Showing posts with label si anita lagi bego. Show all posts
Showing posts with label si anita lagi bego. Show all posts

02 May 2014

Hehehe.

Kapan terakhir kamu jatuh cinta?
Bagaimana rasanya?
Ada berapa banyak kupu-kupu yang beterbangan di dalam perutmu tiap kali kamu lihat dia, dalam bentuk apapun -- text messages, phonecalls, bahkan wujud nyatanya, di depanmu?
Seberapa besar ego menghantam kepalamu untuk tetap memintanya tinggal ketika dia harus pergi?
Hehehe.

Di blog ini, saya banyak menulis tentang cinta. Kecintaan saya menulis juga saya tumpahkan semuanya secara jujur dan tanpa batas di sini. Tidak ada yang ditutup-tutupi, tidak ada yang diperbarui, this is the only place where you can really read me.
Cinta kepada keluarga saya, sahabat-sahabat saya, juga beberapa laki-laki  yang dengan berbagai macam cara silih berganti mewarnai dunia saya dengan ceritanya: Ada yang meninggalkan luka, ada yang membuat saya meneteskan airmata (hampir semuanya, sih. #Anitaanakcengeng), ada yang kemudian menimbulkan tawa bahagia karena saya tidak berlama-lama menghabiskan waktu bersamanya. HAH? MANTAN YANG MANA? ADA DEEEEH KEPO DEH KAMUUUUWUWUWUWUW~
*disambit sendal jepit colongan solat Jumat dari mesjid terdekat*
Hehehe.

15 December 2013

Permisi..

Saya tuh sebenernya minggu kemaren abis dari Pontianak tanggal 7-8 Desember and I had a veeeery good time there. Saya belom sempet post karena sampe sekarang masih....males :))
*dibombardir kerupuk sangrai sama wajan-wajannya*

But I promise I'll write about it, because it will be a long post and I'll divide it into 3 parts. Tapi sekarang izinkan saya nonton Victoria's Secret Fashion Show 2013 dulu ya baru abis itu saya pikir-pikir lagi mau mulai postingannya darimana :))
*digebugin paguyuban abang tukang jualan kerupuk sangrai*

05 August 2013

Blab lab la.

My mind's full of words and thoughts. I don't know what to do with it, that's why I write this post.

Lately things seem running fast I couldn't get the idea of what are they, whether they're good or not, I even simply couldn't recognize them coming. Maybe it's just me, or life goes crazier than ever.

I've just realized my father told me once that he'd do anything to fight for us; his wife and 2 children. For the education. For the food. For the happiness. Now I say, I'd give my life for them if that's necessary. I love them but never been able to say it. Tho' I know they can feel, that for me, there's nothing more important than their happiness. Not even the internet, not even Daniel Craig's dropdead gorgeous blue eyes.

I hate the idea of cuti bersama. Fuck you, whoever made this regulation.

There's this guy I currently enjoy being with, talk to, and I wish everything runs well. Hopefully.

Good night, good people.

27 June 2013

Eksekusi Bintit

Postingan ini ditulis dalam keadaan mata lengket abis dioles salep.
APUAH? SALEP APUAH KAMU PUAKE DI MUATAH, ANITAH?!
Gak usah berlebihan, deh. Ini cuman salep biasa kok, salep........bintit.
*pembaca tertawa terbahak-bahak*
Pada seneng amat sik liat saya menderita. Gini nih calon-calon gak masuk surga.
Kenapa orang sekece saya bisa bintitan? Ya karena Tuhan yang menentukan.
Ih udah soleha banget jawaban saya, ya.

Jadi, saya ini udah bintitan kurang lebih sebulan. Dari hari terakhir saya di Bali, gak tau bangun-bangun mata saya udah pedih aja kalo ngedip. Curiga roman-romannya bakal bintit, dan pas ngaca..........ada benjolan warna merah yang bertengger manis aja gitu di kelopak mata kiri saya. Matek.
Apakah saya shock kemudian menangis tersedu dan kembali ke Jakarta dengan perban melilit di sepanjang permukaan wajah karena saya malu menanggung aib keluarga ini? OH TENTU SAJA TIDAK. Saya cuekin aja terus lanjut packing karena waktu itu merupakan hari terakhir saya di sana.

