Showing posts with label :) :) :). Show all posts
Showing posts with label :) :) :). Show all posts

22 August 2020

Ale

Teruntuk kamu.

Kamu datang dengan tenang namun serta merta, telah mengisi hari-hari saya dengan detak jantung yang berlomba-lomba dan tak acuh irama. 

Kamu, membuat aliran darah saya naik cepat ke kepala, hanya dari memandangi matamu ketika kamu berbicara. 

Kamu, yang membuat saya menoleh ke kiri setiap kali saya pulang, hanya untuk melihatmu dan merasa tenang. 


Kamu sudah tau apa yang saya rasa setiap kamu hadir di dekat saya. 

Kamu sudah tau bahwa kamu adalah istimewa yang berbeda, karena kamu tidak hanya datang, namun juga menghadirkan ruang. 

Kamu sudah tau bagaimana saya tidak ingin kamu beranjak, karena lembutmu telah membuat saya kembali berpijak.


Pada tulisan saya yang ini, saya bercerita tentang bagaimana saya, untuk pertama kalinya melihat orang yang sama sekali tidak saya kenal, sangat memasrahkan hidupnya pada Yang Maha Memiliki: Doa yang terdengar nestapa, air mata yang mengalir tanpa jeda, berlindung lemah pada sujud yang bersimpuh luruh. Semua terjadi di depan mata saya, menyadarkan saya bahwa hidup ini memang bukan milik kita. Semua rasa yang dirasa, asa yang dipuja, tidak pernah benar-benar kita punya.  


Teruntuk kamu, yang baru saja mendengar isak khawatir saya.


Saya tidak tau Dia memiliki rencana dan kehendak apa untuk kita, namun saya ingin menikmati hadirmu dengan seksama. Saya juga mau kamu tau bahwa kamu membuat saya merasakan jenis nyaman yang belum pernah saya raba, dengan cara yang belum pernah orang lain tawarkan kepada saya sebelumnya. 


Kamu, membuat saya merasa utuh.

Karenamu, saya menjadi perempuan paling bahagia di dunia.

11 October 2017

Dua Puluh Tujuh

7 September 2017.

Hari di mana usia saya memasuki tahun ke dua puluh tujuh.
Semakin banyak hari yang dilewati, semakin banyak hal baru yang dipelajari, dalam kata lain: saya makin tua.
Namun tidak cukup tua untuk tidak bersyukur.
Apa yang saya hadapi selama ini, saya serap baiknya, saya buang buruknya.
Karena saya tidak tahu hidup saya akan sesingkat apa. 
Karena saya tidak tahu apakah saya akan mencapai titik kebahagiaan sejauh apa selama menjalani hidup saya. 

Saya menerima banyak ucapan yang diiringi senyuman, doa, sukacita bahkan kejutan-kejutan manis dari orang-orang terkasih. Dari mereka yang menyempatkan waktu, tenaga, dan biaya untuk mengejutkan saya dengan kue yang ditancapkan lilin dan dengan riangnya menyanyikan "Happy birthday", dia yang menelpon interlokal dari ranah Sumatera di tengah-tengah waktu liburannya, dan tentu saja, mereka yang dengan tulus mendoakan saya dari berbagai macam bentuk media. 

Saya merasa sangat istimewa dan tentunya bahagia. Dua puluh tujuh tahun sudah saya menjalani kehidupan sehari-hari. Jatuh-bangun, asam-garam, suka-duka, tawa paling bahagia juga tangis paling sendu pernah saya alami, dan tentu saja, saya syukuri.
Rasa syukur. Gratitude.
Itulah satu hal yang saya minta sama Tuhan sebagai kado ulang tahun saya. Saya hanya ingin menjadi orang yang lebih bersyukur. Saya menjalani hari-hari saya dengan fisik yang sehat, sanctuary berupa orang tua dan adik laki-laki yang tak hentinya menghujani saya dengan kasih sayang dan doa, juga orang-orang yang mengelilingi saya dengan kebaikan hati dan ragam karakternya, yang tentu saja membuat saya belajar hal baru tiap harinya, dan membuat saya merasa membutuhkan rasa syukur yang lebih banyak lagi, dan lagi.

