30 July 2010

New new new!

This is me again, with my late-night posting.
Well as u're staring now..
My loveliest baby baby boo Tealchick has a new template!
:D :D :D
I made it simpler than my previous background, it looks so teenager, i guess..
So here's only a simplicity of mine: Overall white, some blacks, and of course.. Teal :)
Why did i choose to change my template into this one? Because, this recent template leads me into a simpler one. And it also represents me: black and white as my monochrome side, and teal as my.. what is it? "oh-a-bit-way-more-colorful" side? And i guess it will make you readers easier to read my posts without consider the background and the header and the other whatsoever things in this blog.
Well, should've been slept from the last 3 hours, i guess. I have my accounting class start on 7, gotta sleep now, i need some energy for Friday's class and tasks at the office. Good night good people :)

Precious

Well, hello.
This is me and my after midnight blogpost.
Don't know what to do, don't know what to type, and even don't know what to think.

Saya baru aja selesai nonton film yang judulnya "Precious". Here goes the picture:

Film ini tentang Precious. Seorang perempuan muda kulit hitam dengan plus plus size yang hamil dan melahirkan hingga dua kali dari AYAHNYA SENDIRI. Ohwell.. Perjuangan Precious ini dari dia dikeluarkan dari sekolah karena mengandung anak dari ayahnya sendiri, dan akhirnya dipindah ke sekolah khusus bernama 'Each One Teach One'. Dan hidupnya yang seperti neraka tinggal bersama ibu kandungnya yang membenci dia habis-habisan karena ayah yang memperkosanya yang ternyata menularkan virus HIV/AIDS ke Precious ini pergi dan meninggalkannya.
Well, saya tidak pandai dalam menulis review film. But i've never cried more than once in a movie right before i watch Precious. Cerita dan perjuangannya membuat saya belajar dan berpikir banyak bahwa bahkan seorang Precious bisa menjalani hidup dan bertahan diluar seluruh cobaan yang dia terima. Even she says nobody loves her, but she stays, she struggles, because she loves her babies: Mongo and Abdul. Dua anak kecil yang bahkan lahir dari genetik ayah kandungnya. Dan film ini, membuat saya menyimpulkan bahwa, we have our own precious life. Tergantung bagaimana kita menyikapi, menjalani, dan bersyukur akan kehidupan kita masing-masing.
*hapus air mata, masih kebayang filmnya*
And oh, ada satu info penting disini: MARIAH CAREY JUGA MAIN DI FILM INI LOOOHHHH. Dia berperan sebagai salah satu activist worker di daerah Precious tinggal. Bukan actingnya yang oh-my-gosh-keren-banget yang jadi fokus utama saya, tapi di film ini dia tampil TANPA MAKE UP AJA GITU. Biasanya kalo di panggung atau di red carpet kan kita lihat tante meriyeh ini tampil meriah banget ya macam mau lenong, and here goes her picture, without make up!


Jeng jeng! Sini tante Mariah aku sisirin poninya :))

29 July 2010

@Anjinggombal Update: PRE ORDER!





There you go, @Anjinggombal's book and tshirt design, just have your pre order for both book and tshirt.
Book Price: IDR 26.000
Tshirt Price: IDR 85.000
If you order both of them: IDR 100.000 only!!
To make a pre-order, just send us email to TshirtAG@gmail.com contains your name, address, numbers of items, your size, and your phone number so it would be easy for us to contact you.
Anddddd, if you are in Jakarta and already had your order, you can take the Tshirt and books on our launching event at The Mazee FX, 8th of August. Join us, and we'll have fun there! Woo Hooo!!

28 July 2010

Hakim Sepak Takraw

Bagi saya, seluruh manusia itu sama. Yang membedakan hanya perilaku, dan cara berpikir, dan tata letak otak.
Ada yang letak otaknya tepat di kepala, ada yang agak mencong tapi masih di sekitaran kepala, tapi ada juga yang letaknya jauh dari kepala. Cara berpikirnya ada yang bersih tanpa noda, ada yang optimis, ada yang pesimis, tapi ada juga yang sarkastik. Ada yang perilakunya baik. Tata kramanya tertata rapih, sopan santunnya terjaga ketat, namun ada juga yang topik omongannya gak jauh-jauh dari selangkangan dan suka bersikap sesuka hatinya tanpa melihat kepada norma tertentu.

Tapi intinya, berbagai macam jenis itu tetap manusia, kan? Ciptaan Tuhan, yang derajatnya sama. Yaudah deh nggak usah bawa-bawa Tuhan. Cukup kita pahami bahwa manusia itu berasal dari hal yang sama.
Sudah paham? Baiklah, saya lanjut.
Semua manusia itu sama. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Tidak ada yang dapat dibatasi ruang lingkupnya. Tidak ada yang dapat dihalangi kebahagiaannya. Tidak ada juga yang dapat dihakimi cara pemikirannya, dengan cara apapun.
Jadi, saya kurang setuju jika ada seseorang yang menghakimi orang lain dengan dalih demi kebaikan. 
Potong kepala saya jika sinar kebaikan benar-benar datang dari penghakiman. Tidak ada seorangpun yang berhak untuk menghakimi orang lain. Toh orang itu juga akan merasa tidak senang kan kalo dia dihakimi?
Orang yang menghakimi tidak akan pernah mengerti, jika kehidupan yang sedang dia jalani juga memiliki pola dasar yang sama yang sudah terbentuk dari awal nyawanya ditiupkan ke jasadnya. Iyalah, kalau dia tau, pasti dia tidak akan menghakimi.

Well, look. Kehidupan saya bukanlah kehidupan yang terbaik dan bersih dari luka. Tapi setidaknya, saya mengerti bahwa saya tidak memiliki hak untuk menghakimi jalan hidup dan kebahagiaan orang lain. Hal ini, saya percayai akan membawa kebaikan sendiri tanpa menghakimi.

Sudah ya? Akur ya? Jadi, lebih baik berhenti menghakimi dan main sepak takraw.
Salam olahraga.

Two sides

Tidak semua hal yang kita rencanakan direstui oleh Tuhan.
Tidak pula semua hal yang Tuhan berikan dapat kita cerna dengan baik.

Saya percaya, atas pemikiran saya sendiri, bahwa selalu ada dua sisi dari masing-masing hal yang kita dapati di hidup ini.
Kedua sisi itu, namanya Si Positif dan Si Negatif.
Tidak, mereka tidak bermusuhan. Mereka justru berkesinambungan. Saling melengkapi. Iya, melengkapi pemikiran kita para manusia.
Dan si dua bersaudara ini, tidak hanya 'menggerayangi' kehidupan manusia yang mengalami, namun juga orang lain di sekitarnya.

Sebagai contoh pertama, ini saya ambil dari sisi orang yang mengalami dulu, ya..
Ada satu orang. Sebut saja Mawar. Nah, si Mawar ini, suka balapan liar sepeda kumbang. Kenapa harus sepeda kumbang? Tadinya saya mau sebut delman, tapi nanti kalian susah membayangkannya..
Nah, si Mawar ini joki balap sepeda kumbang nomer satu di Jakarta. Dia tidak pernah kalah. Suatu kali, muncullah joki balap sepeda kumbang yang baru saja datang ke Jakarta dan sebelumnya berprofesi sebagai tukang odong-odong. Mawar kalah, oleh si abang odong-odong yang poninya di smoothing.
Si Negatif bilang, hidupnya Mawar tamat. Karirnya hancur. Sepeda kumbangnyapun kecewa akan pemiliknya. Kemampuannya mengayuh sepeda kumbang tidak lagi dianggap oleh orang-orang karena dia dipecundangi oleh pendatang baru. Selesai, selesai sudah, Mawar.
Tapi si Positif juga bilang, walaupun Mawar kalah, bukan berarti tidak ada kesempatan lagi. Mawar memiliki kesempatan untuk belajar untuk mengayuh sepeda kumbangnya agar lebih berteknis, dan juga memberi kesempatan pada orang lain untuk merasakan  apa yang Mawar biasanya rasakan.. Lagipula, si abang odong-odong yang poninya di smoothing itu bisa menang karena kayuhannya lebih kuat. Dia sudah terbiasa mengayuh odong-odong dengan backsound lagu Hadad Alwi dan Sulis. Kadang Saskia dan Geovanni.

