21 May 2015

#ReviewnyahToskah: Pebble Smartwatch

Ehalaw, pemirsah! Udah deket jam makan siang, nih. Kalian mau makan apa? Traktir saya, dong.
....
Oke, I admit that I ain't good on writing opening paragraphs.
Kali ini saya mau nulis review. Bukan, bukan review film. Di tahun 2015 yang sudah jalan 5 bulan ini saya mau nulis tentang salah satu barang kesayangan saya:

Pebble Smartwatch

Yak, benar, Pebble Smartwatch. Sebenarnya saya udah lama pakai jam tangan pintar (duileh, harafiah banget transtationnya, cin) ini. Tapi karena kesibukan saya shooting sinetron stripping dan jam tangan ini sempet rusak, jadinya saya belom sempet nulis review tentang si hitam kece yang satu ini.

13 May 2015

#ReviewnyahToskah: Lazarus Effect

Jadi, beberapa waktu yang lalu saya mendapati rekomendasi dari seorang teman untuk menonton film ini:

pic source

Yak. Benar. Lazarus Effect. Dari posternya saya sempat ragu, kok itu perempuan matanya item semua gitu. Namun karena saya orangnya berpegang teguh pada intuisi, jadi saya berasumsi bahwa mungkin film ini bercerita tentang pengidap katarak. Tapi setelah saya baca sinopsisnya, film ini bercerita tentang sekelompok ilmuwan yang menghidupkan kembali orang meninggal. Kembali pada fakta bahwa saya orangnya berpegang teguh pada intuisi namun ternyata tebakan saya salah, maka saya kembali berasumsi bahwa film ini bercerita tentang pengidap katarak yang sudah meninggal namun dihidupkan kembali. Yes, I'm THAT stubborn.

08 May 2015

Memories

Beberapa hari yang lalu, saya ke Citywalk Sudirman. Saya dan beberapa teman janjian lunch di situ. FYI, Citywalk ini adalah mall yang tidak terlalu besar namun nyaman bagi saya. Kenapa? KARENA ISINYA MAKANAN SEMUWAHAHAHAHA.
*sumpel mulut pake timbangan*
Saya datang sekitar pukul 11.30, belum terlalu ramai karena memang belum jam makan siang tapi karena saya lapar makanya saya dateng duluan. Kalimat pertama yang keluar dari mulut saya ketika memasuki Citywalk adalah,"God, I miss this place so much", mengingat dulu hampir setiap hari saya ke situ. Yaiyalah, tinggal jalan kaki dan jaraknya juga masih reasonable kalo saya ke sana dari kantor pake heels 10 cm (maksudnya biar keliatan kece padahal lumayan juga siang bolong jalan pake heels di bawah sinar matahari).

Banyak kejadian yang saya alami di situ. Entah itu makan siang reguler, kabur sebentar dari kerjaan yang hectic pada jam ngopi untuk take away Hazelnut Latte-nya Starbucks, ataupun ngopi-ngopi santai selepas jam kerja. Dari senyuman lebar hingga aliran airmata yang cukup deras juga pernah saya alami di sini. Pelukan hangat pertama yang saya dapatkan dari salah seorang kawan baik ketika drama LDR Jakarta-Meksiko itu berakhir juga saya dapat di sini. God, there are so many things I've done and passed those days.. It's like my second home.

05 May 2015

Baby Elephant

pic source

I wanna be like this baby elephant
Who just appeared to the world
Poured by love
Learning to walk

I wanna be like this baby elephant
So innocent, so pure
He doesn't know which one's right or wrong
He just does whatever he wants to do

I wanna be like this baby elephant
Eventhough he's blind, he'll know where to walk
Because his brain will grow bigger and much bigger as days go by

I wanna be like this baby elephant
Fear nothing, no tears will be shed..

04 May 2015

#ReviewnyahToskah: The Affair

So, I just finished watching this serial: 

pic source

Yes, The Affair. Berawal dari timeline Path saya (emang si Anita banci Path ceunah) seliweran aja postingan tentang serial ini dari beberapa teman yang nonton dan bilang kalo serial ini bagus. Maka sebagai orang yang mudah terpengaruh dan penganut paham IMDB-isme kelas berat, saya pun browsing berapa sih skor IMDB serial ini and this is what I found:


8 aja, pemirsa! Saya bukan pecinta serial tapi mengingat rate Devious Maids yang 'hanya' 7,9 apalagi Mistresses yang cuman 7,0, I feel like this serial will be worth my time............and bandwidth.
*nyapuin sisa kembang dan menyan yang bertebaran bekas ritual nyembah modem biar downloadnya lancar*

Pun posternya juga misterius (kurang misterius apa cobak si Dominic West mukanya cuman setengah gitu ketutupan bibirnya Ruth Wilson). Maka didukung oleh rasa penasaran yang cukup tinggi dan INI KENAPA DEVIOUS MAIDS SAMA MISTRESSES LAMA BANGET KELUAR SEASON 3-NYA YA TUHAAAAN SAYA KEHILANGAN ARAH HIDUP, maka saya mulailah menonton serial ini. So here goes the review..