Saya sadar bahwa rangkaian kata yang diuntai sedemikian rupa diuntai menjadi ucapan terima kasih tak akan cukup untuk menggambarkan betapa tentramnya hati saya memiliki support system sekuat dan se-membahagiakan ini. Namun saya tetap melahirkan tulisan ini, untuk sedikit berdoa:
Semoga mereka yang membuat saya bahagia, lebih berbahagia lagi. 
Semoga doa-doa baik yang dipanjatkan ke saya, berkali-kali lipat dikembalikan kebaikannya kepada mereka yang mendoakan saya, oleh Tuhan.
Semoga mereka yang tulus ikhlas hadir di kehidupan saya, diberi cinta kasih yang meluap tak terbendung.
Aamin ya rabbal'alamin.

20 March 2016

Mistakes

Ehai! Selamat hari Minggu. Bagaimana hari Minggu kalian pada tanggal tanggung ini? Nggak kemana-mana karena bokek? HAHAHAHA KASIAN.

Sama dong sama saya.
*ditiban mesin ATM*

Masih ingat tulisan saya sebelumnya yang ini? Nah kali ini, masih dengan orang yang sama, saya 'janjian' lagi nulis dengan topik yang berbeda. Bukan, topiknya bukan Hidayat meskipun saya napsir berat sama dia apalagi kalo lagi tanding terus wajahnya teralirkan keringat, saya bawaannya mau lari-lari ke tengah lapangan bawa-bawa handuk Good Morning terus elap-elap keringatnya.
*dijejelin nett bulu tangkis ke lobang hidung*

Seperti postingan sebelumnya, saya kali ini akan menulis tentang suatu hal yang mana adalah yaitu:
Mistakes in life I wish I could change.

People make mistakes, they say. Di dalam hidup ini yang namanya kesalahan pasti ada aja muncul di waktu dan tempat kami persilakan yang pastinya tidak terduga. Namanya juga manusia, hidupnya bersosialisasi. Sama diri sendiri aja suka salah paham, apa lagi sama orang lain yang isi kepalanya nggak bisa kita paksakan?
*kibas poni*
*ke kanan dan ke kiri*
Apalagi orang yang ceroboh kayak saya, pasti ada aja kesalahannya. Entar terlambat, entar salah ngerti padahal udah dikasih instruksi, entar ini, entar itu. Tapi dari sekian banyak kesalahan yang sudah saya lakukan, saya mau menuliskan 2 kesalahan yang sedikit-banyak mengubah hidup saya, yang kalau saya pikirkan lagi hari ini, saya ingin menjadi ilmuwan dan menciptakan mesin waktu agar saya bisa kembali ke masa ketika saya melakukan kesalahan tersebut dan tidak melakukannya.

09 March 2016

Most Precious Thing(s) In Life

Ehai, para tilcikers dan tilcikerswati dari berbagai macam sudut dunia jagad raya ini. Pada bingung ya kenapa saya mendadak nulis lagi? Jawabannya mudah, karena saya pintar dan produktif dalam menulis.
*diselengkat blog statistic*
Maka apa yang membuat saya posting dua blog posts dalam dua hari berturut-turut? Memang inisiatifnya bukan dari jiwa dan skill menulis saya yang amatir, namun berawal dari percakapan via WhatsApp ini:


Maka kami pun sepakat untuk menulis tentang topik yang sudah disepakati sebelumnya: 
The most precious thing(s) in life. 

Saya sempat bingung (dan bahkan bengong) ketika topik itu muncul ke permukaan untuk sesuatu yang saya tuliskan. Spontan saya berbicara pada diri sendiri: “Apa ya?” pertanyaan itu pun terus berputar di otak saya yang kosong ini.
Bagi beberapa orang yang mengenal saya dengan baik, kehidupan saya akhir-akhir ini sungguhlah selow kalo kata anak jaman sekarang. Bangun tidur, siap-siap, pesan ojek online, pergi ngantor naik ojek, sampai di kantor ceritanya kerja, lalu pulang. Udah, gitu-gitu aja. Palingan kalo ada janji ngopi sama temen-temen saya aja saya baru keluar rumah. Sudahkah hidup saya terlihat cukup membosankan bagi kalian semua? Kalau sudah, sekarang saya akan menceritakan tentang betapa lebih membosankannya lagi hidup saya, and now let me tell you about the most precious thing(s) in my life, as mentioned above. 

