30 May 2013
Sunsilk Event: Hari Kemilau Indonesia. *kibas rambut*
26 May 2013
My boys. My pride. My everything.
Mengingat-ingat hal ini, saya jadi mellow. Memori membawa saya ke 1 tahun sekian bulan yang lalu, ketika dia dan beberapa temannya datang pertama kali ke Jakarta untuk training di tempat saya bekerja. Saya dan 2 orang teman bekerja dalam 1 tim pengurus training; Ivana sebagai pengurus administrasi, Irham sebagai operasional, dan Anita (baca: saya) sebagai..........guru
Dua bulan mereka di Jakarta, kami punya banyak sekali moment. Saya selalu sengaja men-skip sarapan di rumah dan lebih memilih sarapan di kantor bersama mereka dan ngobrol-ngobrol ringan juga mendengarkan mereka ngobrol dengan bahasa daerah masing-masing (waktu itu mayoritas kelas terdapat dari Madura dan Bali) lucu sekali mendengar dua bahasa berbeda saling bertabrakan dalam satu kesempatan. Kalau saya sudah merasa "cukup", saya akan selalu memotong pembicaraan mereka dengan satu potong kata sebagai mantra:
"Roaming".
Dan kemudian kami akan mengobrol dengan bahasa Indonesia.
17 May 2013
Kelas #14 Akber Bali: Sastra Digital
Udah lumayan lama juga sejak postingan terakhir di rumah kesayangan saya si tilcik ini.
*nyapu-nyapu debu*
Jadi begini. Mari silakan duduk silakan. Kebetulan saya baru beli sofa dari Eropa. Apa? Gak ada sofanya? Ya kan saya bilang baru beli, bukan baru nyampe sofanya. Jadi, duduk lesehan aja dulu, itu karpet saya dibuat dari jenggot unta. Membuat yang duduk di atasnya seperti berada di padang pasir.
*disambit kaktus*
Kali ini, saya mau ngeblog yang agak serius. Apa? Serius udah bubar karena Candil sudah keluar? Aduh. Kalian jangan jayus, karena hanya Renny yang boleh jayus.
*ITU JAYUSMAN, BENCONG*
Kalo kalian kira-kira mengira-ngira sambil deg-degan postingan
06 May 2013
ReviewnyahToskah: Looper. FOKUS, ANITA! FOKUS!
![]() |
| pic source |
21 April 2013
Matur Suksma
17 April 2013
"Twenty dollah fo' two!"
01 April 2013
Senja di Batas Khatulistiwa: Finale
Kepada para pembaca yang setia mengikuti perkembangan kisah cinta Sersan Djatmiko yang sudah tidak sersan lagi dan Suster Susi yang tentu saja tidak ngesot..
Sebelumnya, kami, Anita dan Wira, menyampaikan terima kasih karena sudah setia membaca dan mengikuti kisah cinta Sersan dan Suster yang absurd ini, walaupun kami tau sebenarnya kalian juga membaca cerita ini dengan 89,32452% unsur ketidak sengajaan. Entah tidak sengaja link-nya ke-klik, atau Anda sedang dalam keadaan ngantuk, ataupun di bawah pengaruh Actifed. Kami tetap mengucapkan terima kasih atas kesetiaan Anda membaca seri surat cinta yang ngawur namun tulus ini.
Namun dengan postingan kali ini, kami mohon maaf dan dengan menyesal menyampaikan bahwa kami tidak akan lagi memaparkan lanjutan kisah cinta mereka berdua di dalam blog kami lagi, karena.........we're preparing a better way for you to read about them :)
Sampai saat ini masih dalam tahap penyusunan dan brainstorming antara Wira dan Anita. But we promise you that we will not disappoint and make you wait. Ini adalah salah satu cara kami untuk berterima kasih kepada kalian. You deserve a better way to read :)
Apakah Susi pada akhirnya akan terpaksa menikahi Soetopo yang bentuk rupanya seperti kain lap yang habis dipakai membersihkan guci tua, demi keselamatan papinya? Atau akhirnya Djatmiko akan dengan selamat sentosa berhasil menghampiri Susi dan menikahinya dengan restu orang tua Susi? Silakan nantikan kelanjutannya ;)
Once again, we thank you so much for reading the whole love story thing between Mas Djatmiko and Dik Susi. Tunggu tanggal mainnya! :D
Warm regards,
Wira & Anita


