23 March 2010

Intermezzzzzzzzzo

Saya lagi ribet.
Tugas sana-sini, ini-itu, Ujian Tengah Semester di depan mata, ketidak konsistenan hati, semakin hitamnya lingkaran di bawah mata saya akibat kurang tidur, ketidak sinkronan akan kebutuhan tembakau dan kondisi paru-paru, lagu-lagu mellow yang entah kenapa terus terputar dari music player saya secara shuffle, berat badan yang naik, seorang teman yang antara kenyataan dan kebohongannya berbanding sangat terbalik, serta hal semrawut lainnya yang terus berkeliling di kepala saya kayak odong-odong.

Rasanya mau kabur. Nggak usah jauh-jauh. Yang penting saya bisa menyingkirkan tumpukan kertas laknat tugas kuliah saya yang seolah minta dibakar. Tapi kenyataannya, saya nggak bisa. Semua kertas kutukan dari neraka ini, merupakan tanggung jawab saya untuk diselesaikan. Konsekuensinya tentu saja nilai dan prestasi saya yang jadi taruhannya.. TSAHHHHHH.

I miss my old times. When i was free and..... younger. Tahun ini kepala saya udah 2. Tanggung jawab pasti jadi lebih banyak, kedewasaan juga makin dituntut, begitu juga dengan pemikiran dan logika. Pertanyaannya adalah, "Apa saya bisa?". Saya, seorang Anita pada 6 tahun yang lalu, adalah seorang perempuan muda(saya kurang suka dengan sebutan 'gadis', terlalu menghakimi kesannya) yang mukanya belepotan sunblock dan suka banget nantangin matahari jam 2 siang, main Volley. Sedangkan seorang Anita pada 3 tahun berikutnya(umur 16 tahun), adalah juga, seorang perempuan muda(lagi-lagi saya tidak suka dihakimi dengan sebutan 'gadis') yang kurang berminat dengan dunia pendidikan. Nggak pernah main Volley lagi. Nggak terlalu sering sekolah. Sekalinya sekolah ya nggak pernah 'sekolah', ngobrol dan segala macemnya tetap dinomorsatukan, dan mulutnya masih 'berantakan'. Nggak jarang kata-kata kasar keluar dari mulut saya, bukan sesuatu yang ajaib kalo saya pernah meneriaki seorang Pak Ogah,"ANJ*NG LO NGENT*T!!" yang nyolek saya waktu angkot yang saya tumpangin ngelewatin dia.

That was an... Anita, an 'old' Anita Rizky Hardiyanti Prabowo.
Then what happened to 'today' Anita? 19 year old, sitting in front of an Acer 4925 named Bleki, havent took a bath yet for a whole day, writing these stuffs while doing assignments at a same time, listening to Kings of Convenience's songs while many things are sorrounding inside her mind, and feeling tired.

Sudah, ah. Makin lama saya buang waktu disini. Saya masih punya beberapa tugas yang deadlinenya besok pagi. Saya sampe udah minum Susu Milo tadi karena saya mau minum kopi besok pagi. Hal-hal yang muter-muter kayak odong-odong itu nampaknya masih betah di kepala saya. Saya juga belom ada niat untuk ngusir mereka, sih.. Oh, iya. Speak about odong-odong, saya jadi inget sama peri kecil nan gembil yang suka bikin saya pengen ngejawil. Saya baru beberapa menit yang lalu chat sama Mamanya yang seorang teman baik saya, dan cerita kalo dia lagi centil-centilnya dan tiap sore langganan naik odong-odong:

Have a good night, People! 

07 March 2010

Tante Anne, Finally! :)

Saya lagi seneng.
Seneng banget. Enggak, banget banget banget, malah.
Kenapa, eh kenapa?
Karena, eh karena.. Setelah cerita panjang lebar di postingan ini tentang gimana besarnya rasa kangen saya sama Tante Anne(mamahnya almarhum), akhirnya siang tadi dengan sedikit nyasar celingak-celinguk, saya akhirnya sampe juga ke rumahnya dan ketemu dan ngobrol.