07 March 2016

Remedi Indonesia Experience: First time, and having fun!

Pada suatu Selasa sore yang nggak tau mau ngapain, saya lagi di kantor dan scrolling-scrollling timeline Path saya, and I found this post:



08 May 2015

Memories

Beberapa hari yang lalu, saya ke Citywalk Sudirman. Saya dan beberapa teman janjian lunch di situ. FYI, Citywalk ini adalah mall yang tidak terlalu besar namun nyaman bagi saya. Kenapa? KARENA ISINYA MAKANAN SEMUWAHAHAHAHA.
*sumpel mulut pake timbangan*
Saya datang sekitar pukul 11.30, belum terlalu ramai karena memang belum jam makan siang tapi karena saya lapar makanya saya dateng duluan. Kalimat pertama yang keluar dari mulut saya ketika memasuki Citywalk adalah,"God, I miss this place so much", mengingat dulu hampir setiap hari saya ke situ. Yaiyalah, tinggal jalan kaki dan jaraknya juga masih reasonable kalo saya ke sana dari kantor pake heels 10 cm (maksudnya biar keliatan kece padahal lumayan juga siang bolong jalan pake heels di bawah sinar matahari).

Banyak kejadian yang saya alami di situ. Entah itu makan siang reguler, kabur sebentar dari kerjaan yang hectic pada jam ngopi untuk take away Hazelnut Latte-nya Starbucks, ataupun ngopi-ngopi santai selepas jam kerja. Dari senyuman lebar hingga aliran airmata yang cukup deras juga pernah saya alami di sini. Pelukan hangat pertama yang saya dapatkan dari salah seorang kawan baik ketika drama LDR Jakarta-Meksiko itu berakhir juga saya dapat di sini. God, there are so many things I've done and passed those days.. It's like my second home.

04 February 2015

3 Things About Him

Memasuki bulan ke-11.
Bukan, bukan kehamilan ataupun pelunasan cicilan.
Tapi bulan ke-11 dari hubungan saya dan pacar saya. Oh mari bersama-sama kita panggil dia si Om. Kenapa? Karena dia sudah om-om mwahahahahaha.
*dijewer*
Ya, saya menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang usianya terpaut lumayan jauh dari saya, 15 tahun. TAPI KATA TEMAN-TEMAN SAYA YANG KELIATAN TUA MALAH SAYA BUKAN DIA.
*tenggak obat anti aging, sepabrik*

Wow, hampir setahun.
I must say, hubungan ini adalah hubungan serius pertama yang saya jalani.
Bukannya saya bilang hubungan kemarin-kemarin saya main-main, tapi saya merasa hubungan ini adalah hubungan yang paling......memutar otak.
*menghela napas panjang*
Kenapa gitu? Iyalah, saya kan nggak punya otak, berpikiran cetek dan apa-apa dihadapi secara emosional. Sementara itu dia sudah lebih dewasa dari saya dan pola pikirnya pun sudah jauh ke depan, ya ngebul lah kepala saya kalo harus ngadepin dia.
*kipas-kipas kepala*
*kebakaran*

20 March 2014

Mon homme


pic source

You suddenly came into my life.
Appeared in front of me,
sneaked into my subcounsious,
then instantly become my center of attention.

I still remember how we first met.
How warm your palm was when we shook hand,
how our eyes met,
and you smiled.

Then you brought me to your world,
a place where I have never been before.
With all of the surprises:
up(s) and down(s),
happiness and sadness,
even laughter and tears.

You got me sunk and trapped,
happily.
You make me feel wonderful with your little touches,
because you know how much I love affection.
You make me feel safe when you're holding my hand,
not letting me go anywhere but your side.
You make me feel unique with our nicknames to each other,
where the hell are the sweet-romantic nicknames going? I don't care, I love ours.
You make me feel loved everytime you take my hand and sniff it,
which I would usually stare at you and smile, as I love you more and more each day.