Pas masuk kantor hari Rabu, orang-orang langsung notice kalo saya bintitan dan everyone, LIKE, EEEEEEEEVERYONE ngomong, "Abis ngintipin siapa lo bintitan?" dude, can you be more hipster like, "Abis bintitin siapa lo ngintipan?" oh that wasn't funny? Okay I'll shut up.


...
.....
.......
.........

Loh ini pembacanya pada kemana kok sepi? Loh loh pemirsa ini saya becanda bilangnya mau ngambek gak nerusin tulisan heeeeeeeeeyyy!
*lambai-lambaikan voucher makan gratis biar pembaca pada balik lagi*
Nah. Gak lama saya berobatlah ke dokter spesialis mata di kantor saya. Oh ya saya kerja di sebuah rumah sakit swasta yang modern dan berwawasan global. Ya sama lah kira-kira kayak saya personality-nya. Makanya saya dinobatkan sebagai karyawan teladan tapi boong di sini..
Dengan jarak yang selepetan kaki antara meja kerja saya dan poli mata, maka saya kucuk-kucuk datanglah ke bapak dokter. Berikut reka ulangnya:
Saya : DOOOOOOOOK~
PakDok: Napa, Nit?
Saya: *tunjuk mata kiri*
PakDok: LHO BINTITAN LAGI?!
Saya: *menangis tersedu di bawah sorotan lampu alat periksa mata*

Kemudian mata saya diperiksa sama PakDok selama sekian detik dan sat set sot dese ngeresepin saya obat. "Kali ini pake obat minum, ya." Lah? Bintitan doang pake antibiotik?Anjis berasa spesial banget ni penyakit pake segala diminumin antibiotik. Gak sekalian anti nyamuk? Anti radiasi? Anti poligami? Sebelum saya ditiban pake cabinet perban, saya memutuskan untuk manggut-manggut dan meninggalkan ruangan.
Seminggu berlalu, dua minggu, tiga minggu, daun-daun berguguran, musim silih berganti, saya masih jomblo dan telor penyu perlahan mulai menetas, LHA INI UDAH SEBULAN KOK KAGAK SEMBUH-SEMBUH JUGA BINTIT GUEH?!
Oh iya lupa minum obatnya.
*dijejelin salep sampe overdosis*

Saya mulai merasa lelah dengan per-bintit-an ini juga gunjingan dari masyarakat sekitar tentang saya yang tidak terlihat seperti Shaloom anaknya Wulan Guritno lagi setelah bintit laknat ini bertengger di kelopak mata kiri saya, pada akhirnya di suatu Kamis yang terik minggu lalu setelah makan siang mie kering yang gak kering-kering amat, saya bertandang lagi ke poli mata. Berikut cuplikannya.
Saya: Dok..
PakDok: KENAPA LAGI?
Saya: *menangis meraung gegulingan sambil nunjuk mata kiri*
PakDok: MASIH BINTITAN?!
Saya: *sesenggukan* iya..
PakDok: Obatnya gak diminum ya?
Saya: Diminum, cuman masih gak mempan?
*IYA IYA SAYA TAU SAYA BOONG SUT AH UDAH JANGAN BILANG-BILANG PAKDOK YA*
PakDok: Yowes mau salep lagi?
Saya: OGAH! Aku udah capek bintitan!
PakDok: Terus mau di-insisi?
Saya: *mengangguk lemah*
(baca penjelasan insisi di sini. APA? MASIH GAK NGERTI JUGA? YA INTINYA BINTIT SAYA DIBINASAKAN AJA GITU LAH. Dibelek dikit. Dikit aja)
PakDok: Yowes kalo mau insisi. Apus dulu eye liner-nya.
MBWAHAHAHAHA. Udahlah gak minum obat, tetep pake eyeliner pula sehari-hari. Habiskan saja saya, dok. Habiskan.