Contoh kedua, ini saya ambil dari sisi orang yang mengalami dan orang lain di sekitarnya.
Ada sepasang sahabat. Sebut saja Si Anu dan Si Itu.
Si Anu, penyuka jengkol. Si Itu, menempatkan pete sebagai lalapan favoritnya.
Sebentar, para pembaca. Saya mau semprot pengharum ruangan dulu, sugesti.
*srot srot srot*
Oh, belum disemprot. Tadi saya habis buang ingus. Iya, lagi pilek. Eh, gak ada yang nanya, ya?
Baiklah, lanjut.
Si Anu suka Jengkol. Si Itu suka pete. Suatu saat, mereka makan nasi uduk bareng di rumah makan.
Si Anu pesan nasi uduk pake ayam goreng pake semur jengkol. Si Itu pesan nasi uduk pake ayam goreng pake dadar telor pake tempe tahu goreng dengan lalapan pete bakar. Iya, pembaca. Si Itu emang lagi patah hati, makanya kalap.
Oke. Saya terusin ya?
Nah, si Anu dan si Itu makan deh tuh ya. Lahap, lahap banget. Si Anu sampai ngeborong semur jengkol sampai sekuali gede. Si Itu juga dia sampai cabut itu pohon petenya, dia bakar sama pohon-pohonnya, saking sukanya mereka sama makanan itu. Mereka pun terus melahap makanan itu, hingga akhirnya mereka nafas pun bau jengkol dan pete. Satu restoran terganggu dengan baunya, mereka dihujat. Diusir dari restoran itu. Sang pemilik restoran juga pasrah, gak apa-apa si Anu dan si Itu gak bayar, asal restorannya gak bau pete sama jengkol.
Si negatif bilang, mereka sudah mempermalukan diri mereka sendiri, juga merugikan orang banyak dengan bau tak sedap dari makanan favorit mereka. Mereka juga sudah tidak mungkin makan di restoran itu lagi. Sudah di banned. Dan mereka juga harus ekstra tenaga untuk menghiangkan bau mulut mereka.
si positif bilang, walaupun mereka mempermalukan diri sendiri, mereka setidaknya sudah membebaskan diri mereka untuk melakukan apa yang mereka suka. Tidak terbebani oleh apapun. Untuk Si Itu yang lagi patah hati, dia membebaskan intuisinya dan akhirnya dia tersenyum dengan sahabatnya. See? Bahkan sesuatu yang menyebabkan bau sangat tidak sedap tidak bisa kita hakimi untuk tidak dapat menimbulkan senyum dan kebahagiaan, kan? Oh iya, satu lagi. Mereka juga jadi makan gratis, kan? Diskon doang mah lewaaaat!

:D
Si Positif dan Negatif ini, merupakan dua bersaudara favorit saya. Lebih dari Mary-Kate dan Ashley olsen dengan selera fashion jalanan(street style) nya. Lebih dari Nakula-Sadewa dengan rambut keritingnya.
Dua bersaudara yang satu ini, bisa menimbulkan tawa dan airmata dalam satu kesempatan yang sama. Bisa menampar dan membuat belajar, juga dalam kesempatan yang sama..

Maka dari itu,
Teruslah budi dayakan pertambakan udang, demi produksi terasi dengan kualitas yang optimal!
*dilelepin di laut*
*This is Anita Rizky posting dari bawah laut, ada wifi di deket terumbu karang*

26 July 2010

Distraction: FAIL

 Postingan kali ini hanya distraction. Saya pusing di kantor, kerjaan udah kayak setrikaan orang sekampung. Numpuk puk puk puk.
Jadi ceritanyah, saya diminta translate. Pas saya tanya, "Translate apa, Mas?" dia jawab, "Power Point kok. Slide show". Baiklah, saya kerjakan dengan sepenuh hati.
Slide show pertama, kedua, ketiga, masih okelah.
Mulai slide keempat..
JENG JENG
Tabel.
Isinya details.
Banyak.
Lalu, saya pingsan. Gak jadi kerja.
AH TENTU SAJA ITU HANYA KHAYALAN BELAKA!! HAHAHAHAHAHAAHAHA.
*kelojotan beneran*

"........"
Baiklah. Ternyata distraction berupa postingan bukan cara yang tepat.
Lebih baik saya ngemil kue cubit, sama bikin secangkir kopi lagi.
Sama beberapa batang tembakau.
Sudah, sudah. Yuk kerja lagi.
Have a nice day, people.

25 July 2010

Random conversation

Person 1: "My parents know me well"
Person 2: "Really? What do they know about you?"
Person 1: "Nothing"

This fictive conversation is inspired by a random YMessenger chat with my colorful sister. We feel the same, we think the same, we're young, we're free, we're strong, we know how to be happy. Note that, parents. Ciao.

Again

Kepala saya sakit, sakit sekali.
Saya tidak pernah merasakan kepala saya mengamuk sehebat ini.
Apa yang terjadi, sayapun tak bisa mengingat secara pasti.
Terlalu banyak hal yang saya lalui tanpa akal sehat yang cukup berani.
Logika dan intuisi pun bercampur dengan rendah hati, mungkin mereka mulai mengerti.
Bahwa saya yang belum ingin merasakan mati, harus ditampar keras dengan sesuatu yang lebih keras dari besi:
Reality.


kepala saya benar-benar sakit. Saya butuh sesuatu yang tidak terasa pahit.

24 July 2010

Update: @Anjinggombal's book!

Update! Update! @Anjinggombal's book: AKU PADAMU, will be released at the beginning of August! Uwooowww. I'm very excited that i can't wait any longer! And, i'm going to give you a spoiler. There you go:

THE COVER!! :D

Ohwell, i'm seriously can't wait for it, so do the other admins. We're going to give the profit of this book's sales to charity, just click Tunas Cendekia and you'll find out why we are really excited and glad about this :)
Have a nice saturday night, people! :D :D :D

Ngik.

Sekarang hari Sabtu. Sudah Sabtu ternyata. Hari berjalan cepat sekali. Kayaknya baru kemarin Senin saya males banget memulai hari. Eh, sekarang udah weekend lagi.
Well, saya ada kelas Bahasa Jepang di kampus hari ini. Jadi weekend nya gak pure banget. To be honest, bulan ini saya bener-bener gak punya ruang kosong untuk mikir hal-hal yang menyenangkan seperti yang saya lakukan biasanya. Senin-Sabtu saya kuliah, pulang kuliah selalu langsung ke kantor, kerja. Jadi Senin-Jum'at rasanya dobel tasking, Sabtu setengah dobel tasking. Ya, begitulah.
Saya jujur, saya rindu waktu luang saya yang berlebihan itu. Bukannya tidak bersyukur dengan pekerjaan saya dan tidak menerima kenyataan bahwa saya punya 2 buah mata kuliah yang nilainya harus diperbaiki, tapi, saya, merasa sedikit 'penuh' tepatnya pada bagian kepala. Saya harus membagi sektor pikiran menjadi 3. Untuk 2 buah mata kuliah ini, dan untuk pekerjaan. Membagi waktu. Menambah konsumsi kafein dan tembakau..

...Blah. Saya butuh liburan

23 July 2010

Good night

It's 3 AM already.
Still mumbling here and there, chatting with some friends, browsing random things..
It will never be enough. So i decided to stop now, and say a good night wish..
Good night, good people.
Good night, flew hours of sleep.
Good night, loneliness.
Good night, you. Yes, you..
Good night, the night itself..
Good night, Thursday. Am ready to welcome Friday to my embrace now. The day, not the person.
*silly grin*

Have a really good night, you blessed readers. Mwah.

krik

Krik. Gak bisa tidur. Udah jam segini. Padahal saya ada kelas Akuntansi jam 7 pagi nanti.
Saya juga lagi download film entah-apa-itu judulnya, mumpung connection masih upgrade gratis.
*perempuan gak mau rugi*
Tuhkan, pak hansip udah ngetok-ngetok tiang listrik. Suaranya terdengar sangat dekat dengan kuping saya. Saya selalu suka moment ini, Pak Hansip udah ngetok tiang listrik, malam makin sunyi. Rasanya, malam ini menjadi milik saya dan jari-jari saya. Dulu sih berdua, sama si, well, gak usah dibahas. Nanti saya putar arah balik lagi nih.. :p
*maunya, disiram kopi*

Nah, selagi nungguin donlotan kelar, mari kita semua... Mengheningkan cipta, hingga waktu yang bahkan belum terpikirkan untuk ditentukan.

Mengheningkan cipta.. dimulai.

