Showing posts with label life lesson. Show all posts
Showing posts with label life lesson. Show all posts

08 May 2015

Memories

Beberapa hari yang lalu, saya ke Citywalk Sudirman. Saya dan beberapa teman janjian lunch di situ. FYI, Citywalk ini adalah mall yang tidak terlalu besar namun nyaman bagi saya. Kenapa? KARENA ISINYA MAKANAN SEMUWAHAHAHAHA.
*sumpel mulut pake timbangan*
Saya datang sekitar pukul 11.30, belum terlalu ramai karena memang belum jam makan siang tapi karena saya lapar makanya saya dateng duluan. Kalimat pertama yang keluar dari mulut saya ketika memasuki Citywalk adalah,"God, I miss this place so much", mengingat dulu hampir setiap hari saya ke situ. Yaiyalah, tinggal jalan kaki dan jaraknya juga masih reasonable kalo saya ke sana dari kantor pake heels 10 cm (maksudnya biar keliatan kece padahal lumayan juga siang bolong jalan pake heels di bawah sinar matahari).

Banyak kejadian yang saya alami di situ. Entah itu makan siang reguler, kabur sebentar dari kerjaan yang hectic pada jam ngopi untuk take away Hazelnut Latte-nya Starbucks, ataupun ngopi-ngopi santai selepas jam kerja. Dari senyuman lebar hingga aliran airmata yang cukup deras juga pernah saya alami di sini. Pelukan hangat pertama yang saya dapatkan dari salah seorang kawan baik ketika drama LDR Jakarta-Meksiko itu berakhir juga saya dapat di sini. God, there are so many things I've done and passed those days.. It's like my second home.

05 December 2014

Freedom


Saya lagi sering banget memutar video ini di browser saya. Chandelier by Sia, salah satu lagu yang lagi hot-hot-nya di chart Billboard lokal maupun interlokal internasional. Yang menarik perhatian saya selain suara Sia yang beti a.k.a beda tipis sama Rihanna, juga quirky dance yang dibawakan dengan ciamik oleh si kecil Maddie Ziegler. The dance was so attractive buat saya. Mondar mandir kesana kemari, jungkir balik, loncat-loncat, bahkan ketika dia membelalakkan matanya dan menimbulkan kesan agak menyeramkan di salah satu scene, semua terlihat menarik di mata saya. I really enjoy what she does in the video. Jelas terlihat, Maddie puts all of her heart in every of her move. Hasilnya? Everybody's talking about her. Dari sekian banyak komentar yang saya baca di comment box video ini, sebagian besar mengomentari Maddie's dance instead of the song itself. Dan tentu saja, jumlah view video ini sudah melebihi 350 sekian juta views. Gilingan padi di sawah a.k.a nggilani!

Melihat video ini membuat saya kemudian berpikir dengan kapasitas otak yang seadanya, "When was the last time you do something with all of your heart?"

03 December 2014

Kritik = Kripik

Saya habis membaca tulisannya Roy tentang kritik. Sebagai seorang Virgo, cara penyampaian Roy tentang kritik mengkritik ini sudah termasuk 'halus' :p

Kritik mengkritik sudah menjadi salah satu molekul dari bagian alam raya ini. Sudah ada dari kapan? Jangan tanya saya. Karena saya akan menjawab dari zaman dinosaurus, di mana pada suatu siang yang cerah, Brontosaurus mengkritik Tyranosaurus yang badannya panjang tapi tangannya pendek dan hari itu merupakan siang yang cerah terakhir bagi si Brontosaurus dan makan siang besar bagi sang Tyrannosaurus.

Tidak semua orang suka dikritik. Saya, sebagai seorang Virgo yang diragukan kredibilitasnya punya tendensi yang besar untuk mengkritik apapun, saya ulangi, APAPUN, yang kurang 'sreg' di hati saya. Tapi sama halnya seperti Roy, saya merupakan seorang Virgo yang baik hati tidak sombong rajin menabung juga Tut Wuri Handayani yang kalau mau mengkritik akan lihat kondisi dulu. LIHAT KONDISI DULU ORANGNYA GALAK APA ENGGAK HAHAHAHAHAHA. Kan bakalan lucu juga kalau premi asuransi yang selama ini saya bayar per bulan dipake klaim rumah sakit cuman gara-gara mengkritik orang galak yang setelahnya saya digebukin..
*daftar asuransi satu lagi, just in case*