Dan PakDok serta asistennya pun siap-siap buat insisi ini. Terus dinyalakanlah alat ini:

kursi panas
 Itu dari atas ada lampu menyorot macam kursi investigasi. Pas ngeliat itu lampu dinyalain, saya mulai deg-degan. Macam lagi ikutan quiz terus ngarep menang padahal kontribusi saya cupu banget.
"Duduk, Nit" kata PakDok. Ini saya macam lagi bertamu terus duduk aja sambil nunggu asistennya ngasih saya minum sama cemilan.
*telen ludah*
*elus-elus perut*
*laper*
Saya duduklah dengan grogi di kursi pesakitan itu. "Mau dari luar apa dari dalem?" katanya. "Sakitan mana, dok?" kata saya. "Sakitan dari luar, sih.." YEEE JANGAN MIKIR NGERES DULU INI MANGSUDNYA PELIBASAN BINTITNYA YEEEE. Dan kesepakatan pun terjadi, bintit saya akan dieksekusi dari dalem. Ya emang yang dalem lebih enak, sih..
*dirukiyah*

Mata kiri saya dibuka, terus PakDok bilang, "Liat ke bawah, ya.." anjis saya berasa kayak di film-film remaja Indonesia gitu. Bedanya kalo di film itu pas liat ke bawah udah ada karangan bunga yang indah dan warna warni, kalo saya..........ditetesin obat mata.
MAMAAAAAAAAAAAAAK PEDIH BANGET INI RASANYA MASYA ALLAAAAAAAAH!!
Kemudian mata saya dibersihin. "Owalah item semua ki rek.." iya, itu eyeliner saya yang luntur-luntur mbwahahahahaha.
*dijejelin mata kambing*
Saya masih terus liat ke bawah. Gak berani liat kenyataan PakDok yang siap-siap nujes-nujes bintit saya yang ada di bawah kelopak mata atas itu.
"Tahan, ya.."
dan........
ASTAGHFIRULLAHALADZIM AZAB APA YANG KUTERIMA TUHAAAAAN!!
Sakit. Pake. Banget.

Saya bisa ngerasain mata saya basah, tapi abis itu yaudah saya diem aja. Ya menurut ngana mata ditujes gitu begimana gak keluar airmata? Kelilipan butiran debu aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi aja mata bisa basah. Apelagi indang.
Tapi saya gak teriak, dong. Saya kan anaknya jagoan dari Hong Kong, jadinya ya saya ya cuman.......mendesis.
*berubah jadi siluman ular*
"Bentar ya, Nit.. Tahan.. Dikit lagi.. Sakit, ya?"
Ini saya mau eksekusi bintit kok berasa mau melahirkan ya, Dok? Pake segala tahan, dikit lagi, lah. Gak sekalian disuru ngeden? Udah, gitu, di tengah-tengah proses pemusnahan bintit ini, PakDok pun berbicara, "Loh ini gak ada nanahnya, darah semua kok ya?"
*kemudian hening*
*hening sekali*
*masih hening*
*dua juta tahun cahaya kemudian, masih hening juga*
LAH JADI DARITADI YANG BANJIR DAN MENGALIR DI PIPI SAYA ITU BUKAN AIR MATA? ITU.............DARAH??!!!!
Mau pingsan, tapi ntar mata saya jadi merem, gak jadi insisi. Yaudahlah, minta ampun sama Tuhan aja sama komat kamit dua kalimat syahadat sambil nulis draft surat wasiat. He euh, saya selebay itu.