22 July 2010

Random pics and conversation

Saya di kantor lagi gak ada kerjaan, terus chatting sama Gogo. Ngobrolin cookies yang bikin saya ngiler, berencana buka bisnis sirkus gajah goyang dengan dia pawang gajahnya dan saya yang muterin penonton buat minta saweran, sampai akhirnya, kami mendiskusikan beberapa foto random yang saya temukan disini.

Baiklah, mari kita mulai dari foto pertama.
pic was taken from here
Kata Gogo, dia suka foto ini. Warna langitnya, padang rumputnya juga. Anak kecilnya, walaupun keimutan tampak depan dapat diragukan, juga rambutnya dia suka. Kriwil-kriwil gitu mungkin ya..
Kata saya, ada yang aneh di foto ini. Dia tanya apa, saya bilang, anak kecil dengan dress manis itu, pada pake sepatu atau nyeker. Dan anak kecil di sebelah kiri dengan dress biru ini, saya meragukan kakinya napak apa enggak. Yaaa bisa aja ternyata dia anak kecil jadi-jadian yang sedang menghasut anak kecil lainnya untuk ikut ke alamnya, makanya kakinya ditutupin sama rumput ilalang itu. Untuk kamuflase. Gogo lalu mulai meragukan warna kulit anak dengan gaun putih itu. Dia bilang, bisa jadi si anak bergaun putih itu pakai stocking warna putih, karena warna kulit kakinya dengan warna kulit atasnya beda. Saya bilang, kemungkinan anak itu kakinya panuan. Lalu Gogo bilang, saya cute. YAIYALAH GOOO, KAMU KEMANA AJAAAAA??
*sisir jambul*

Lanjut foto berikutnya.
pic was taken from here

Untuk gambar ini, Gogo suka sekali. Dia bilang warna kutexnya bagus. Benar-benar point of view dan fokus dari seorang perempuan tulen. Dia hanya bertanya itu balok biasa atau penghapus. Dia melewatkan kemungkinan bahwa kotak itu sebenarnya tahu basi yang sudah dikristalkan. Oke, saya ngarang.
Saya tanya, kenapa fotonya harus miring? Padahal kan lebih bagus kalau fotonya lurus aja, lebih mudah dibaca. Gogo berpendapat, kalau fotonya lurus aja, kurang berseni. Tapi saya bilang, yang foto balok "I LOVE YOU" itu mau pamer. Dia habis pasang kutex warna merah menyala, dan biar senada dengan balok i love you itu, fotonya dimiringin, biar keliatan, biar dibilang matching. Saya menganggap yang meng-capture foto ini tukang pamer. Jumawa. Lalu:
Gogo: iya juga ya
Gogo: kok dia suka pamer si nit
Gogo: *sirik*
Saya: tauk
Saya: padahal kukunya gak panjang2 amat
Gogo: iya.... gitu aja belagu... *bibir mencibir*
Yak, bagus. Sudah mulai terpengaruh dia..
*evil smirk*

Nah, sekarang foto ketiga sekaligus foto terakhir yang kami diskusikan:
pic was taken from here
Saya bertanya sama Gogo, menurut dia, point of interest dari foto ini apa, saya bersumpah saya sama sekali tidak bisa menemukannya. Lalu:
Gogo: HAHAHHAHAHHAHA
Gogo: ya ampunnnn
Gogo: anita, aku merasa jahat ni
Gogo: km nih ah!
Sungguh baik hati sekali dia, masih merasa jahat. Dia gak tau aja saya udah ngakak-ngakak sejak menit pertama menemukan foto ini. Gogo bilang, mungkin sang model ini yang punya situs tempat saya mengambil foto-foto diatas. Saya berpikir, bisa jadi dia pemegang sahamnya. Daripada kehilangan modal, mending selipin aja satu foto. Toh mungkin khalayak akan berpendapat kalau foto ini hanya salah satu bentuk kesalah teknisan dalam posting di website ini.. 
*dijambak model di foto tersebut*

Nah. Sekarang saya gak tau lagi mau ngapain. Gogo udah pulang dari kantornya, sedangkan saya masih lantang lantung ngemilin kerupuk aja disini dari tadi. Ohwell, nampaknya saya akan bergabung sama salah satu teman kantor saya main Diner Dash. Sampai bertemu di posting random selanjutnya, kauuandd-kauuaanndd!!
Emmuuaacchhhzzzz... 
*terjangkit virus 4L4Y 94UL*
*kelojotan*
*ayan*
*pingsan*

This is Anita posting ditengah-tengah pingsannya.

Fighters

pic was taken from here
You desire to know the art of living, my friend? It is contained in one phrase: make use of suffering.
-Henri-Frederic Amiel-

Nampaknya "Janji Pramuka" sedang menjadi topik hot akhir-akhir ini.
Masih berhubungan dengan orang yang sama, iya, si Unyuk itu, yang telah membuat "Janji Pramuka" nya untuk menjadi Power Ranger warna abu-abu dan menjaga kebahagiaan orang lain.

Tanpa dia sadari, dia mungkin melupakan cara untuk menjaga kebahagiaan dirinya sendiri.

Tapi, siapa yang peduli? Kalau diperhatikan, kebanyakan film superhero hanya menempatkan highlight pada bagaimana dia menyelematkan orang lain. Adegan sang superhero berjanji untuk menyelamatkan perdamaian dunia dibuat sedramatis mungkin, pakai sound effect dan lighting yang membuat sang superhero terlihat oh-my-god-ganteng-banget, tanpa penonton harus tau tentang jalan hidup sang superhero. Tapi toh para penonton baik bapak-bapak ibu-ibu semua yang ada disiniiiiihhhh.. Ah oke, saya masih terngiang lagunya Inul Daratista yang hits itu, sampai mana kita tadi? Oh iya, toh para penonton senang dan lebih tertarik pada bagaimana sang superhero tendang sana tonjok sini memperjuangkan keselamatan dan kebahagiaan korban perempuan yang hampir diperkosa dan kembali mendapatkan keperawanannya, bukan jalan hidup sang superhero yang mungkin sedang terlilit hutang gak bisa bayar cicilan berlian yang dia beli waktu arisan..

Lanjut.
Berjanji, lalu berjuang. Tidak diperuntukkan untuk mereka yang suka berlonjak-lonjakan di atas trampolin dengan langit warna-warni diatasnya, namun tidak juga diharuskan bagi mereka yang lebih suka tinggal di dalam kegelapan. Janji pramuka dan perjuangan yang sedang menguras tenaga habis-habisan ini, diyakini akan menemukan titik cerah, walaupun dalam menjalaninya luar biasa lelah bahkan mungkin, uhuk, berdarah, tanpa boleh berkeluh kesah.

Perjuangan. Satu kata sederhana yang pelik dalam pembuktiannya. Memiliki tujuan mulia yang melalui prosesnya, seringkali menimbulkan duka. Apa tujuannya? Itu tadi, kebahagiaan, yang walaupun belum ditujukan untuk kita, tapi toh kita akan tersenyum juga melihat orang lain yang kita perjuangkan mendapatkannya.

Untukmu, Nyuki. Ayok kita berjuang untuk tujuan kita masing-masing. Kita bakar lingkaran setan ini, lalu kita, tanpa harus bergandengan tangan karena kita bukan muhrim, berjalan beriringan. Seperti kambing dengan gembalanya. Kau kambingnya, aku gembalanya, pastinya.
Aku yakin kita bisa.

21 July 2010

No words. Just saying.

this pic was made by me.

Good morning, Wednesday!

pic was taken from here

Sekarang, hari Rabu. Saya skip kelas Akuntansi saya, karena diluar hujan dan orang tua saya pergi, adik saya sekolah. Dan saya ogah dateng ke kampus hujan-hujanan naik angkot. Jadi ketika Mama saya membangunkan saya dari tidur saya yang oh-entah-kenapa-nyenyak-sekali, dengan sigap saya menjawab,"Gak ada kelas, Ma.."
Lalu saya tidur lagi. Mama saya pergi.

Sekarang, saya masih di kamar. Dengan lagu-lagunya Suede(Oh, Brett Anderson, just marry me right now, you beautiful gay) mengiringi hari malas ini, ngulet ngulet, nyalain laptop, browsing sana sini, chating sama si itu dan si ini, smsan sama temen saya merencanakan untuk daftar fitness, laper tapi nggak tau mau sarapan apa, dan yang masih berlangsung hingga saat ini.. Posting.

