nose turning pink, and I can't help myself for not giggling.

We're gonna have some light chat, how's your day, what kind of music you currently listening, what food would you like to have for tomorrow's breakfast.
And I'll gladly listen to you, while staring at your glazy eyes.
You'll kiss me on the forehead, and I'm gonna say "I love you too" since you have that ability to hide your feeling.

Then we're gonna stop walking to a place that we call "home".

You sit on the sofa, still busy with your pinky-winky nosey.
Then I'm gonna make you a cup of hot tea since you're not a fan of coffee, and get you some raisin cookie.
You'll turn on the TV, find some cheezy joke to laugh at, but you find nothing.
You'll turn it off, and choose to hug me.
Then we're gonna start another story.

Come home soon, baby. I miss you.

02 October 2012

picture source

There will be you and I, sitting in front of each other, talking about how we should plan our future, or how will we end this relationship.
Because in the end, life is about choice, don't you think?

27 September 2012

Marathon Race

Kemarin saya berbincang dengan dua orang teman yang saya tidak akan sebutkan namanya di sini.
Percakapan ini terjadi ketika kami sedang di perjalanan pulang, sehabis meeting.
Saya banyak bercerita tentang situasi relationship yang saya jalani bersama Kadek. Up and down-nya, senang-susahnya, percaya-insecure-nya, semuanya.
Sampai akhirnya, saya bersuara.
Bukan sekedar deretan kata yang terpendam dalam otak saya, namun kali ini dia bekerja sama dengan hati saya.
"Gue capek."
Akhirnya keluar juga kalimat itu dari bibir saya. Sialan.
Saya banyak bercerita betapa saya seringkali mengalami mental drop setiap kali bayangan-bayangan tentang kemungkinan-kemungkinan buruk terjadi.
Saya banyak bercerita betapa saya seringkali memiliki kecurigaan yang besar.
Saya banyak bercerita betapa saya seringkali putus asa dan memutuskan untuk menyerah setiap kali saya memikirkan tentang ke mana hubungan ini akan berujung.
Saya banyak bercerita betapa saya seringkali merasa pesimis untuk hasil akhir dari hubungan kami nanti.

21 September 2012

#RasaCinta, tulisan tentang cinta yang penuh rasa

Rasa Cinta - Mencecap Cerita di Setiap Rasa

Yes it issssssss, people!
Our baby has been born!
Setelah selama ini cuman jadi impian dan menumpahkan seluruh sampah pikiran di dalam blog ini, akhirnya, saya ikut berpartisipasi dalam sebuah buku, yang saya tulis bersama beberapa teman lainnya. WOO HOO!
*kibas-kibas pecut kuda lumping*

Jadi begini, ceritanya dari Awal..
Pada suatu malam minggu yang tidak terlalu sendu karena saya ditemani nasi goreng yang warnanya tidak abu-abu *cuman buat ngelengkapin rhyme aja sih*, saya di-BBM sama Ariev, ngajakin jalanin project ini. Saya emang ya dasarnya banci tampil, seneng banget diajakin nulis dan langsung meng-ho oh-kan tawaran tersebut tanpa pikir panjang. And here goes the real story..
Brainstorming dilakukan. Saya diperkenalkan dengan Roy dan Teh Dewi lewat email. Total penulis as you can see from the picture, ada 7. Selain kami berempat ada juga Dwika, Wandy dan juga Loli. Diskusi kami lakukan lewat email. Tema dan topik tanpa Hidayat juga dibicarakan. Masing-masing update tentang tulisan apa saja dan tentang apa ceritanya, Roy beberapa kali mengingatkan tentang deadline yang dengan tak bermartabat manisnya kami langgar. Sampai akhirnya, selesai sudah tugas menulis kami. Lanjut ke tahap berikutnya..

Kami set up waktu untuk ketemuan dan ngomongin ini itu perintilannya. Dari judul, tagline, konsep cover seperti apa, dan lain-lainnya. Saya jelas seneng banget karena waktu itu akan jadi waktu pertama kalinya saya ketemu Roy dan Teh Dewi. Janjian ketemuan sama Roy di mal paling gaul seantero dunia-akhirat, Arion Mal. Sempet agak bodor nyasar-nyasar dikit, akhirnya saya ketemu Roy. Akhirnya! Roy Saputra, sang penulis kondang tapi sayangnya jomb...........hmmmmppphhhttt.
*keburu dibekep Roy*
LANJUT!
Setelah ketemu sama Roy dan menjemput Dwika di sebuah hotel (?), kami meluncur ke tempat ketemuan, yaitu Ketjil Kitchen. Tempatnya enak dan cozy, menyenangkan. Dan di situlah saya pertama kali ketemu Teh Dewi. Senangnya dobel. Lalu kami ngobrol-ngobrol haha-hihi dan sedikit memperbincangkan tentang perintilan "anak" kami ini :)