You, are the center of my world.
The focus of my lenses.
The smoke of my cigarettes.
The sip to my cup of coffee.
The kiss of my "good morning",
and "good night".

Yes, I love you, mon homme. Let's just enjoy what we're having now as your grey hair grow more and those wrinkles start to show up, agree?
:)

A spineless rose


*ketok-ketok mic*
Ehm. Tes, tes. Tu wa ga pat. Halaw? Yak. Udah beres ini microphone-nya.
HALAW, PEMIRSAH!
Wah, sudah lama ya kita nggak ketemu, udah dua postingan! Sungguh luar biasa saya ini ya dua postingan sebelomnya pake bahasa Inggris. Kalian pasti kangen banget saya ngepost pake bahasa Indonesia, kan? Apa? Enggak? Hah, kalian bilang banyak yang lebih pintar dan bahasa Inggrisnya lebih bagus dari saya? Ya nggak apa-apa. Saya mah anaknya pede. Biar kata pas-pasan juga yang penting sombong.
*kibas rambut yang berkilau kece karena habis keramas*
Gimana weekend kalian kemaren? Mine was beautiful. Hari Minggu lalu, ketika saya lagi panas-panasan di depan gerobak es podeng deket rumah, saya nggak sengaja ketemu sama sahabat semasa kecil saya. Untuk menghargai privacy, mari kita panggil dia Mawar. Ya emang standard, sih. Tapi yaudahlah yang penting kan kualitas tulisan saya ini.
*kibas rambut untuk kedua kalinya*
*kecolok sendiri* 

17 March 2014

Dedication.

pic source

4 days ago, was the world's kidney day.
And I, as you all know, have very sensitive hearing sense for the word "Kidney".
Because I lost 2 men that I love so much who are suffering one common disease:
Kidney Failure.
And those men, are my grandfather and boyfriend.

Two different persons, one heart broken: Mine.

24 December 2013

My Christmas Present: Good friends.

Jadi, di hari Minggu kemarin yang MMGG a.k.a Mendung-Mendung Gimanaaa Gitu, saya baru bangun langsung mandi dan makan siang. Ya, sungguh berfaedah sekali awal di hari Minggu saya. Pas lagi makan sama emak dan bapak saya, emak saya bilang, "Ta, tuh ada JNE" sambil nunjuk bingkisan di meja komputer. saya cuman manggut sambil lanjutin makan. Gak bisa, bingkisan itu tidak bisa mendistraksi saya dari makan siang saya yang berupa nasi bakar dan dadar telor!
*burp*
Saya gak excited nerima paketan JNE karena saya tau isinya palingan barang-barang yang saya beli online kemaren dan ada yang seharusnya nyampe kemaren tapi saya tungguin sampe botak diye kagak dateng-dateng. Jadi, berbekal kecewa dengan servis pengantar paket ini (saya bayar ongkir yang mahal supaya bisa nyampenya kemaren dan mereka baru ngasih sekarang? TELAT NYET ITU BARANG GUE BELI BAKAL KADO BUAT TEMEN GUE YANG ULANGTAHUNNYA KEMAREN GUE UDAH KEBURU BELI KADO LAGI GARA-GARA ELU GAK NGANTERIN TEPAT WAKTU! Kadal burik) saya cuekin aja. Sampe akhirnya saya selesai makan, saya baru ambil paket yang dimaksud emak saya. Pas dipegang, lah kok kecil? Perasaan saya pesennya clutch bag, bukan dompet koin. Pas saya lihat lebih teliti, ternyata....

24 November 2013

Le Girrrrrrrls!