Ini di rumah gak ada kerjaan banget nget nget, mungkin setelah ini, saya mau mandi, sarapan, terus capcus ngantor. Udah gak ada kerjaan lagi cyinnnnn. Bingung saya. Hihi.
Udah ah, selesai dulu posting gak pentingnya. Yang jelas, saya semangat sekali hari ini . Ternyata benar kata orang,"kita harus mengorbankan sesuatu untuk merasa bahagia". Dan ternyata, hari ini kelas Akuntansi saya yang 'dikorbankan' dan mood saya sangat bagus. Oh, bahkan saya tidak sabar untuk memulai hari ini! Oke, mandi sekarang, sarapan, capcussss ngantor. Have a nice day, nice people. And lemme say this once again:

GOOD MORNING, WEDNESDAY! I KNOW YOU'LL BE GOOOOOOOD
:D :D :D

17 July 2010

If


This is Arief Syaftrian, a good friend of mine. Dia menyanyikan cover version dari Bread yang judulnya If. Salah satu lagu favorit saya di dunia ini yang saya gak hapal liriknya :p
Don't look at him too seriously, this video isn't meant to be seen, he made this video in the aim to be heard. Orangnya agak pemalu, soalnya..
*Tuh rip gue bilang lo "agak pemalu" daripada "mukanya gak enak diliat". Baik kan gue?*
Just listen to him and this song, kalo ada yang kesengsem bisa tinggalin comment di postingan ini(Kau pasti gak akan comment di postingan ini ya nyuk hahaha).
Oh iya, untuk "bonus sound effect", dengar deh sampai akhir lagu, pas teman saya ini melakukan closing pada lagunya, dengar baik-baik ada suara apa..
Bagi yang sudah mendapat jawabannya bisa komen juga di posting ini. Have a nice Saturday night! :)

15 July 2010

I have a brother and a sister

the pic was taken from here

I have a brother. A monochrome brother. With 2 colors: black and grey, oh, he's planning to add a brown into his color list, but well, he consider it so hard. He is a guy with a kind heart. A bald head with great mind. A Harley-Davidson. He's a cup of black coffee with less sugar: bitter, but enjoyable. He's a broken-hearted reality: bitter, but we can learn from him so much. He is my on-screen comedian and cheerleader. He is an army with full armor; when it comes to something dangerous, he'll be ready to fight for whoever he loves. He's not in love with me, so am i. I told you i have a brother, not a crush, you dumb.

I have a sister. A colorful sister. With many colors with one word: rainbow. She's great at muffins and cookies. A dreamer. A cup of jasmine tea with flavoured oatmeal cookies. A romantic-comedy-movie. A baby blue bicycle with a basket full of fruits and candy. She's an in-love reality: always pretty to see, also has plenty of things to be learned. She's my one day birthday reminder. She's a rain dancer with shocking pink-yellow polka-dot big umbrella. Little eyes with a big world stored well inside. Adorable.

I have a brother and a sister. They are great. A monochrome brother and a colorful sister. A cup of black coffee and flavoured oatmeal cookies. You must be jealous of me. Yes you are.

I have a brother and a sister. They are not my siblings. Just a random blogwalking. Some messenger chat. Some text messages. Some phone calls. Some sharing moments. Some attention. Some laughs. Some jokes. Some silly grins in front of each other's screen. Some distances.

I have a brother and a sister. Loveliest ones. Can't wait to see them in the morning, at the afternoon, or in the evening, hearing anything from them. Learning anything new. Tasting anything
I have a brother and a sister. Now as bed time comes up, lemme write down my goodnight mumbling:
"God. You rock. You mixed strangers with destiny perfectly. Thank you. Please keep them(whatever you settle it) happy, and blessed. Please keep them surrounded by joy. Please keep them here, beside me. On my laptop screen. If it's possible(indeed there's nothing impossible for You), please let us meet and talk. I wanna punch the brother's face literally and put a flower on the sister's ponytail.

I have a brother and a sister. Without mentioning, i know they'll be reading this. He'll read it with his evil face, and she'll read it with her sweety smile. That's all for today. Goodnight, everybody. Please don't waste your time, find your own happiness.

12 July 2010

@Anjinggombal's Book: Updates

Saya baru saja dapat kabar dari Trisca, teman twitter saya, sesama admin @Anjinggombal, bahwa....
Buku @Anjinggombal naik cetak hari ini!! Ayeeeeeeyyyy!
Ah can't wait really can't wait! I'm so excited about this! Pertama, karena dari iseng-iseng ngegombal ngehe lewat account twitter, jadi kenal banyak teman-teman baru yang skill ngegombalnya juga dahsyat, jadi punya teman dari berbagai penjuru Indonesia, dan, ehm, banyak yang kenal kami pastinya :p

Kedua, saya sangat excited dengan peluncuran buku kumpulan gombalan ini karena kami para admin sudah berusaha menghubungi para kontributor gombalan dengan cara di mention satu-satu di twitter, minta email, dikontek lewat email untuk diminta persetujuannya atas penggunaan gombalannya untuk dicetak di buku, bla bla bla. Satu admin dapet 70an orang untuk di kontek dan jumlah admin ada 12. Nahloh jumlah sendiri deh tuh. Tipe para kontributor yang dihubungi juga beragam. Ada yang ramah banget, 'gampangan' banget sampe setuju-setuju aja, ada yang jadi mem-follow account twitter saya, meng-add account YM, MSN, dan Skype saya, bahkan ADA YANG LANGSUNG SMS SAYA aja gitu. Saya kaget setengah mati. Setelah ditanya-tanya lagi, ternyata orang ini temennya temen deket saya, dan langsung minta nomer henfon saya karena penasaran setengah mati. Muahahahahahahaa.
*berasa ngetop*

Ketiga, saya sangat excited dengan buku @Anjinggombal ini, karena tujuannya untuk amal. Seluruh keuntungan(yang diperoleh pihak @Anjinggombal) tidak akan diberikan ke pihak lain selain ke Yayasan Tunas Cendekia, karena kami semua sudah sangat senang dan excited dengan akan terbitnya buku ini, maka akan lebih baik jika kami juga bisa berbagi kebahagiaan ini dengan yang membutuhkan, kan? :D

Daaaaaaan, kami akan mengadakan segelintir promo untuk buku @Anjinggombal ini. Gonna give you more updates soon, people! Oh 20th July, please come faster! See you at the bookstores, Flingers! Woof woof! :3

The winner is..

the pic was taken from here

Hello.
I'm posting this blog in the middle of my preparation before going to accounting class today at 7, have no sleep at all, and SURVIVED. That's the point, i guess :p

And.. SPAIN IS THE WORLD CUP 2010 WINNER. Wow, congratulation, Spain. You've beat Netherlands, one of the hardest squad to beat.
I never thought that Spain would won the match. I supported Germay, i told you. Then Germany lost against Spain, it was very hard for me to support Spain, so i supported Netherlands to beat Spain. Tapi ternyata semesta berkata lain. Spanyol menang, and i should be fair. So, congratulation, Spain.. Casillas, you are a good goalkeeper. David Villa, Xavi, and other players, great job. And you, coach. You've done a great job, you've trained your squad to play great! :D

Once again, congratulation, Spain. You've won Euro 2008 then now you will be keeping the World Cup's Trophy. Isn't it complete? And yes, hope that the trophy will bring some peace to Spain's problem. Hopefully, i mean it :)
Well, gotta prepare myself now. The World Cup party was over, it is the turn to back to the reality. Real life, the normal one.
This is Anita Rizky posting with zombie face and blank head, have a nice day, and.. Good bye.
P.S: Is anyone out there could tell me the fare for a box of Momogi Cokelat to Medan? Please let me know. I lost a deal. A deal of Momogi Cokelat and a note of it. Thank you

11 July 2010

Fiktif #3: "Hape Obama"

Saya duduk. Kamu duduk, di sebelah saya pastinya.
Tidak, bukan di sebuah bukit penuh bintang bercengkrama, bukan juga di padang rumput luas dengan bulan tunggal memancarkan sinarnya.
Di pasar tradisional, sebelah penjual sayuran, seberang pemarut kelapa.
Kita mengamati. Banyak hal. Orang lalu lalang, pembeli dan penjual yang saling berinteraksi, kamu bilang kamu suka bunyi mesin pemarut kelapa di seberang kita, saya bilang saya suka bunyi pisau tajam menghantam leher ayam yang tak jauh dari tempat kita duduk sekarang. Lalu, kamu bilang saya sadis. Perempuan sadis.
Saya tak peduli. Saya seruput kopi hitam saya. Kamu, yang bukan penyuka kopi, memesan teh manis hangat.