Saya janjian sama Pipit(adeknya almarhum) untuk ketemuan dan bareng ke rumahnya. Di rumahnya ternyata udah ada Noel sama Carol yang nginep dari malem sebelumnya. Saya degdegan, suwer. Udah lama banget nggak ketemu mamahnya. Buka pintu, "Assalamualaikum", hal pertama yang saya liat adalah: tabung oksigen yang pernah dipake almarhum. Kaki saya langsung lemes. Baru masuk udah ngeliat hal yang bikin inget. Sok sokan nggak ngeliat, jalan ke dalem rumahnya, nengok ke dalem kamar, hal pertama yang saya liat adalah celengan superman yang pernah saya kasih ke dia. Kaki makin lemes. Jalan ke meja makan, di tembok ada fotonya dia waktu masih kecil. Bawaan saya udah mau nangis. Pas di dapur, baru deh ngeliat Tante Anne lagi sibuk nyiapin ini-itu buat makan siang. Perasaan saya campur aduk ngeliatnya. Seneng, kangen, sedih, nggak percaya, semua jadi satu. Sempet beberapa detik diem dengan backsound suara Noel, Carol dan Pipit yang ngobrol di meja makan, saya samperin beliau.

Saya(AC-Anita Cantik): Tante..
Tante Anne(TA): Iya.. *balik badan, bengong ngeliat saya*
AC: *cium tangan, cipika cipiki* apa kabar, Tante?
TA: *masih kaget* Eeh, Nita! Baik kok.. Nita makin langsing aja nih kayaknya..
AC: *keGR-an, pingsan. TENTU SAJA SAYA BECANDA* Hehehehe. tante juga makin ayu.. Lagi ngapain, Tante?
TA: Ini lagi mau masak nasi uduk.
AC: *tiba-tiba jadi laper* Waaaah! Asik tuh, Tante! Sini mau aku bantuin nggak tante masaknya?
Noel, tiba-tiba: JANGAN MAU TANTE!! NITA NGGAK BISA MASAK!! MASAK KENTANG GORENG AJA KEBAKARAN!!
AC: .........
Dasar bule monyet.
TA: *nampaknya terprovokasi sama Noel* Nggak usah, Nita duduk aja tuh main sama yang lainnya.
AC: *mengkeret, mundur teratur ke meja makan, gabung sama Carol, Noel, dan Pipit*

Saya duduklah di antara 3 perempuan rumpi itu. Mereka lagi ngerumpi sambil mengkonsumsi tembakau. Kelihatannya enak. Jadi saya keluarkan 'perbekalan' saya dan bergabung sama mereka.
 Saya haha-hihi bareng mereka, sampai pada akhirnya saya mau membuang abu dari batangan rokok saya, dan tertegun.
Di meja makan, ada asbak yang saya kasih buat almarhum untuk kado ulangtahunnya dia, tahun 2004.
Shoot. Dengkul saya lemes lagi.
Tapi itu semua nggak bertahan lama. Saya memang butuh waktu untuk adaptasi sama kondisi rumah itu yang memang akan bikin dengkul saya lemes. And i made it, within an hour. 3 perempuan perokok dan perumpi itu masih ngobrol di meja makan, saya nyamperin Tante Anne ke dapur lagi. Nyuri moment buat ngobrol.

Still, AC: Tante, lagi goreng apa?
TA: Ini lagi mau goreng tempe orek. Nita gimana kuliahnya?
AC: Baik kok, tante.. Alhamdulillah lancar.. Rumahnya enak loh, tante. Adem..
TA: Iya, kecil tapi adem. Tante kan sekarang cuma berdua sama Pipit. Sejak dia 'nggak ada'..
JENG JENG JENG. Ini dia nih, topik yang paling nggak saya harapkan untuk muncul ke permukaan.
AC: Iya, tante..
TA: Tante kangen sama Nita. Tiap tante kangen sama almarhum, pasti tante kangennya sama nita juga. Cuma kalo tante mau inget-inget almarhum lagi, kan tante itu namanya nggak ikhlas, apalagi pas neneknya almarhum juga nggak ada, makin sepi kan..
AC: *nelen ludah* Iya, tante..
TA: Tante mikir, ini yang terbaik buat dia. Mumpung almarhum masih belom punya istri apalagi anak, jadi kan dosanya masih nggak terlalu berat, jadi ya udah, tante masih nyoba untuk nggak kepikiran sampe sekarang..
MAMPUS GUE DOI NGOMONGIN DOSA.
AC: Iya, tante.. Aku juga doain terus kok.. Tante pokoknya jangan terlalu capek juga, ntar malah makin kepikiran..
TA: *sambil goreng tempe* Iya, Nita.. Nanti Nita kan bisa lebih sering main kesini juga, kan? Deket dari kampus Nita..
AC: Iya, tante. Aku juga ntar bisa janjian juga kan sama Pipit, main kesini. Nggak jauh kok.