Percakapan berjalan seru dan menyenangkan. Kami bahkan sempat pindah ke Beer Garden  yang juga di SCBD. Merasa capek ketawa-tawa dan karena ada anak perawan yang harus diantar pulang sebelum tengah malam, kami pulang.

04 September 2012

(hampir) Menangis

Siang ini, saya hampir menangis.
Membayangkan kamu di samping saya, membawakan banyaaaak sekali cerita setelah kepulanganmu dari benua seberang sana.
Kemudian kita akan menjadi berdua saja, tanpa ada siapa-siapa.

Kamu, yang berbaring di samping saya, terlihat lelah.
Kulitmu yang menggelap karena terbakar sinar matahari, namun ototmu yang lebih kencang. Kerja kerasmu menghasilkan, sayang. Lebih lama lagi di situ, pasti kamu sudah bisa jadi binaragawan. Oh iya, masih ada kontrak kedua, ketiga dan seterusnya, ya. Baiklah.
Sebentar lagi matamu akan terpejam, melepaskan diri sejenak dari apa yang harus kamu kerjakan.
Dan saya akan diam-diam merebahkan kepala saya di dadamu,menyelundupkan wangi rambut saya yang katanya kamu suka, ke dalam indera penciumanmu.

Kita akan berpelukan dalam diam, menikmati kebahagiaan yang akhirnya kita rasakan kembali.
Kita akan tersenyum sendiri, juga dalam diam, membayangkan betapa bodohnya masing-masing kita telah meluapkan emosi kemarin-kemarin dengan cara yang salah. "Apa jadinya kalau kamu marah dan akhirnya meninggalkan aku?" mungkin itu yang ada di dalam otakku nanti.
Kita akan berhenti diam untuk kemudian saling memandang dan tersenyum ke satu sama lain. Mengeluarkan senyum bodoh yang selalu kita lemparkan untuk akhirnya kita leburkan jadi tawa membahana dan peluk yang semakin hangat.

Siang ini, saya hampir menangis.
Merasakan betapa saya rindu kamu, rindu berbicara tentang apa saja, kapan saja, dan dimana saja denganmu.
Memusingkan hal-hal kecil yang akan kamu timpali dengan komentar-komentar singkat.

Biasanya, kamu akan bertanya keberadaan saya dan apa yang sedang lakukan, mengingat pacarmu ini tukang lompat-lompat dari satu lokasi ke lokasi lain dan melakukan banyak hal, jelas kamu akan melontarkan pertanyaan yang sama beberapa kali dalam satu hari.

Biasanya, kita akan berbicara tentang menu makan siang kita. Kamu yang akan selalu menghadirkan tempe, dan saya yang tak hentinya mengomentari hal itu. Kita pernah tertawa bodoh mengenai tempe, kamu ingat, sayang? Kamu yang tidak boleh memakan daging sapi dan saya yang tidak boleh memakan daging babi, lalu kalau kita menikah nanti kita akan makan tempe tiap hari.

Biasaya, kita akan saling mendengar suara satu sama lain di telepon, sebelum kita tidur, setelah kita menjalankan ibadah malam kita. Kamu dengan sembahyang-mu, dan saya dengan sholat saya. Kita melanggar aturan Tuhan dengan mencintai satu sama lain, tapi bukan berarti kita tidak beriman. Ya sayang, ya?

Siang ini, saya hampir menangis.

26 August 2012

Mending nggak usah dibaca. Sungguh.