Kita mendiskusikan banyak hal. Harga cabe yang menurut kita tidak sepadan dengan jumlahnya, kucing belang dua warna di depan kita dengan dominan warna putih dan sedikit coklat. Kita berdebat tentang hal itu. Kamu bilang kucing itu warna putih dengan motif coklat, saya bilang sebaliknya. Sampai ada seorang bapak tua tukang angkut sampah lewat di depan kita. Orang sekitar kita menutup hidung mereka, tapi tidak dengan kita. Bapak itu tersenyum kepada kita, dan berlalu. Kamu tertegun pilu. "Bagaimana seorang tua seperti itu bisa menarik gerobak sampah sebesar dan sebau itu?", katamu. Saya tertawa. "Itu memang garis hidupnya, hey laki-laki melankolis" saya menanggapi. Kamu mendengus dan bilang bahwa saya tak berperasaan. Saya kembali tak peduli. Saya bilang,"Bapak itu, memang disitu rejekinya. Pasti ada sesuatu dengan hidupnya sehingga dia, menurutmu, 'hanya' menjadi tukang angkut sampah. Tapi toh, dia tersenyum. Walaupun terlihat miserable, tapi menurutku, justru orang seperti itu yang dapat lebih mensyukuri hidup". Saya kembali menyeruput kopi hitam saya. Kamu memperhatikan saya. Tidak melakukan apa-apa selama 5 detik, lalu mengacak-acak poni saya. Selalu seperti itu jika kamu sudah tidak bisa melakukan apa-apa untuk perdebatan kita.

Saya nyengir. Kamu terbahak. Ada ampas kopi menempel di gigi saya, katamu. Saya tak peduli, lagi. Saya bilang, sekalipun ada gajah yang menyempil di sela-sela gigi saya, saya yakin kamu akan tetap bersama saya di sini, dengan gajah diantara kita berdua, pastinya.
Sekarang gantian kamu yang nyengir. Saya tidak melihat apapun yang nyangkut di sela-sela gigi kamu untuk ditertawakan, sialnya.
Pasar ini makin ramai. Bunyi mesin pemarut kelapa makin intens dan bising sehingga saya tidak bisa lagi mendengar bunyi hantaman pisau tajam yang menghantam leher ayam yang menjadi sound effect favorit saya. Saya protes, kamu diam. Saya cemberut, kamu hanya melirik.

Di depan kita terdapat penjual mainan anak-anak. Ada anak kecil, sekitar umur 3 tahun, merengek ke ibunya untuk dibelikan mainan handphone bohongan. "Hape Obama", tertulis di bungkusnya. Bentuknya mirip BlackBerry, kalu keypad 3 dan 9 dipencet, akan keluar bunyi kucing mengeong. Lain lagi jika 1 dan 7, jika keypad itu dipencet, akan keluar suara auman singa, dan beberapa jingle anak-anak yang bahkan saya tak mengerti bunyinya seperti apa. Absurd.
Sang ibu menolak untuk membelikan sang anak mainan. Uangnya gak ada, kata ibu itu. Sang anak merengek, sang ibu masih bertahan dengan keputusannya. Sang anak mulai menangis, sang ibu mulai menambahkan alasan,"Nanti kalau beli "Hape Obama" ini, kamu gak bisa jajan," sang anak tak perduli, ia mulai berteriak. Orang-orang sekitar menengok, mereka berdua menjadi pusat perhatian. Sang ibu menarik anaknya untuk pulang, sang anak meronta. Saya menyeruput kopi, tanpa menyadari bahwa saya sekarang duduk sendiri. Kamu, tiba-tiba sudah ada di depan anak dan ibu itu, mencoba menenangkan sang anak. Ya, sudah saya duga, kelembutan hatimu tidak bisa melihat anak itu 'menderita' lebih lama lagi. Kamu, membelikan "Hape Obama" untuk anak itu. Memberikannya dengan senyum teduh yang menjadi ciri khasmu. Anak kecil itu berhenti menangis. Ia tersenyum, lalu memelukmu. Kamu terlihat sangat bahagia, sampai.....
Kantong plastik berisi kangkung, cabai, petai, dan jahe menghantam wajahmu. Sang ibu pelakunya, ternyata.
Kamu tak mengerti, bahwa ia merasa terhina, juga merasa urusannya dicampuri. Sang ibu bilang, saya tidak suka sama orang sok pahlawan. Direbutnya "Hape Obama" dari tangan anaknya lalu dikembalikan ke kamu. Ia gendong anaknya yang mulai menangis lagi dan berjalan pulang, meninggalkan kamu yang tertegun.

Kamu terlihat bingung dan bodoh, dengan adanya "Hape Obama" di tangan kamu itu. Saya disini, di sebelah ibu penjual sayur, setengah mati menahan senyum. Kamu kembali untuk duduk di depan saya, masih dengan ekspresi tak mengerti. Kamu bilang, ibu itu tega. Saya bilang, ibu itu bertindak dengan seharusnya.
Kamu, lagi-lagi, bilang saya tidak berperasaan. Kamu bilang, saya akan menjadi ibu yang sangat buruk karena membiarkan anak saya menangis merengek meronta tanpa memenuhi apa yang menjadi keinginannya.
Dengan memandang sepasang matamu yang bersorot teduh itu, saya bilang, bahwa ibu itu bukannya tidak mampu, atau tidak mau menuruti. Ia juga bukan ibu yang buruk. Ia hanya tidak ingin melatih anaknya menjadi anak yang manja. Toh sampai dirumah nanti sang ibu akan memasak makanan favorit anaknya dan membuatnya tersenyum lagi, dengan hal lain. Sang ibu, yang tadi aku lihat di kantong plastik belanjanya terdapat jeruk dan mangga, akan membuat es bon-bon, yang aku yakini menjadi favorit anaknya juga. Kamu harus tau, bahwa tidak semua pilihan utama dapat menjadi jalan keluar. Kadang pilihan alternatif bisa menunjukkan kita hasil yang lebih baik. Dan ibu itu, membuktikannya.
Kamu memandangi saya. Terdiam, lalu kembali mengacak-acak poni saya. Saya tersenyum bangga, telah mengalahkanmu setuju kepada saya dalam dua argumen.

Pasar ini menjadi semakin ramai. Bisingnya mesin pemarut kelapa sudah tidak bisa ditolerir lagi. Kita sudah tidak bisa menikmati apa-apa disini, katamu. Saya setuju. Kita berdebat lagi, tentang siapa yang boleh membayar kopi dan teh ini. Kamu merasa, bahwa kamu laki-laki, memiliki 'tanggung jawab' untuk membayar. Saya merasa, saya tidak ingin 'menyerahkan' diri saya sendiri kepada kamu seharga kopi dan teh ini, juga memiliki argumen yang sama. Ibu penjual kopi dan teh senyum-senyum melihat kelakuan kita, kamu tidak malu? Sampai pada akhirnya, kamu meletakkan dua lembar seratus ribu rupiah di atas meja ibu penjual kopi itu, dan bilang,"Kamu sekarang gak merasa murah-murah amat, kan?". Gantian saya yang diam, ibu itu yang nyengir lebar. Kamu merapihkan poni saya yang daritadi sudah tidak karuan bentuknya, lalu merangkul saya, di bahu. Kita berjalan beriringan, meninggalkan pasar itu.

Berjalan ke parkiran, lalu masuk ke dalam mobil, kamu memainkan "Hape Obama" dan lalu kembali melontarkan pertanyaan,"Apa mungkin, suatu saat nanti, kamu atau aku, atau bahkan kita berdua, bisa bertemu Obama?" gantian saya yang terbahak. Kamu terlihat bingung, apa ada yang salah, tanyamu. "No, nothing's wrong. With those dreams and smart thoughts, you will" kata saya. Kamu protes, kenapa saya tak mau ikut. Saya bilang, saya gak ngefans sama Obama. Kalaupun saya jadi kamu, saya tidak akan menghabiskan banyak waktu dengan Obama. Saya hanya akan memberikan "Hape Obama" itu kepadanya, lalu pergi. Tanpa tanda tangan, tanpa foto bareng. Saya menambahkan, jika saya ke Amerika sana, saya akan lebih tertarik berfoto dengan badut theme park atau street performers. Atau dengan penjual kopi di pinggir jalan, atau dengan anak bule yang sedang belepotan es krim, kalau bapaknya duda ganteng, sama bapaknya juga boleh.
Kamu menjitak saya. "Dasar perempuan", katamu. Meletakkan "Hape Obama" di dashboard, menyalakan mesin, memutar lagu Iwan Fals favoritmu, lalu kita pulang.