Dan sempet ngobrol agak lama, saya akhirnya gabung lagi sama ketiga perempuan rumpi yang lagi ngerumpiin hal-hal random itu.

Dan begitulah. Saya seharian haha-hihi, makan nasi uduk, makan coklat, makan puding, main monopoly yang berakhir dengan Noel yang membalikkan papan monopoly setelah mengetahui kekalahannya. Done with monopoly, masih tidur-tiduran, kami ngobrol-ngobrol. Sayangnya Tante Anne nggak terlalu banyak gabung sama kita.. Sampe akhirnya, udah agak sorean, pasukan rumpi bubar. Kami semua pamit. Setelah cium tangan dan cipika-cipiki sama Tante Anne, saya janji mau main kesitu lagi dan minta Tante Anne untuk tetep jaga kesehatan. She showed me her smile. Special smile that i always love. Sampai akhirnya saya keluar rumah, saya masih bisa ngeliat Tante Anne dengan senyumnya. And from that on, saya janji sama diri saya sendiri, untuk nggak cengeng hanya karena sekedaar kangen dan keinget sesuatu tentang dia secara random.

I walked steps forward, then realized that there are so many things that i have to do instead of keep looking at the past. Saya harus bisa sekuat Tante Anne, yang walaupun keliatan cape dan kurus, tapi tetep berpikir 'sehat' dan kuat :D

Tante Anne, ntar kalo aku main lagi kesana, aku boleh nambah nasi uduknya kan, ya?

Oh iya, ini foto asbak spider man yang pernah saya kasih:

:')

It's Over, you're a dick.

Dear Almost Lovely,


I'm writing you this email because I think our relationship has run its course. Do you realize that you're a total loser? It might be hard for you to believe, but one thing I can tell you for sure: you really need to work on your skills in bed. I mean, you're just plain bad at sex. Maybe part of the problem is that you drink so much. You can't actually call gin-flakes or beerios breakfast. Why do you have to be so messy? How hard is it to put your dirty underwear in the laundry machine and wash a few dishes now and again? Here's some food for thought: you're a dick! It's not easy to carry on a successful relationship with someone like you. And by that, I mean someone who is downright stupid, you feebleminded dimwit. I don't know how to break it to you, but I found someone else to replace you. You know what they say: out with the old, in with the new! 


Some people get very little money out of their job. Some people get dumped. Joy of joys, you get both. Why do you spend so little money on me? Buying me a happy meal at McDonald's does not count as taking me out to dinner. If you ever get engaged, just remember that an onion ring is not a valid replacement for a wedding ring. Sometimes you need to take things a bit slower, and just have fun. Unfortunately, this relationship is becoming too serious for my tastes. What really breaks the deal is your horrible grammar. Srsly d00d, learn 2 rite a sentance! 


Sorry, but you're not even worth keeping as a friend. Give me back my keys, I don't want you coming around here anymore. Why are you so boring? I've seen rocks that are more interesting than you. I never want to see you again, jerkface! Stay away from me or I'll beat you with a frozen salmon. I think you get the idea: this relationship is over.


Enjoy yourself!
Always Lovely




***


Hehe. Norak ya saya. Pagi-pagi udah bikin break-up letter, nggak tau untuk siapa. Lha wong pacar aja nggak belom ada, mau gaya-gayaan mutusin orang :p


Saya lagi 'menjelajah' blog ini dan menemukan postingan ini then leads me to this site. Saya nyengir lebar pagi-pagi ngeliat peluang iseng sambil nunggu mood buat mandi, saya bikin break-up letter yang paling 'kejam' menurut saya dan option dari website itu. Kenapa saya bilang gitu? Karena i never imagine to write a letter to dump someone because he's not good in bed and he spends too little money on me. I can't even imagine that i will 'throw' someone away to the roadside from my room then ask him impatiently to give back my key, because he's grammatically sucks at writing, and such a plain stupid. And also, i will NEVER kick a man's butt out of my life because he only gets me a McDonald's happy meal. That's a way too far from my mind.


And here i am, with another side of 'me', dumping 'someone' with 'imaginary letter' and a random mind.
Enjoy the letter, readers. i'd like to see yours, too. Just send me an e-mail and show me how great you are in dumping someone :p
Hopefully u'll have a good Sunday, people! :D