Setelah beberapa desisan manja dan "Sakit di situ, Dok", akhirnya proses insisi pun selesai. Dengan mata cenat-cenut dramatis, saya bangkit dari kursi eksekusi kemudian muncullah sebuah ide cemerlang.
kemudian.....
"Dok, ini kalo begini aku boleh pulang, kan?"
"Mau pulang?"
"Iya"
"Yowes takpulangin"
" *ngaca* dok, ini mata aku gak ditutup aja, dok?"
"Kenapa emangnya? Bengkak?"
"Nggak, sih. Tapi biar gak kena debu aja, kan.."
"Yowes. *ngomong sama asistennya untuk nutup mata gue pake perban* nih, surat sama resepnya"

Kemudian, saya berjalan dengan senang riang kembali ke kantor. Jangan tanya sepanjang jalan kenangan orang2 ngeliatn dengan pandangan heran, YAIYALAH MENURUTLOH? Tapi saya gak peduliin wleeeek soalnya saya bisa pulang lebih cepet kalian enggak wleeeeeeeeeek~
Saya memberikan surat izin pulang dari PakDok dengan senang riang, dan kemudian..........
FIWIT! TAKSI!
Mbwahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha.
*disambit kursi eksekusi*

Dan beginilah bentuk saya layaknya bajak laut dari khayangan pasca tindakan:



OKE PEMIRSA! SAYA MAU PULANG DULU KARENA POSTINGAN INI TERLALU LAMA KEPENDING. BYEEEEEEEEEEEE~

08 June 2013

Bla. Bla. Bla.

I miss the feeling of falling in love already.
Of wanting someone to be here by my side.
Of waiting for a lovely conversation after a long tiring day.
Of willing to see the lovely smile a man can give.

...oh nevermind,
I'm just blabbing. Bla. Bla. Bla.

02 June 2013

Reviewnyah Toskah: Fast And Furious 6

WARNING: This one is gonna be a long post. So, please make sure that you have enough time to waste for reading this review. Enjoy! :)
---

ALOHA! Apa kabar duniaaaaa? Pastinya teteup asyik walaupun Kak Nunu mungkin sudah lupa kalau saya pernah berdiri dengan grogi di sampingnya ketika ikutan shooting Kring Kring Oh La La.

Kali ini, saya akan kembali menghadirkan review di rumah kesayangan saya si tilcik ini.
*"APUAAAAH? REVIEW??!!" kata penonton*
Iya sik. Ini blog isinya kalo gak curhatan ya review. Apalagi cobak. Tadinya saya mau isi pake resep masakan juga, cuma karena saya orangnya gak mau pamer kalo saya ini jago masak, jadi saya ya diem-diem aja gak mau sok-sokan gitu.. Lho iya, saya ini jago banget masak cuman rendah hati aja. Waktu itu pernah mau masak kentang goreng tau-tau dapurnya hampir kebakaran. Kurang jago apalagi cobak saya? Coba kalian bisa tanya Chef Juna dengan bibir minimalisnya itu, dia pasti gak pernah ngalamin hal kayak gitu. Cuma saya  yang bisa. CUMAN SAYA YANG BISA MEMBUAT BANGSA DAN NEGARA INI BANGGA DENGAN CARA SEPERTI ITU!!
*dideportasi dari Indonesia*

Kali ini, review film apakah yang kurang beruntung yang telah ditonton dan di-review oleh saya? Tanpa buang-buang waktu lebih lanjut, mari kita sambut kehadirannyaaaaaaaa................

pic source

FAST AND FURIOUS 6!!
*terlihat kembang api menyala-nyala dari kejauhan*
*juga bunyi riuh rendah yang bersusulan dari petasan jangwe*
*para pembaca menebar confetti yang terbuat dari bekas bungkus gorengan. Inovasi baru, confetti yang agak berminyak*

06 May 2013

ReviewnyahToskah: Looper. FOKUS, ANITA! FOKUS!