Jadi ceritanya, saya lagi nonton Running Man (variety show dari Korea). Show ini adalah tentang 7 orang (tadinya 8, yang 1 keluar) entertainer Korea (ya iyalah, kalo entertainer Indonesia namanya bukan Running Man, tapi Mission X. EAAA! #nyinyirdipostinganblogsendiri) yang melakukan beberapa misi yang saling bersangkutan. Nah, yang kali ini saya tonton adalah episode 171, di mana ketujuh orang ini melakukan misi bersama-sama (biasanya ada yang dibagi jadi beberapa grup, ada juga yang individual mission) dan episode kali ini entah kenapa jadi keliatan kayak lagi liburan keluarga. HEBOH :))

Saya suka banget nonton Running Man ini. Karena chemistry mereka dapet banget. Kalo lagi berantem lucu, cuman kalo lagi bareng-bareng gitu kekeluargaannya terasa banget. Malah saya baca di beberapa artikel, mereka di luar syuting Running Man juga suka keluar lunch bareng-bareng atau ada beberapa dari mereka yang penyanyi ngeluarin single featuring. Seru banget! Gitu ya kalo emang udah deket satu sama lain dan berasa kayak keluarga. Beberapa karakter yang berbeda disatuin. Emang ada cocok-nggak cocoknya, cuman ya ujung-ujungnya bisa lagi bersatu dan malah menjadi lebih baik. Kayak apa yang terjadi malam ini, bikin saya senang sekali dan pas banget abis itu nonton Running Man ini.

Apakah yang terjadi malam ini?
*masukin backsound horror*
*dikemplang*
Jangan khawatir, para pembaca. Saya juga cemen anaknya takut sama yang bau-bau horror. Nonton The Conjuring aja gak berani biar kata dibayarin juga :))

03 November 2013

Cerita Patas

Ehaaai! Kalian pasti berpikir ngapain saya nulis malem-malem begini, apalagi hari Minggu. Besok kan harus kerja? Apah? Besok bukannya hari kejepit karena Selasa-nya tanggal merah? Hah? Kantor kalian gak cuti bersama? HAHAHAHAHA! Sama, dong.
*puk puk*
Iya, nih. Saya besok masih kerja baru Selasa-nya libur. Gak apa-apa, lah. Toh perjalanan menuju kantor saya juga biar kata macet, saya gak akan menderita di dalam bus pemerintah yang punya jalur sendiri itu. PFFFT!
*dipelototin Pak Jokowi*
Ya gimana, dong. Saya ini kan tipikal orang yang kalo pagi-pagi mood udah turun, akan nempel seharian. Daripada gara-gara bela-belain ongkos lebih murah tapi saya harus desek-desekan di dalem bus yang penuhnya naujubilah itu PLUS berdiri selama perjalanan dan bergelayutan, mending saya hindarin aja yang begitu modelnya. IYA IYA INI SAYA LAGI NGOMONGIN BUS TRANSJAKARTA YAAMPON NGAPA PADA LEMOT AMAT SIK?!
*dijejelin karcis sekerdus*

"Loh terus kalo gak naik TransJakarta, kamu ke kantor naik apa, Anita?" tanya para pembaca (imajiner) kepada saya.
Jawabannya adalah....

06 October 2013

6th year.

6 Oktober 2013.

How are you up there, Dud?
I hope you're doing well, because down here, I'm doing good.
Masih terasa sepinya walaupun sudah sejauh ini saya melangkah sendiri. Saya masih kadang-kadang ingat sama kamu lalu berharap kamu lihat apa saja yang saya lakukan.

Saya masih menjadi seorang Anita yang kamu kenal. Anita yang keras kepala, yang banyak maunya, yang tidak bisa diatur. Masih sama. Hanya, sekarang bedanya saya sudah agak tua saja. Sudah 23 tahun umur saya sekarang. Dulu waktu kamu pergi, saya masih 17 tahun. Masih muda dan naif. Masih sangat tergantung pada kamu, satu-satunya yang saya percayakan untuk menemani saya menjalani kehidupan saya. Hari, bulan, bahkan tahun. Selalu seperti itu selama 3,5 tahun selama kamu masih ada, kan? And that was the most amazing years for me.