Tidak semua orang juga tahu timing yang tepat untuk mengkritik. Ada yang lebih spontan (tanpa uhuy) dalam mengkritik tanpa tedeng aling aling, yang menurut saya lebih 'berbahaya' karena bisa kalian bayangkan nggak sih kalau kalian sedang menunjukkan sebuah karya atau pendapat dengan penuh semangat tapi tau-tau ada yang bilang,"Kok biasa aja ya menurut gue". MINTA DITENGGELEMIN BANGET GAK SIH TU ORANG KITA LAGI SEMANGAT-SEMANGATNYA DIJATUHKAN DENGAN KALIMAT BEGITU. Walaupun dia punya hak untuk mengutarakan pendapatnya, cuman tetep aja kita sebagai yang dikritik bakal manyun or at least berkata dalem hati,"Lo gak ngerti capeknya bikin karya begini, nyet".
Shit happens in unexpected times, eh? :D
Namun tidak sedikit juga orang yang memilih untuk mengkritik di saat kita sudah 'adem' dan tidak terlalu meluap-luap mengutarakan karya atau pendapat kita sehingga kritik mereka lebih acceptable dan perdamaian umat manusia tetap terjaga. This kind of people, are angels. Ibarat kata bantal, tipe pengkritik seperti ini adalah tipe bantal bulu angsa yang harganya lebih mahal dari harga kasur sehingga tidur kita tetap nyenyak tanpa sakit leher di keesokan paginya.

20 March 2014

A spineless rose


*ketok-ketok mic*
Ehm. Tes, tes. Tu wa ga pat. Halaw? Yak. Udah beres ini microphone-nya.
HALAW, PEMIRSAH!
Wah, sudah lama ya kita nggak ketemu, udah dua postingan! Sungguh luar biasa saya ini ya dua postingan sebelomnya pake bahasa Inggris. Kalian pasti kangen banget saya ngepost pake bahasa Indonesia, kan? Apa? Enggak? Hah, kalian bilang banyak yang lebih pintar dan bahasa Inggrisnya lebih bagus dari saya? Ya nggak apa-apa. Saya mah anaknya pede. Biar kata pas-pasan juga yang penting sombong.
*kibas rambut yang berkilau kece karena habis keramas*
Gimana weekend kalian kemaren? Mine was beautiful. Hari Minggu lalu, ketika saya lagi panas-panasan di depan gerobak es podeng deket rumah, saya nggak sengaja ketemu sama sahabat semasa kecil saya. Untuk menghargai privacy, mari kita panggil dia Mawar. Ya emang standard, sih. Tapi yaudahlah yang penting kan kualitas tulisan saya ini.
*kibas rambut untuk kedua kalinya*
*kecolok sendiri* 

17 March 2014

Dedication.

pic source

4 days ago, was the world's kidney day.
And I, as you all know, have very sensitive hearing sense for the word "Kidney".
Because I lost 2 men that I love so much who are suffering one common disease:
Kidney Failure.
And those men, are my grandfather and boyfriend.

Two different persons, one heart broken: Mine.

26 December 2013

#ReviewnyahToskah: The Freaky Teppy

Ehalaw! Pertama-tama saya mengucapkan Merry Christmas bagi papem a.k.a para pembaca sekalian yang merayakan. Semoga damai dan berkah Natal tahun ini membawa kita semua ke arah yang lebih baik. Amin!
Gimana natalnya papem sekalian? Dinnernya? Kue putri saljunya? Kado natalnya? Enak? Senang? Saya walaupun tidak merayakan natal senang sekali ngeliat antusiasme penyambutan natal. Apalagi yang merayakan ya. Pasti senang dan antusiasnya berkali kali lipat. Ho ho ho!
*sisirin jenggot Santa Claus*

Gimana hari ini? Masih libur ya? Cuti bersama ya? Apa? Ada yang libur sampai tahun baru? APA? KALIAN NGETAWAIN SAYA HARI INI GAK LIBUR? MANA SINI YANG NGOMONG MANAAAA BERANTEM AJA SAMA SAYA SEKALIAN YOK!
*siapin lap topo buat ngelapbazooka*
Kegiatan kalian kemarin pas libur ngapain? Saya dong mengisi kegiatan yang berguna bagi nusa dan bangsa, yaitu....membaca. Intelek banget gak tuh kedengerannya? Kalian penasaran gak saya baca apa? Hah? Enggak penasaran? Penasaran deh, nyeneng-nyenengin saya gitu, mumpung akhir tahun, saya udah mau tutup buku nih.. Nah, gitu dong pada pura-pura penasaran.

Jadi, buku yang saya lahap habiskan saat itu juga adalah..

24 December 2013

My Christmas Present: Good friends.

Jadi, di hari Minggu kemarin yang MMGG a.k.a Mendung-Mendung Gimanaaa Gitu, saya baru bangun langsung mandi dan makan siang. Ya, sungguh berfaedah sekali awal di hari Minggu saya. Pas lagi makan sama emak dan bapak saya, emak saya bilang, "Ta, tuh ada JNE" sambil nunjuk bingkisan di meja komputer. saya cuman manggut sambil lanjutin makan. Gak bisa, bingkisan itu tidak bisa mendistraksi saya dari makan siang saya yang berupa nasi bakar dan dadar telor!
*burp*
Saya gak excited nerima paketan JNE karena saya tau isinya palingan barang-barang yang saya beli online kemaren dan ada yang seharusnya nyampe kemaren tapi saya tungguin sampe botak diye kagak dateng-dateng. Jadi, berbekal kecewa dengan servis pengantar paket ini (saya bayar ongkir yang mahal supaya bisa nyampenya kemaren dan mereka baru ngasih sekarang? TELAT NYET ITU BARANG GUE BELI BAKAL KADO BUAT TEMEN GUE YANG ULANGTAHUNNYA KEMAREN GUE UDAH KEBURU BELI KADO LAGI GARA-GARA ELU GAK NGANTERIN TEPAT WAKTU! Kadal burik) saya cuekin aja. Sampe akhirnya saya selesai makan, saya baru ambil paket yang dimaksud emak saya. Pas dipegang, lah kok kecil? Perasaan saya pesennya clutch bag, bukan dompet koin. Pas saya lihat lebih teliti, ternyata....

28 November 2013

The man behind the piano: Gita Wirjawan

Ehaaai pemirsah! Wah, pada sumringah sekali mukanya. Pasti karena pada abis gajian, ya? Iya dong saya tau, itu di jidat kalian ada tulisannya "ABIS NGANTRI DI ATM".
Apa kabar ni semuanya? Di hari yang cer-cer-du alias cerah-cerah-sendu, iya, cerah untuk yang udah pada gajian, sendu buat yang belum.
*dikeplakin sama yang gajiannya di akhir bulan mentok*
Saya tu siang ini lagi browsing-browsing YouTube. Bukan karena saya gak ada kerjaan, tapi karena saya, well, iya deh saya ngaku saya lagi gak ada kerjaan. Lanjout! Tadi sampe mana saya cerita? Oh iya, lagi browsing YouTube! Saya tu lagi browsing-browsing video live music kece yang kekeceannya kurang lebih sama kayak muka dan hati saya, dan dimulailah perjalanan browsing saya dari jazz, dan saya nemuin video ini:


Bukan, fokus saya bukan di Dwiki Dharmawan yang saya akan ikhlas ngelapin keringetnya kalo dia kecapean, tapi lebih ke the man behind the piano. 
YES, PEOPLE! IT'S GITA WIRJAWAN! 

12 November 2013

Lontang Lantung by Roy Saputra. Review apa bukan ini ya namanya?

*ngemil roti maryam cocol susu*
*susu dinosaurus*
Eh halo, pembaca sekalian. Udah jam-jam segini jamnya ngopi sama ngemil, nih. Apa? Kalian bilang saya gak ada kerjaan? Ih enak aja. Saya tuh orangnya sibuk banget, kali. Saking sibuknya sampe bos saya aja nggak tau kesibukan saya apa.
*disambit gerobak roti maryam*
AAAAANYWAY, kalian bingung nggak kenapa saya posting di jam-jam kantor begini? Apa? Enggak? PEMBACA MACAM APA KALIAN TIDAK MEMPERHATIKAN PENULISNYA! Saya ini capek-capek membangun image sebagai penulis yang berprofesi sebagai sekretaris yang giat bekerja rajin menabung tidak sombong Ing Ngarso Sung Tulodo Ing Madyo Mangun Karso Tut Wuri Handayani sehingga tidak pernah posting di jam kerja, tapi sekalianya saya posting di jam kerja kalian malah.....mengabaikannya?
*menangis sedih di kolong gerobak roti maryam*

Kalian pasti bertanya-tanya postingan apa yang kali ini akan saya sampaikan dengan bijaksana.
Jadi, begini..

03 November 2013

Cerita Patas

Ehaaai! Kalian pasti berpikir ngapain saya nulis malem-malem begini, apalagi hari Minggu. Besok kan harus kerja? Apah? Besok bukannya hari kejepit karena Selasa-nya tanggal merah? Hah? Kantor kalian gak cuti bersama? HAHAHAHAHA! Sama, dong.
*puk puk*
Iya, nih. Saya besok masih kerja baru Selasa-nya libur. Gak apa-apa, lah. Toh perjalanan menuju kantor saya juga biar kata macet, saya gak akan menderita di dalam bus pemerintah yang punya jalur sendiri itu. PFFFT!
*dipelototin Pak Jokowi*
Ya gimana, dong. Saya ini kan tipikal orang yang kalo pagi-pagi mood udah turun, akan nempel seharian. Daripada gara-gara bela-belain ongkos lebih murah tapi saya harus desek-desekan di dalem bus yang penuhnya naujubilah itu PLUS berdiri selama perjalanan dan bergelayutan, mending saya hindarin aja yang begitu modelnya. IYA IYA INI SAYA LAGI NGOMONGIN BUS TRANSJAKARTA YAAMPON NGAPA PADA LEMOT AMAT SIK?!
*dijejelin karcis sekerdus*

"Loh terus kalo gak naik TransJakarta, kamu ke kantor naik apa, Anita?" tanya para pembaca (imajiner) kepada saya.
Jawabannya adalah....