HALAW!
:D :D :D

Setelah lumayan lama rehat karena jadwal saya yang padat nan sibuk nan hectic nang ning nung ning nang ning nung, akhirnya saya memutuskan untuk kembali mengikat kepala dan menyeduh kopi gratisan nan rupawan dari @kopidimana (seriously, they roast the coffee by themselves! Highly recommended!), dan kembali ke dalam kancah per-review-an! Ihiy!
*seruput kopi*
Maka kali ini, film yang kurang beruntung mendapat review dari saya adalah.........
*drum rolls*
JENG JENG!!

pic source
LOOPER! 
Hayok pemirsah mana keprok tangannyaaaah?
*hening*

Baiklah. Mari kita mulai. Bismillah..

Adegan film ini dibuka dengan Kakang Joseph yang berperan sebagai........Joe (iya, saya juga mikir kalo si script writernya gak kreatip nyiptain nama. Sukur-sukur dia gak dikasih nama Gogon yang diambil dari Gordon-Levitt, atau mungkin.......Vivitt. FOKUS ANITA! FOKUS!! *tampar diri sendiri*) lagi duduk-duduk di ladang tebu sambil ngeliatin jam maghrib-maghrib. Saya pikir dia lagi nungguin wewe gombel apa gimana, tau-taunya mendadak muncul orang yang kepalanya ditutup tangannya diiket ke belakang. Terus si Kang Joe ini ngokang senapannya dan.......DOR! Diana metong. 
...
Saya gak ngerti. Wajar. Otak saya cetek.
Film terus berjalan, terdapat penjelasan tentang cerita dari film ini. Diceritakan bahwa orang yang mendadak muncul kayak Om Jin di sinetron Jin dan Jun kala Syahrul Gunawan masih sangat tampan dan hits dengan rambut belah tengahnya, merupakan orang dari masa depan yang dikirim dengan metode Time Travel. Nah, orang-orang yang dikirim dengan metode ini adalah orang yang dianggap 'sampah' dan karena di masa depan (ceritanya di sini 30 tahun kemudian) membuang dead body alias jenazah a.k.a mayit adalah hal yang hampir mustahil, jadi dikirimlah orang ini melalui Time Travel yang sebelumnya ditutup mukenye terus diiket tangannya. Kenapa pake segala digituin? Ya supaya durasinya kepake, kali. Kan butuh waktu tuh buat milih-milihin kain buat nutupin kepalanya, terus milih-milih simpul buat ngiket tangannya. Belom kalo si penjahat lupa jenis dan macam simpul yang akan digunakan, terus liat panduannya di buku pramuka..
FOKUS ANITA, FOKUS!!
*tampar diri sendiri*

24 February 2013

I always say that writing is therapeutic.
But this time, I don't think I'm gonna write anything as my own therapy.
I'll be honest.
I'm not okay, and hurt.
And I hope that I'll find the light at the end of the tunnel,
so I can stay strong,
and loved.

Have a great day, readers.

10 January 2013

2012: A Kaleidoscope

Hari kesepuluh di tahun 2013, tahun yang berakhir pada angka ganjil, namun menurut saya tidak diawali oleh hal-hal ganjil yang hopefully bisa menggenapkan segala keganjilan di saat-saat ke depan. Tsah, asik ya paragraf pembuka saya?
*kibas poni*
*poni Wiro Sableng*

Tahun 2012 sendiri merupakan tahun yang berkesan bagi saya. Good or bad, laugh and tears, depression and improvement. Pada postingan ini, saya (ceritanya) mau nulis ala-ala review 2012 lalu. And, here we go..