13 September 2013

Max Factor Glossfinity: A series of ellegance

Akhir-akhir ini, hal yang sering berputar di kepala saya adalah: Pake kuteks warna apa hari ini? Iya, kalau kalian follow twitter dan instagram saya (@ijotoska. Jieh, sekalian promo. Padahal isinya mutu juga kagak) pasti tau banget kalo saya suka sekali sama yang namanya pake kuteks. Bahkan di meja kerja saya berjejer kuteks dari berbagai macam warna. Dari cokelat soft, shocking pink, sampai nude glitter pun juga ada :)) teman-teman kerja saya pun yang perempuan kalo lagi iseng suka dateng ke meja saya untuk sekedar minta dipakein kuteks. Semacam buka salon lah saya ini di kantor. Udahlah kuteksnya dari saya, dapet jasa konsultasi mengenai warna apa yang cocok dengan outfit mereka hari itu, dipakein kuteksnya (gak cuma selapis loh, tergantung sreg-nya saya aja warnanya mau sekuat apa), GRATIS PULA! Alangkah bahagianya mereka punya rekan kerja seperti saya :))
*ajuin dana subsidi buat kuteks*
*dirobek*

17 May 2013

Kelas #14 Akber Bali: Sastra Digital

EHAAAAAAAAAAAI!

Udah lumayan lama juga sejak postingan terakhir di rumah kesayangan saya si tilcik ini.
*nyapu-nyapu debu*
Jadi begini. Mari silakan duduk silakan. Kebetulan saya baru beli sofa dari Eropa. Apa? Gak ada sofanya? Ya kan saya bilang baru beli, bukan baru nyampe sofanya. Jadi, duduk lesehan aja dulu, itu karpet saya dibuat dari jenggot unta. Membuat yang duduk di atasnya seperti berada di padang pasir.
*disambit kaktus*

Kali ini, saya mau ngeblog yang agak serius. Apa? Serius udah bubar karena Candil sudah keluar? Aduh. Kalian jangan jayus, karena hanya Renny yang boleh jayus.
*ITU JAYUSMAN, BENCONG*
Kalo kalian kira-kira mengira-ngira sambil deg-degan postingan berkualitas apa yang akan saya tulis kali ini, maka jawabannya, adalaaaaaaaah~

TA-DAAAAAAAA!!

Yes, people. I'm gonna be at Akber Bali's next event, talking about Sastra Digital with Putu Aditya Nugraha, known as @Commaditya!
*joged*
*disawer*

Kalo ada yang tanya, apa sih Sastra Digital itu? AH DI ERA DIGITAL YANG HEBAT NAN MEMBAHANA INI MASA SIH GAK TAU SASTRA DIGITAL MASA SIIIIHHH??!!
Sama dong. Saya juga..
*dikeroyok*

INI BEGIMANA SIK PEMBICARA GAK TAU MODELAN BAHANNYA KAYAK BEGIMANA? 
Oh tentu saja saya berdusta, para pembaca yang budiman dan budiwati. Setelah semedi di Gunung Kilimanjaro namun hanya tahan beberapa menit karena saya takut mendadak muncul kuntilanak di depan muka, maka saya sudah menyiapkan bahan perbincangan secara matang. Jadi singkatnya sih, Sastra Digital itu merupakan bentuk sastra yang ditumpahkan ke dalam media Digital. Udah itu doang. HAHAHAHAHAHA.
*dikeroyokin untuk kedua kalinya*
Nggak, deng. Itu cuman buat kitik-kitik rasa penasaran aja supaya kalian pada dateng ke acaranya Akber Bali ini. Untuk lebih lengkapnya saya sama Adit akan ngubek-ngubek (bahasa apa itu 'ngubek-ngubek', Anita?) tentang Sastra Digital ini. Nah kalo saya akan membahas dalam bentuk umum, maka Adit akan membahas dalam bentuk yang lebih puitis. He euh, dese akan ngomongin tentang bentuk Sastra Digital yang dicurahkan dalam........puisi! Jadi, kalo kalian berencana mau dateng, saya saranin sih kalian bawa tissue gulung yang kalo segulungnya itu seukuran ban kontainer karena curiganya Adit bakal berpuisi dan pastinya untuk orang-orang yang baru putus cinta macam saya akan membutuhkan persediaan tissue untuk menghapus air mata yang mengalir dengan dramatisnya di pipi. 
*Pre-Order magic tissue*