Pulang, dengan sejuta cerita dan rencana selanjutnya di kepala kita yang besarnya tak seberapa, namun mampu meresapi indahnya dunia.
P.S: postingan ini dibuat dengan iringan lagu-lagu Suede. Yes, i'm in love with Brett Anderson. That gay vocalist yang ingin saya minta untuk menikahi saya.

The proud supporter is shouting out loud now

Well, hello, everyone.
I just came home from, you know, today's match.
And..
GERMANY WON 3-2 AGAINST URUGUAY!!!
*belly dancing*

That was such a great match. Dramatic, yet heart-shocking. Uruguay played very good, indeed.
Germany played without the Great 4: Klose, Podolski, Lahm, and the great keeper Neuer. Papa Loew done a great job by using his young players to play and get some experience. Sempet ragu juga sih, karena banyak pemain yang BARU KALI INI MAIN DI WORLD CUP. Nomer 9, Kielsling, misalnya. Pemain yang menurut saya lebih cocok jadi anak band ini gak pernah saya liat nongol di lapangan Piala Dunia. Ketika dia turun ke lapangan menggantikan Cacau yang mulai terlihat emosional, he played really good. Then came Kroos changed Jansen, also Tasci changed Oezil. The most interesting is, when Tasci came into the field and Oezil came out from the field. As i know, both Oezil and Tasci are Moslems. Moslem changed with another Moslem. The first thing came out from my mind was,"Did they say 'bismillah' or 'insya Allah we win' before changing each other?" well, not a serious thing, it's just my random thought here :D

Andddd, Thomas Mueller. He's the man of the match. That young, cute, and talented guy. He's 20 years old, a year older than me. Can't even imagine! He made the first goal of the match. From Bastian Schweinsteiger to Mueller. Their teamwork, once again. The second was from Jansen, Marcell Jansen. That oh-so-Germany-face player. The third? It was from Samir Khedira.

:D
Ah, i'm so happy now. What else can i say? The squad played good, the coach trained great, the supporter(read: me) shouted out loud and proud:
VIVA LA DEUTSCHLAND!!!!!!
:'D

Iya, perut macan

Sabtu malam.
Eh, sudah minggu deh.
Tapi masih malam minggu untuk mereka yang lagi pacaran.
Masih Saturday Night untuk mereka yang memperluas pergaulan.
Masih Long Saturday Night untuk mereka yang lagi jejogetan, apa itu namanya? Ah, iya.. Clubbing.

Saya baru sampai rumah. Lagi nungguin waktunya nonton bola. Jerman lagi kali ini. Semoga tidak mengecewakan(lagi). Bagaimanapun, saya pendukung mereka. Baca postingan saya yang ini untuk keterangan lebih lanjut.

Hari ini, Sabtu kali ini, bisa dibilang Sabtu yang panjang untuk saya.
Saya berinteraksi dengan banyak orang hari ini. Jauh lebih banyak dari sebelumnya.
Pagi-pagi, saya baru bangun tidur bahkan belum cuci muka maupun sikat gigi, saya chatting sama orang gila yang punya blog ini. Sambil chatting, saya interaksi sama tukang soto mie yang lewat di depan rumah saya. Iyalah beli soto buat sarapan, masa iya beli pulsa buat twitteran?
*disambit sendal, disuruh fokus*
Oke, saya emang kurang fokus.
*minum Cerebrovit*
Selesai sarapan, saya interaksi sama ember dan kain pel. Iye, berbakti dikit. Ngepel rumah saya yang luasnya hanya sekitar kira-kira kurang lebih 3 hektar. Oh saya lupa, itu sawah tetangga di Sukabumi. Suka ketuker, memang. Sama-sama ada Pak Tani sama Bu Tani soalnya.. Oh, itu orang tua saya? Baiklah, saya khilaf, salah liat.
*diketok cangkul diseruduk kebo*
Selesai ngepel, saya interaksi sama air. Mandi lah, masa nyuci? Bukannya gengsi, tapi gak bisa.. Jangankan nyuci, masak nasi aja belom pernah. Tapi saya jago masak, lho. Masak mie instan. Sungguh calon istri teladan, kan? Oke saya pastikan setelah postingan ini saya akan sedikit lebih jauh dari jangkauan jodoh ideal.
...
*telan ludah, tiba-tiba merasa nista*
EH SUMPAH LOH SAYA JAGO MASAK GAK CUMA MASAK MIE INSTAN DOANG TAPI SAYA BISA GORENG KENTANG TAPI DAPURNYA PERNAH KEBAKARAN
...
Ah sudahlah saya pasrah. Jodoh kan ditangan Tuhan..
*benerin jilbab*
Lanjut.
Siangan dikit, saya bersama adik dan dua orang sepupu saya, menantang diri sendiri untuk pergi ke salah satu mall labirin di Jakarta: Grand Indonesia.
Sumpah, saya rasa kalo lagi kesitu saya harus bawa GPS sendiri, atau mungkin atlas. Iya, atlas. No explanation. Just go there, then u'll feel the same with me.
Di mall labirin itu, kami cuma makan nasi kari. Terhasut abis baca komik Crayon Shinchan. Sangat excited pada awalnya, tapi ternyata rasanya gak jauh beda sama makan nasi pake chicken katsu plus kari mie instan.
JEDER. Kami merasa tertipu.
Selesai makan nasi kari yang MAHADAHSYAT itu, kami lanjut ngopi.
Bakoel Koffie, di daerah Menteng.
Tempatnya enak, nyaman, bentuknya bangunan tua gitu, suasananya homey, didominasi kayu dan settingan kuno. Damn i love that place. Sempet mikirin untuk ngopi bareng Mr. Curiousity disana, tapi pasti nanti saya didatengin Densus88, karena hati saya mau meledak..
HALAH LEBE. UDAH BUNUH AJA SAYA SEKARANG BUNUUUHH NIH SAYA MODALIN GUNTING KUKU NIHHHH KULITI SAYA!!!
*kebawa emosi, kebanyakan nonton sinetron*
BAIKLAH, SAYA AKAN FOKUS.
Eh, capslock kepencet. Maaf, pembaca. Saya khilaf.
Di Bakoel Coffee itu, kami ngopi, ngobrol, main catur, salto, bikin piramid ala cheerleaders, barbeque-an, gelar garage sale, ngamen, lalu diusir.
Tentu saja saya bercanda. Hahahahahahaahahahahahahahahaha.
Krik. Gak ada yang ketawa. Iya, saya serius nih sekarang.
Selesai ngopi, saya pulang. Tadinya mau nginep, cuma gak bawa kaus kaki. Ya gunanya apa bawa kaus kaki juga saya gak tau, soalnya selama ini saya kemana-mana nyeker. Biar lebih nyatu dengan alam pastinya... Oke saya emang kere. Kalo ikutan REG sepasi JENENG juga sms saya gak bakal dibales sama Ki Joko Bodo, dia juga hopeless mau ngasihtau saya cocoknya apa, soalnya..
*smoothing rambut*
Pas sampe rumah, ada tante dan sepupu saya dari Bogor, nyatanya. Ngobrol-ngobrol sebentar, saya pergi lagi sama sepupu-sepupu saya ke mal yang, kalau dibuat soal peta buta nya, saya pasti dapet nilai sempurna: Mal Kelapa Gading.
*suara sorak sorai dari kejauhan: "Akhirnya si Anita ini punya kelebihan juga! Hapal seluruh tempat Mal Kelapa Gading!!*
Udah, gak usah gitu.. Saya jadi gak enak nih ah. Sini sini mana yang sorak sorai riang gembira, saya traktir permen relaxa.
Muter-muter ngiler ngeliatin barang sale tapi duit gaji udah abis, lalu saya ketemu sama teman-teman SMA saya. Lagi pada ngomogin reunian, ternyata. Interaksi lagi sama mereka. Seru, udah lama gak ketemu juga. Kangen, dan bercandaan mereka masih sama: Nyeleneh, tapi gak nyakitin hati. Great enough. Mood Booster.
Dan kesimpulan dari beberapa jam haha-hihi-huhu-heho, kami akan reuni minggu depan, di restoran seafood "harga kaki lima rasa bintang lima" itu. Gonna post it later. I'm so excited about this :D

Selesai rapat-reuni-yang-isinya-ketawa-ketawa-doang ini, saya pulang. Nebeng sama salah satu teman baik saya dari SD yang saking kangennya sama saya, sampai pindah sekolah dari SMA sebelumnya ke SMA tempat saya menuntut ilmu..
*disambit mesin fotokopian*
He's such a crazy guy. Saya pulang bisa dua kali lipat waktunya dari yang seharusnya, karena dia bolak-balik putar balik arah jalan, cuma mau liat billboard iklan di pinggir jalan yang dia gak liat, bahkan rambu jalan yang tulisannya,"Bajaj dilarang parkir disini". Penting abis.

And now, here i am. On my bed, posting this uh-yeah-so-interesting-blogpost, waiting about an hour to watch my squad to play against Uruguay.
And yes, this is my story about my Saturday. How about you, readers? It must be fun! Weekend is always fun. So, let me know about your Saturday. You can send me an email here :)
...
*gak ada email yang masuk*
BAIKLAH! Saya mohon undur diri dulu. Have a nice weekend, everyone! Wassalam.
*naik jet pribadi Bakrie ke Afrika, nebeng sama Nia-Ardi*
*diturunin ditengah padang macan, pake parasut. Bukan, bukan terjun payung, pake jaket parasut*
*dimakan macan*
*update blog dari perut macan*
SEKIAN.

09 July 2010

Eclipse

Jadi ceritanya, 2 hari yang lalu, saya nonton film abege trendi gaul funky masa kini: Eclipse. Iya, FTV tentang Vampir kebanyakan bedak yang ditayangin di bioskop itu..
*disambit bedak sama fans Twilight*

Awalnya saya excited mau nonton film ini, karena banyak yang bilang adegan fighting di sekuel ini lebih banyak daripada di New Moon. Akhirnya, saya mengajak Diana teman saya nonton bareng sepupu saya, yang ternyata juga terdapat kakak dari mantannya Diana. JEGER.Mereka bertemu, lalu dengan segala kecanggungan yang terkikis dalam waktu yang lama, kami semua sudah ngopi bareng sambil nunggu film dan.... Mereka foto bareng aja gitu. CIEEEEEEEEEEEEEEEE!!
*PLAK!! Fokus, Ta. FOKUS!!*
Ah, saya hilang fokus lagi. Baiklah, kembali ke topik tanpa hidayat.
*disambit raket sama Ami Gumelar*
Saya dijadwalkan nonton film yang jam 21.25. Karena kita hidup di negara paling tepat waktu sedunia, kami HANYA perlu menunggu 15 menitan sampai filmnya dimulai. Blah.

And here goes the movie..
Filmnya mulai. Saya deg-degan, ser-seran juga. Bukan, bukan karena kepengen banget nonton FTV Vampir gaul yang tayang di bioskop itu, tapi karena saya... berhasrat, untung buang hajat. Perut saya memang tidak bisa diajak gaul dikit. Kan kalo saya nonton pelem trendi masakini, dia juga ikut menyaksikan. Ah, gak gaul lo, *Rut.
(*Rut= panggilan khusus untuk perut saya. Ya, kami memang intim)
Lanjut.
Dan filmnya pun mulai. Diawali dengan pemuda sok-ganteng-sok-asik-bawa-bawa ransel-yang-menurut-saya-lebih-keliatan-kayak-abis-pulang-les-kumon yang dikejar kejar vampir sampe akhirnya digigit dan kelojotan. Sudah, abis itu ganti scene. Antiklimaks.
Lalu scene berikutnya..
Ada sebuah lahan luas dengan bunga dan ilalang yang nyegerin mata, dengan Edward-si-vampir-kebanyakan-bedak sama Bella-si-ABG-labil-yang-sok-kecakepan ditengah-tengahnya. Saya pertama yakin kalau scene ini syutingnya di Taman Bunga Nusantara. Tapi pas saya lihat gak ada orang-orang nontonin lagi syuting di sekitarannya, saya baru ngeh kalo itu bukan di Indonesia.
*dikeroyok warga*
Saya gak ngerti dan gak paham mereka ini ngomong apa, karena sambil nonton saya juga sibuk twitteran. Scene demi scene berlanjut, Bella kekeuh kepengen jadi vampir, Edward ribet sendiri ngajak kawin, Jacob si manusia serigala heboh gak kepengen Bella jadi vampir. Bahkan saya akan lebih memilih untuk nontonin emak-emak ngegosipin warga setempat daripada nontonin keribetan mereka bertiga.
Saya mulai bosan. Apa menariknya vampir pucat begini? Saya juga berpikir bahwa make-up artist yang menghandle make up para vampir ini merupakan tukang make up keliling buat kawinan antar kampung. BEDAKNYA BANYAK BANGET SAMPE PUCAT GITU!! Tapi setelah bilang ke Diana(yang sudah tertidur di tengah-tengah film) tentang hal ini, dia cuma bilang sambil balik badan tidur ngebelakangin saya,"Emang otaklo sinting, Ta".
Krik. Saya cuma diam seribu bahasa, gak ngerti maksudnya apa.
*dijambak kuntilanak*
Lanjut lagi ya? Yang mau ambil minum karena deg-degan ngebaca postingan kali ini yang serunya minta ampun, silakan, saya tungguin..
....
....
Udah? Oh, ada yang mau ke toilet dulu? Monggo..
....
....
Udah? Oh, ada rumahnya ternyata belum ada toiletnya? Apa? Mau dibangun dulu toiletnya?
KELAUT AJA SONOH!!
*blogger labil, emosian, lagi PMS*

Lanjut lagi.
Saya udah hampir pingsan nungguin ini film selesai. Adegan fighting yang katanya memiliki porsi lebih banyak ternyata hanya isapan jempol tetangga belaka. LEBIH BANYAK DARI MAJALENGKA!! Sepanjang film saya cuma ngeliatin vampir kelaperan lari-larian sambil manjat-manjat pohon. Ini vampir apa siluman simpanse?
*dikerubutin nyamuk, jadi siluman nyamuk*
And about the werewolf, DEMI APA ADA SERIGALA SEGEDE GITU?? Saya sempet shock karena menyangka kalau Jacob Black itu labil dan memilih menjadi beruang. Saya sempet mau ngomong ke Diana,"Nyet, si Jacob labil banget. Di New Moon dia jadi serigala, kenapa sekarang jadi beruang?" Tapi daripada saya dilempar keluar sama dia, mendingan saya diem aja.

Saya mulai mau pingsan nonton film ini. Lamanya naujubilah.
Hingga pada akhirnya...
DAKOTA FANNING!!
Yak, saya lupa kalau ternyata dia main lagi di film ini. Saya suka banget sama performance dia. Dang, siapa yang gak sukaaaaa?? Saya yang udah manggut-manggut ngantuk jadi seger lagi. Tapi ternyata eh ternyata.. Porsinya cuma sedikit. Pueh. Saya ngantuk lagi.
Tapi gak lama, adegan fightingnya nongol. Cuma dikit. Beberapa persen. Saya udah mau bakar layar sambil ngibarin bendera Jerman: AYO KITA NONTON JERMAN-SPANYOL AJAAAAAAA!!
Tapi saya urungkan niat saya itu, karena selain waktunya masih lama, saya memikirkan masa depan saya dan pembentukan opini masyarakat terhadap saya. Saya ogah untuk menggelar press conference dan minta maaf sambil nangis-nangis,"Saya atas nama pribadi dan keluarga, meminta maaf kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan masyarakat, untuk pemberitaan yang meresahkan akhir-akhir ini". Setelah press conference, liputan saya mengibarkan bendera Jerman di depan layar bioskop yang terbakar terus diulang-ulang di infotainment dan diperdebatkan para ahli terawang.
*diajak promosi apartement sama Feni Rose hari Sabtu-Minggu*

Ya gitu lah pokoknya. Endingnya ketebak. Para vampir baik menang, yang jahat mundur. Edward-Bella akan mengadakan pernikahan dini dan lagi kebingungan nyari Wedding Organizer. Jacob yang patah hati, tulangnya ikutan patah-patah sampai dia jadi setengah mummy. Ending yang klise untuk sebuah FTV trendi funky masa kini. Blah.
*dicincang cincang*
*dibumbui*
*dibolak-balik di tepung panir*
*digoreng hingga kecoklatan*
Yak, demikianlah postingan saya kali ini. Kesempurnaan hanya milik Allah, kekurangan hanya milik kita, manusia. Saya Bunda Dorce, demikian sekilas info.
*update dari dalam penggorengan, lagi nungguin hingga kecoklatan*

08 July 2010

The proud supporter is speaking now..

Yak. Sudah jam segini.
Saya baru pulang, abis nonton bareng di lapangan badminton deket rumah saya.
Jerman lawan Spanyol.
Saya, sebagai supporter tetap dan konsisten untuk Jerman, merasa PD dan optimis untuk Jerman, mengingat sebelumnya tim yang saya dukung habis-habisan itu mempecundangi Argentina 4-0.
Tapi ternyata, Paul Si Gurita(yang saya yakini siluman sok tau) memilih kotak yang salah, namun keberuntungan menyetujuinya.
Jerman, kalah. 1-0.
Goal tunggal yang bagus dari Spanyol, serangan bertubi-tubi yang tidak ada habisnya, dan pertahanan yang sangat kuat. Persis seperti apa yang terjadi pada final Euro 2008, mereka bertemu, Spanyol memenangkannya dengan 1-0 juga.
Sedih? Pasti. Kecewa? Tidak. Deutschland played very good. As always, i love their teamwork. Love it so much. I'm sure, Joachim Loew will do better next time, at Euro Cup 2012.
Spain has a good squad, i admit it. Pemainnya yang kadang memang 'ceroboh' dengan tidak memaksimalkan teamwork, memiliki power yang kuat. David Villa, Xavi, Torres, and some other highlighted names at the squad. Good job, the coach(unfortunately i didn't get his name).
Well, for Germany. You've beat Australia, Ghana, England, and even the legendary Argentina. I'm proud of you, you, you, and you, guys. You won't mind if i ask you to beat Uruguay at the next match, yes? :)
Once again, congratulation, Spain. Congratulation. Gonna watch you at the final match against Netherlands. It will be a good match.

Another point is, i realized, that a supporter shouldn't be offensive to other squad. The most important thing of being supporter is FAITH. I support Germany this much because i trust them, believe in them, that they'll play fair, they'll fight not only for their own pride, but also the country's. I do also believe, that, however they've lost like tonight's match, their supporter, their country, will always love them. They got it. They got love, and faith. That's why, they played good. Pretty good. It's just about time, Germany. Time.. :)

And, oh, may i say it once again? My proud shout? Yes? okay.
VIVA LA DEUTSCHLAND!!!
*hapus air mata*

P.S: I'm supporting Netherlands at the final match. Already fallen in love with their performances. So, you gotta be careful, Spain!
*ngajakin berantem* :))
Satu lagi. Saya sekarang rasanya kepengen makan baby octopus atau takoyaki atau apapun makanan yang terbuat dari daging gurita. Mumpung lagi laper. Kalo 14045 bisa menyediakan saya gurita bakar atau apapun, saya akan bayar berapa saja, sekarang.
*masih agak kesel*
*percaya takhayul*
*dililit gurita*
*mati*
THE END.

07 July 2010

Sumpah, random.

Mau posting ah.
Posting apa ya?

Saya, lagi di kantor. Baru sampe sini sekitar dua jam yang lalu.
Terus, terus......
BELOM NGERJAIN APA-APA.
Teladan sekali, bukan?
*dipecat*

Ok, lanjut.
Saya udah satu bulan di sini. I mean, kerjanya, bukan tinggal disini.
YA KALEEEEEEEEEEEEEEEEEE ada yang menganggap saya disini kerjanya nyuci-ngepel-nyetrika. Itumah profesi lama saya waktu di negeri tetangga.........
*PLAK! Ditampar. Fokus, Ta. FOKUS!!*
Baiklah, saya akan fokus.
Pekerjaan saya disini gak berat-berat amat.
Amat aja nggak berat, dia lagi diet, kayaknya..
*BYURRRR!! Diceburin ke Danau Tempe. KALO GAK FOKUS GUE LELEPIN NIH YA!!*
Oke, saya akan fokus. Janji.
Lanjut.
Saya melakukan pekerjaan saya yang kadang-bikin-mata-saya-nyureng-sampe-hampir-jereng ini dengan riang gembira. Gak ada beban. Itulah enaknya. Lingkungannya juga menyenangkan, orang-orang disini ramah dan bersedia membantu saya, ada untuk saya, baik suka maupun duka...
*naik gaji 12 kali lipat. Traktir orang sekelurahan*
Iya, iya, saya lebay. Tapi, saya belum menemukan hal yang memberatkan dari pekerjaan saya disini. Yang paling menyenangkan disini adalah, saya bisa ngopi dan mengkonsumsi tembakau dimanapun dan kapanpun sesuka saya. Sambil kerja, sebelum kerja, setelah kerja, bahkan ketika saya menulis postingan ini, di samping saya ada secangkir kopi dan terselip sebatang rokok antara kelingking dan jari manis saya. Lovely, isn't it? :D

Nah, ini sekarang saya gak tau mau ngapain lagi.
Saya mau berdoa aja deh, mendoakan kalian supaya panjang umur dan bahagia selalu.
Saya dermawan, kan? Iya lah, untuk hal yang gratis dan mudah, saya memang dermawan.....
*jumawa*
*sisir poni*
*diseret massa*
*diarak keliling kampung tulisannya: "PEREMPUAN PERHITUNGAN"*
Habislah riwayat saya.
Have a great day, people......
*Pasrah. Posting blog dari atas arakan massa*

04 July 2010

Don't ask me what is this blogpost about

Saya ingin teriak, di depan danau dengan air yang tak beriak.
Air yang tak beriak pasti dalam, saya akan tenggelam.
Justru itu yang saya cari, saya ingin menenggelamkan diri.
Bukannya ingin sok labil, tapi memang keadaan saya sedang tidak stabil.
Tidak sampai bikin sinting, tapi cukup membuat saya terpelanting.

Saya cemas, ketika merasakan kamu meremas.
Ya tentu saja meremas hati, memangnya kamu pikir apa lagi?
Saya khawatir, ketika merasakan kamu memelintir.
Ya tentu saja memelintir kaki saya dari arah perjalanan, memangnya kamu pikir, saya bisa bertahan?
Saya menggeliat, ketika merasakan kamu menjilat.
Ya tentu saja menjilat sanubari saya, hingga meronta pun saya tak kuasa.

Kamu begitu dahsyat, saya tak kuat.
Juga begitu liar, hingga membuat saya menggelepar.
Sentuhanmu begitu lembut, saya tak bisa cemberut.
Imajinasi saya terbawa hingga ke atas sana, yaampun, kamu ini terbuat dari apa?

...
Sudah, sudah. Lama-lama saya bisa basah.
Tentu saja dengan air mata, karena kamu begitu menggoda, tapi saya tak cukup pandai meraihnya.
Lebih baik kita biarkan saja seperti ini, saya tak lagi ingin merasakan sakit hati dan hari yang sepi.
Setuju ya? Kamu tidak akan kewalahan, karena saya tidak mau repot meminta pertanggung jawaban.
Dan iya, itu yang kemarin kamu cubit adalah hidung saya. Bentuknya minimalis, saya tahu kamu disana akan menahan tawa hingga meringis. Tragis.

Sudah? Aman? Nah, begitu dong.. Ayok, kamu saya traktir naik odong-odong.

Nah, i'm only mumbling. Don't take it as a serious thing.

02 July 2010

Another Friday

Wah, sudah hari Jum'at ternyata.
Hari favorit saya.
Hari kopi sedunia bagi saya dan teman-teman saya.
Hari lepas rindu untuk saya dan mereka.

Ah.. I just can't wait. To finish all of these tasks in the office.
To go and have a cup of coffee, some sticks of cigars, some gossips.. :p

Well, well, well.
Have a nice Friday everyone! :D

01 July 2010

F*!

Nilai saya semester ini, hancur.
Saya akui, saya memang hancur-hancuran semester ini.
Saya berusaha keras. Sumpah.
Tapi kenapa yang saya dapat seperti ini?
Saya tidak berbuat jahat sama siapapun, semester ini. Malah saya yang dijahati.
Teman sekelas yang munafiknya minta ampun, bahkan hasil kerja yang diplagiat tanpa izin.
KENAPA HARUS SEPERTI INI SEMUA HASILNYA???!!

Saya tidak tahu harus apa, sungguh.
Saya sangat berusaha bertahan, Tuhan tahu itu. Tuhan paham dan
Tuhan, tolong bantu saya, untuk bersyukur, dan untuk tidak mempedulikan lagi luka hati yang masih membakar ini, untuk lebih menerima, untuk bisa..... mengampuni. Saya mohon...

Bulan Juli mengawali harinya dengan duka bagi saya. Saya memiliki banyak harapan, padahal.. Sudahlah, blog ini saya tinggal dulu hingga ada berita baik yang dapat saya sampaikan disini. See you, good people.