JANUARI
1. Pacar saya, Kadek, pulang ke Bali. Saya yang seumur-umur belom pernah ngerasain LDR, akhirnya tiba juga pada masanya. Sebelumnya 2 bulan penuh dia tinggal di Jakarta untuk training di (mantan) kantor saya. Setiap hari ketemu, Senin-Jumat, bahkan Sabtu dan Minggu kalau dia dan teman-teman yang lainnya ada jadwal main futsal. Sampe bandara untuk nganterin dia masih cengar cengir, pas dia udah masuk mau check in masih senyum-senyum khawatir, pas dia udah gak keliatan wujudnya mewek sepanjang jalan kenangan, ditemenin Ivana yang bernasib sama. Iya, kami temenan, dan pacar kami pun temenan :))

FEBRUARI
1.Saya mendapat pengalaman kerja selama 11 hari di Sri Lanka. Yes, (mantan) bos saya expanding perusahaan ke sana and there I was. Karena ceritanya lumayan panjang, mungkin nanti akan saya jabarkan dalam 1 postingan tersendiri di sini. The experience was good, saya belajar banyak di sana. Good or bad? Tunggu aja postingan berikutnya, ya :)
2. 11 Hari di Sri Lanka dengan asam garam juga kari yang sangat kental, selang seminggu pulang ke tanah air saya berangkat lagi ke Bali untuk visit klien kantor saya waktu itu. Karena kantor kemarin merupakan recruitment agency untuk kapal pesiar, maka kedatangan saya ke Bali merupakan kunjungan ke.....kapal pesiar. Iyalah, kalo kunjungan ke Ka'Bah namanya saya umroh.
*diazab*
3. 3 hari 2 malam di Bali juga membuat saya bisa melepas rindu sama Kadek hampir 2 bulan setelah kepulangannya dari Jakarta ke Bali. YOI COY, EKE PACARAN GRATIS! Ihiy! *disambit jangkar kapal*

MARET
1. Something bad happened to me and I seriously can't describe it here. Sorry, fellas. Ih, asik ya saya ya pake fellas-felllas segala?
*kibas rambut*
*rontok*
2. KADEK DATANG KE JAKARTAAAA! *banana dance* dia datang ke sini cuman buat interview Visa which made him stayed here only ONE NIGHT :)) jadilah dia sore datang ke kantor saya, malem kami pacaran rame-rame (maksudnya kami datang rame-rame sama teman-teman yang lainnya) keesokan paginya dia interview untuk visa ke USA dan alhamdulillah lulus dan lancar, siangnya dia pulang ke Bali. Selesai perkara.
*peras airmata di kain pel*

APRIL
1. Nothing much happened. Just fights and troubles I didn't make at the previous workplace.

MEI
1. I quit my previous job. Ketidak cocokan di beberapa hal dan emosi yang tertahan dan jadinya tertumpuk membuat saya mengundurkan diri lewat.....BBM. Bentar, jangan tuduh saya cemen bin cupu dulu, kebetulan masa puncaknya terjadi pada percakapan antara saya dan (mantan) bos saya yang juga melalui BBM dan jadilah saya resmi mengundurkan diri lewat BBM. Pelayangan surat resminya dilakukan seminggu kemudian, 2 hari kemudian saya resmi tidak bekerja lagi di kantor yang sebelumnya, tanpa persiapan apa-apa. Benar-benar pengangguran. MWAHAHAHAHAHA.
*kibas-kibas bulu ketek Eva Arnaz*
2. Saya berangkat ke Bali untuk nyusulin Kadek, tepat 1 hari setelah saya jadi pengangguran dan seminggu sebelum keberangkatannya. 3 hari 2 malam saya di sana untuk menghabiskan uang dan waktu. Saya pulang Sabtu malam, tadinya mau sekalian anter dia ke airport, tapi karena banyak upacara ini itu yang harus dia jalani menjelang keberangkatan, jadilah saya pulang beberapa hari sebelum keberangkatannya. Sempat berantem di Bandara Ngurah Rai cuma buat.........rebutan trolley, dan abis itu flight Denpasar-Jakarta serasa di neraka. Mana pula di tengah-tengah perjalanan (he euh, masih di pesawat) kecium bau kebakar. YA MENURUT NGANA KITA LAGI SEDIH NAN DURJANA DIKASIH BAU ASEP DI TENGAH AWAN!
*bakar singa udara*
3. Kadek's departure to the USA. Jangan tanya sedih dan khawatirnya kayak apa. Di hari keberangkatan Kadek, saya ada panggilan interview final di sebuah perusahaan property di daerah Harmoni dan saya nyasar sampe ke.........Grogol. IYA SAYA SEBUTA ARAH ITU PADAHAL UDAH NAIK TRANSJAKARTA. Akhirnya berakhir di kampus teman saya dekat situ, iye iye Trisakti. Di Perjalanan Kadek menelpon, dia sebentar lagi berangkat, dan kami saling berpesan ke satu sama lain untuk menjaga kesehatan dan ini dan itu dan segala macemnya. Standard lah.