Sudah beberapa hari ini hubungan saya dan Kadek kurang "klik".
Kenapa eh kenapa? Karena eh karena, sudah beberapa kali waktunya kami berhubungan (BBM-an maksudnyaaa) kalo enggak dia ya saya yang tidur duluan. Ya beginilah pacaran tapi dua-duanya tukang tidur dan kalo nempel dikit sama bantal atau apaan gitu yang adem-adem langsung molor. Makanya kemaren pas di Bali kami kurang banget jalan-jalannya karena sebagian besar waktu dipake tidur wahahahahahahaha.
*dibekep jangkar karena buka aib rumah tangga*

Jadi sekarang intinya, saya mau ngasihtau kalo saya, kangen.
Biasanya sih kami kalo udah jadwalnya dia BBM saya kami banyak ngobrol. Tentang kehidupan saya, kehidupan dia, insecure-insecure ngehek dikit, abis itu baikan dan becanda-becanda lagi. Ya gimana, kami selain pasangan tukang tidur juga pasangan gampangan. Gampang marah tapi gampang juga dirayu (IYA IYA ITU SAYA DOANG SIH DIANYA ENGGAK KECUALI BAGIAN TUKANG TIDUR). Dan saya juga lagi kangen heart-connection kita yang kayak, kalo saya pingin sesuatu pasti dia kabulin. Beberapa waktu yang lalu saya lagi kangen di-insecure-in eh dikabulin sama dia dengan dia nggak mengizinkan saya pergi ke acara Sahur On The Road bareng temen-temen saya. Terus, dia juga minta saya kirim location saya lewat Google Maps, saya kabulin juga lha saya juga nggak kemana-mana. ANJIS BERASA ANAK SMP INSECURE PISAN MANEH, SAYANG!
*gegulingan di kuburan*

Nah, minggu kemarin, hal ini tidak terjadi..
*suara biola dengan dramatisnya mengalunkan lagu "Stasiun Balapan". Nggak apa-apa nggak nyambung, yang penting biola dan dramatis*
Hari Rabu dia BBM. Kalo Rabu itu, biasanya kapal pesiar tempat dia kerja itu bersandar yang jelas di pelabuhan Meksiko, bukan, bukan bersandar di bahunya mas Anang Hermansyah. *dijambak Ashanti* kalo Rabu itu dia turun kapal dan henponnya dapet sinyal, jadilah dia mulai BBM saya hari rabu. Tapi kali ini dia nggak turun kapal dan memilih untuk diem di kamar kemudian...........tidur. Yak jadilah hari Rabu malem saya tidur dengan bibir manyun, pemirsa yang ada di studio maupun di rumah entah rumah sendiri atau masih numpang mertua.
*dikemplang berjamaah*
Rabu malem tidur manyun, bangun-bangun saya berasa Angelina Jolie.

18 August 2012

Intro: Idul Fitri

Ini akan menjadi postingan singkat menyambut Idul Fitri sebelum saya pergi tidur untuk menyiapkan energi untuk Sholat Ied pagi nanti.
Alhamdulillah saya kembali diberi kesempatan untuk merasakan Ramadhan tahun ini. Rasanya seperti mengikuti proses suatu audisi dan saya termasuk salah satu yang beruntung mendapat kesempatan untuk mengikuti pesta utamanya. Idul Fitri kali ini tidak jauh berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya. Selalu saya tunggu, selalu syahdu, selalu memberikan perasaan ingin menangis. Tuhan sayang sekali sama saya, betapapun saya kurang ajar sama Dia sudah sering melanggar banyak aturan-Nya.

Masih diberi kesempatan untuk merayakan hari kemenangan ini dengan anggota keluarga lengkap; orang tua yang alhamdulillah masih sehat walaupun sudah menua, adik yang makin tinggi dan jenggotnya makin melebat, dan saya sendiri yang sudah dalam keadaan yang lebih baik. Kedua nenek saya juga alhamdulillah masih sehat, walaupun salah satu dari mereka sempat ada yang sakit dan masuk rumah sakit, tapi itu semua bisa beliau lewati berkat doa dan perawatan dari anak-anak serta cucu-cucunya yang kasih sayangnya luar biasa.

Hanya satu bagian kecil yang berbeda di Idul Fitri ini, untuk saya.
Pasangan saya kali ini, kesayangan saya, tidak ikut merayakan Idul Fitri.
Bukan karena dia lagi jauh dan tidak berada di negara ini, tapi memang keyakinan yang dia peluk tidaklah sama dengan keyakinan yang saya yakini sepenuh hati.
Dia bahkan tidak tahu kalau saya akan dengan sangat senang hati merayakan Hari Kemenangan ini.
Mungkin ketika saya selesai menjalankan ibadah Sholat Ied dan bertukar haru saling memaafkan dengan anggota keluarga saya, dia sedang sibuk bekerja atau bahkan sekedar menyandarkan kepalanya sejenak untuk beristirahat.
Tidak, dia tidak tahu :)