Emang kapan sih acaranya? LOH SAYA BELOM BILANG YA DARITADI KAPAN ACARANYA? JANGAN-JANGAN KALIAN NIII YANG GAK NYIMAAAAK~
*dilempar botol saos tomat*
*masak spaghetti*
Acara ini akan diselenggarakan pada hari Minggu, tanggal 19 Mei 2013 jam 1 siang di Kopi Kultur di Kuta, Bali. YAIYALAH DI BALI, KALO DI OKLAHOMA YANG NYELENGGARAIN MAH AKBER OKLAHOMA, BUKAN AKBER BALI DONG ANITAAAAA~
*ngomelin diri sendiri, gak berani ngomelin pembaca*

Jadi, kalo kalian tinggal di Bali atau lagi ada di Bali, you can come come baby come ke Kopi Kultur at 1 pm. Kita ngobrol-ngobrol santai sambil berbagi bareng sama Akademi Berbagi Bali! Yihaaaa!
*pergi menjauh naik kuda sambil puter-puter laso*
*tali laso, bukan Ari laso*

21 April 2013

Matur Suksma

Kami akhirnya bicara.

Setelah hampir seminggu kesepakatan kami untuk merelakan satu sama lain muncul, kami tidak pernah bicara lagi setelah itu.
Sampai akhirnya, semalam saya memutuskan untuk mengambil langkah. Saya tau saya tidak bisa diam terus seperti ini. Rasanya seperti menanam pepohonan di padang gurun, atau menanam pohon kaktus di padang rumput.

Percakapan ini terjadi di BBM.
A: "Aku marah sama kamu, kecewa sama kamu, you know that, no?"
K: "Iya aku tau. Tapi aku harus akhiri semua ini. Kalo aku ketemu kamu, aku takut aku tidak bisa ambil keputusan"
A: "Iya, kayak dulu sebelum kamu berangkat, kan? Kita udah sepakat untuk putus, eh kamunya plin plan"
K: "Aku gak ada niat untuk jahat sama kamu. Terima kasih selama ini sudah mau ngertiin aku.."
A: "I know. Maaf ya kemarin aku mikir kamu manfaatin aku.."
K: "Aku bukan orang kayak gitu"
A: "Aku juga terima kasih kamu udah ngasih aku kesempatan untuk belajar mahamin LDR sekaligus belajar tentang faith. Aku percaya sama kamu, aku yakin kamu pasti sukses.Walaupun akhirnya tidak seperti yang aku harapkan, but at least we tried, kan?"
K: "Iya. Semoga kita berdua sukses"
A: "Amin. Insya Allah, astungkara.. Good luck ya kamu.. Aku yakin kamu bisa."
K: "Iya. Aku sangat yakin kamu akan dapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari aku"
A: "Kamu pun. Kamu harus dapet yang seiman, ya. Jangan ulangi kesalahan yang sama. Janji?"
K: "Iya. Janji"
A: "So, we end up for good,  ya?"
K: "Iya"
A: "Have a good life, Yudi."
K: "Iya, Semoga kamu tetap baik-baik aja"
A: "Iya dooong. Kamu dapet salam dari temen-temen aku. Mau salam balik?"
K: "Iya, bilang aja salam balik dari aku"

And the conversation ended.

11 December 2012

11-12-12

pic source

I woke up this morning with a huge smile on my face.
The morning felt good, the sun felt so warm, the scent of the air smelled so fresh.
I didn't know what's happening, then I looked at the date,
and realized,
that today, is a special day.

My mind automatically rolled to one year ago,
when we, brokenhearted people, found each other.
It was a little yet short conversation. 
No, it wasn't even a conversation. It's a formal interview.
You with your black tie, and I with my black office dress.
I looked at you, a pair of amazing eyes, 
and simplicity around your personality, like you know I don't like anything too much.

Then I was brought into the memories when our first kissed happen. 
It was warm and comforting. Your lips are so tender. I love the way you caressed me. I love the way you didn't let me go even an inch from your hand. I love the way you smiled after we kissed. Your signature silly smile. I thought the kiss was nothing, until you embraced my waist and kissed me on the forehead.
"Babe", you said.
Again, you smiled,
And I knew that you knew,
that that's the moment we started to want each other,
love each other.