JUNI
1. Tepat sebulan setelah saya jadi pengangguran, dan saya mendapat pekerjaan, 2 sekaligus. HEHEHEHEHE. 1 tetap dan 1 freelance. Alhamdulillah :)
2. Mendapat tawaran menulis di #RasaCinta. Salah satu impian saya terwujud. Jangan tanya senangnya kayak apa :)
*yes, people, after May fucked me that hard, June was the month of blessings :)*

JULI
Nothing much.

AGUSTUS
1. Parents' birthday. Mama saya tanggal 7 dan Papa saya tanggal 9. Saya sama adek saya patungan kue yang UNEXPECTEDLY, kekecilan. Jadilah lilin angka-nya kekecilan dan sempit-sempitan. Akhirnya terlihatlah kayak orang tua saya ulang tahun yang ke 4650. *sungkem*
2. Kadek's birthday. Pertama kalinya saya merayakan ulang tahun pacar yang jaraknya sejauh itu. Akhirnya cuman ngucapin lewat BBM dan ngirim foto ini:

I KNOW IT'S LAME! #defensif :)))))

3. Pertemuan pertama dengan para penulis #RasaCinta, orang-orang yang belum pernah saya kenal sebelumnya, dan sekarang menjadi keluarga :)

31 December 2012

#ReviewnyahToskah: The Twilight Saga - Breaking Dawn Part. 1

Wah, sudah tanggal 31 Desember. Officially the last day of 2012! Gimana semuanya? Sudah beli terompet? Yang bentuk apa modelnya? Yang ada naga-nagaannya? Yang macam Saxophone? Atau yang kayak terompet di Si Doel Anak Sekolahan? Aduh ngapain sih taun baru gini masih niup terompet, saya aja rencananya mau pake sirine ambulans kantor saya untuk menyambut tahun baru.. Mungkin yang kerja di Dinas Pemadam Kebakaran bisa pakai sirine blangwir-nya untuk menemani saya? Kan pantang pulang sebelum padam......semangatnya.
*dilindes ambulans*

Untuk menyambut tahun baru 2013 nanti, kalian pasti sudah punya acara sendiri-sendiri, dong? Seperti layaknya anak-anak mainstream, saya pun sok-sokan punya cara sendiri yang anti mainstream untuk menyambut tahun baru, yaitu......Nonton The Twilight Saga: Breaking Dawn Part. 1.
*sisiran*
*dijambak*
Ah, sudahlah. Kalian tidak mengerti saya. Sudah, sana. Kalian tinggalkan saya aja. Bungkus barang-barang kalian, lupakan segala kenangan yang telah terjadi di antara kita. Kebersamaan ini, momen-momen berharga yang sebenarnya tidak ada karena blog ini merupakan sampah adanya. Pergi kalian. Pergi!
*hening*
EH PADA MAU KEMANA INI SAYA BARU MAU NULIS BENERAN! SINI SINI SAYA PUNYA NASI UDUK SAMA ES DOGER!!
....
Nah, gitu dong. Kalo rame-rame gini kan saya enak ceritanya. Nah, langsung aja ya? Oke. Here we go.

pic source
The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1. Saya juga bingung kenapa pake dibagi 2 part gini. