Showing posts with label 7 Surat Cinta. Show all posts
Showing posts with label 7 Surat Cinta. Show all posts

04 February 2011

Surat cinta #6

Sudah lumayan lama tidak menulis surat cinta.
Kali ini, saya mau menulisnya.
Sebuah surat cinta berisi penuh rindu, untuk kedai kopi favorit saya.
Yang letaknya hanya beberapa ratus meter dari rumah saya.
Yang mas-masnya ramah setengah mati.
Yang di lantai bawahnya toko roti.

Kepada kedai kopi langganan yang terletak di lantai 2.
Saya rindu. Setengah mati. Sama kamu.
Waktu saya dapat kabar kalau kamu mengalami renovasi, saya senang bukan main. Akhirnya kamu akan menjadi lebih cantik lagi.
Satu bulan, dua bulan, saya tahan rasa rindu ini. *TSAAAAAAH!*
Untuk sementara berpindah tempat ngopi sambil menunggu kamu selesai direnovasi.
Gelisah rasanya. Rasa kopinya beda. Mas-mas penjaganya juga tidak seasik di kamu. Dia latah. Saya tidak suka.
Saya semakin resah, renovasimu tidak kunjung selesai. Suatu siang saya melewati kamu, melirik ke lantai dua, ingin tahu sudah sejauh mana mereka melakukan sentuhan perbaikan terhadap kamu. Tapi nyatanya saya tidak melihat apa-apa.
Lantai dua itu, kosong. Tidak ada pekerja, tidak ada perubahan.
Kursi-kursi kayu yang catnya masih bagus. Meja-meja yang masih kokoh, sofa favorit saya yang berwarna oranye..
Tidak tersentuh sama sekali.
Saya kecewa. Marah. Untuk apa para staf bilang kamu sedang dalam renovasi padahal mereka tidak melakukan apa-apa terhadapmu?
Pada akhirnya saya tahu, bahwa kamu, kedai kopi favorit saya, sudah tutup. Ditiadakan. Secara permanen.

Kamu tahu apa yang saya rasakan?
Sedih luar biasa.
Kamu, pemberi kenyamanan di tiap Jumat saya.
Kamu dan aroma kopi hitam favorit saya yang tanpa gula,
kamu dan sofa oranye yang tidak terlalu tebal namun membuat saya betah menikmatinya,
kamu dan sahabat-sahabat saya dan obrolan-obrolan ringan dan tidak penting lainnya,
kamu dan jendela besar yang menampakkan hujan besar dan kilatan petir yang membuat Carol hampir pingsan..
Kamu itu sangat memorable, kamu tahu?

Kamu tidak tahu betapa saya menantikan Jumat datang lebih cepat setiap Senin.
Kamu tidak tahu betapa saya menjadi pengamat setiap harinya, mencari cerita yang saya bagi dengan para sahabat di depan cangkir kopimu.
Kamu tidak tahu betapa saya merasa jauh lebih baik setiap saya pulang ke rumah setelah mengunjungimu.
Kamu adalah saksi, dari setiap kejadian yang saya alami.
Tawa terbahak, tangis terisak, peluk erat, sorak sorai, kerlingan mata, bahkan genggaman tangan yang tertunda..

Ah, jadi melankolis kan saya.
Ya habisnya bagaimana, saya rindu.
Sungguh, nanti kalau saya dapat undian dari sabun colek yang hadiahnya milyaran, saya mau membeli hak atas kamu.
Saya tidak rela mesin kopi itu mulai tertutup oleh debu.
Saya tidak rela sofa oranye itu lapisan kulit imitasinya mulai terkelupas.
Saya tidak rela cangkir putih itu membisu tanpa ada bunyi seruput yang lalu diliputi rasa syukur penikmatnya karena sudah mencintai kopi.
Saya tidak rela biji-biji kopi yang tersusun rapi di dalam toples itu membusuk tanpa makna.

Kamu, Si Minimalis yang Sederhana. Tunggu, ya.
Saya rindu. Kamu jangan hancur dulu.
Tertanda, seseorang yang tergila-gila dengan nyamanmu.

18 January 2011

Surat Cinta #4

Kepada cangkir putih yang berisi kopi hitam.
Kali ini saya ingin menulis surat, kepadamu.
Surat cinta, walaupun saya tahu ini akan berujung nista dan memperburuk citra.
Tapi setidaknya, saya usaha.

Kalau ditanya kenapa saya suka kamu, saya selalu bilang,"Ya ngga apa-apa, biar kece aja gue keliatannya".
Padahal, saya bukan hanya suka. Saya jatuh cinta. Sama kamu.
Kamu hitam tapi menggoda. Harummu tak biasa tapi memberi rasa nyaman yang luar biasa. Rasamu pahit namun menyegarkan mata.

Kamu, yang selalu membuat saya terjaga setiap bulan memunculkan batang hidungnya. Tidak adiktif, tapi membunuh perlahan kata mereka.
Kamu, pemacu degup jantung paling kencang kedua setelah cinta.
Kamu, penyebab sepasang mata ini makin terlihat seperti panda.
Namun kamu, yang walaupun tidak pernah memaksa, membuat saya tak rela melepas semuanya.

Saya tidak tahu lagi mau menulis apa.
Karena kamu tidak terdeskripsikan. Saya tidak bisa menggambarkan uapmu yang mengepul dan menulis apa saja yang terkandung didalamnya, dan ketika menghirupnya, saya tidak bisa menjelaskan ada berapa juta sel otak yang bekerja dan merelaksasi otak saya, juga mungkin harga cangkir putih sederhana yang selalu menjadi perantara antara kamu dan saya.

Teruntuk secangkir kopi hitam dengan harum yang menawan,
kamu adalah pahit yang membuat saya tersenyum manis.

15 January 2011

Surat Cinta #3

Teruntuk hari kelima dalam hitungan minggu pertanggalan masehi.
Hari paling istimewa untuk saya.
Hari dimana saya mengawali kehidupan saya di dunia ini.

Surat cinta kali ini tidak saya tujukan pada manusia ataupun benda lainnya.
Kali ini, surat cinta edisi khusus,
untuk Jum'at.
Hari favorit saya.

Bagi orang lain, kamu bisa jadi hanya hari kelima, penanda akhir pekan, tumbal perasaan karena setiap kamu hadir dan memasuki jam pulang kantor, kemacetan Jakarta yang sangat setia mendampingimu.
Bagi saya, kamu sangatlah istimewa.
Karena kamu yang diizinkan Tuhan untuk menjadi saksi hari lahir saya.
Karena saya percaya, Tuhan selalu memberi yang terbaik untuk yang percaya padaNya.
Dan ya, kamu hari terbaik dalam hidup saya.

Kamu tahu kenapa saya begitu mengistimewakan kamu?
Karena kamu juga menjadi hari dimana saya merasa paling nyaman.
Kamu selalu menjadi hari dimana saya bertemu dengan teman-teman baik saya, ditemani secangkir kopi.
Kamu, waktu yang tepat dan secangkir kopi? Tidak ada yang bisa merasakannya seperti saya.

Wahai Jum'at,
kamu juga menjadi saksi untuk beberapa momen berharga untuk saya pelajari. Senang, sedih, tawa bahagia, airmata buaya, genggaman tangan mesra, pertemuan, perpisahan, semuanya pernah kamu saksikan. Tepat pada kedatanganmu.
Dan selalu kamu.

Jum'atku,
sungguh saya jatuh cinta kepadamu. Sungguh saya tidak bisa menahan untuk menantimu ketika Senin datang, ingin Kamis cepat-cepat pergi, dan ingin Sabtu mengundurkan diri. Mereka mungkin cemburu, bisa jadi.
Kalau kamu tergambarkan, kamu akan menjadi hamparan padang rumput dengan berbagai macam tanaman di sana. Langit hijau toska dan sinar matahari yang tidak terlalu terik, dengan hembusan angin sepoi yang memabukkan kenyamanan. Saya akan berada di situ, merasakan kelembutanmu sambil memejamkan mata, dengan hal-hal riang berputar di kepala saya..

Maka perkenalkan, Jum'at saya. Hari yang selalu menjadi kesukaan saya, kesayangan saya. Hari yang selalu menjadi istimewa untuk saya.
Kali ini, konsep keindahannya tidak hanya tertanam di kepala saya, namun saya tunjukkan juga padamu, melalui susunan aksara apa adanya, yang mewakili rasa cinta yang luar biasa.

14 January 2011

7 Surat Cinta: The Beginning

Akhir-akhir ini di timeline twitter saya lagi rame sama program #30harimenulissuratcinta. Ide ini dicanangkan oleh @perempuansore, seorang perempuan yang canggihnya minta ampun dalam mengolah kata jadi rangkaian yang bikin senyum. Ketika baca program #30harimenulissuratcinta itu, saya nggak kepikiran untuk ikutan. Ya gimana mau ikutan, terakhir nulis surat cinta aja entah kapan. Mungkin pas SMA, which is 4 tahun yang lalu. Pas labil-labilnya, itu juga seinget saya isi surat cintanya nggak karu-karuan. Biasa, gejolak cinta siswi SMA ngerti kan kan kaaaan~ :p

Nah.
Siang ini, ketika saya lagi mengamati timeline twitter saya, makin banyak yang ikutan program itu dan ngasih link postingan surat cintanya di twitter. Saya jadi tergoda. Apa jadinya, saya, yang tidak bisa berkata-kata mesra atau mengundang hasrat membara(tuhkan, dari sini aja udah kebayang gimana buruknya pembendaharaan kata saya), menulis surat cinta? Maka dari itu, saya akan mencoba, setidaknya, menantang diri sendiri, untuk menulis surat cinta.
Ya, saya akan benar-benar menulis surat cinta.
Tapi tidak 30 hari, tidak. Saya bisa mabok beneran. Saya akan memasuki tahap awal: pemula.
Dari 30 hari, saya akan turunkan sedikit angkanya menjadi 7.
*digetokin. Dari 30 sampe 7 itu jauh, nyeeet!*
Bukan 7 hari, bukan. Tapi 7 surat.
Iya, saya emang banyak nawarnya.

Jadi, setelah postingan ini, saya akan menulis 7 buah surat cinta, kepada 7 orang yang berbeda. Juga, 7 surat cinta ini tidak akan saya letakkan sia-sia, namun saya tandai dengan tag: 7 Surat Cinta, untuk memudahkan para pembaca yang mau baca surat cinta saya yang belum tentu isinya cinta.
*ini maunya apa sih saya? Maklum, pemula*
:p

So,
Let the fun begins :)