People keep "mocking" me that I only waste my time. They're underestimating me. They look at me with their eyes closed. They say, the distance and differences that we have won't make us stand. That people like you (sailors, I mean) will NOT keep the faith we (the girlfriends' of them) put on you. One of them even said that we wouldn't stand until the end of November. How "cruel" they are, no? :))

Now it's been 6 months since you're away, and we're okay. I still have the faith of us, still feel the sparks everytime you come with your messages, like you appear in front of me. I don't care of what people saying. I believe in you, I believe in us. That we're going to work well, that we will finally hold each other's hand in a happy face and silly smile, realizing that love brings us this far, and grateful..

:)

Happy first anniversary, K. Come home soon and let's celebrate the joy of having the word "us" in our lives.

Love,
-A-

22 November 2012


You are..

14 November 2012

Break the curse: November

Beberapa bulan yang lalu, saya diramal oleh sepupu dari salah satu teman saya.
Katanya, hubungan saya dan Kadek akan berakhir pada akhir November.
...
Sebentar, sekarang kan..............bulan November?
*glek*

Walaupun antara percaya dan nggak percaya, tetep aja mules. Saya nggak bisa bohong, beberapa minggu terakhir ini memang hubungan saya dan Kadek tidak semulus sebelumnya. Komunikasi semakin jarang, berantem semakin sering. Bahkan sebelum saya diramal seperti itu, kami sudah sering cekcok mulut. Mending deh ciuman, ini berantem. Rasanya pingin berenang ke Meksiko terus gamparin Kadek sambil teriak-teriak kalo saya tuh kangen. Tapi sebelum berakhir di penjara lokal Meksiko dan hidung saya dicekokin cabe, kewarasan saya menarik saya kembali ke kenyataan untuk mengundurkan diri dari niat tersebut.

Saya belum bilang apa-apa sih sama Kadek mengenai ramalan ini, karena saya tidak mau menimbulkan sugesti aneh-aneh di pikirannya dan saya juga tidak mau Kadek menganggap kalau pacarnya mulai gila. Lagipula, kami mulai meninggikan toleransi satu sama lain. Saya yang tadinya kerjaannya protes-ngomel-demo melulu karena tidak lagi menjadi prioritas dibandingkan pekerjaannya mulai melunak dan lebih mendengarkan. Sementara bapak yang satu itu juga mulai lebih menaruh perhatian walaupun tidak sesering yang selalu saya teriakkan ke dia. But then, things get better anyway :D

Kemarin saya juga sempat sakit. Gejala typhus dan tumbuh gigi geraham paling belakang di waktu yang bersamaan. Memaksakan masuk kerja selama 2 hari tapi akhirnya ambruk di hari ketiga dan beristirahat di rumah 2 hari juga. Kebetulan nggak masuknya hari Rabu dan Kamis, waktunya Kadek menghubungi saya. Dia banyak bertanya dan terdengar khawatir ketika tau kalau saya sakit mengingat pacarnya ini jaman dulu waktu masih sekantor sama dia nggak pernah sakit. YAIYALAH KETEMU TIAP HARI SARAPAN MAKAN SIANG MAKAN MALEM BARENG TIAP HARI DIJEMPUT PULANG KANTOR DITUNGGUIN DI DEPAN LIFT TERUS CIU.............sebaiknya postingan ini tidak diteruskan lagi. Saya akan dituntut komnas perlindungan anak kalau terus menuliskan bagian itu. Sudah, adik-adik di bawah umur, bobok sana bobok. Ini sudah malam.
*selimutin satu-satu*
*matiin lampu*
*tutup pintu kamar*
Sampai mana saya tadi nulis? Oh iya, ciuman di dalam lift. WAIT, FUCK I DIDN'T EVEN WRITE IT DOWN IN PREVIOUS PART! Oh baiklah, mari berdoa semoga dedek-dedek di bawah umur tidak membaca bagian ini karena udah pada bobok semuanya.
*disambit Kak Seto*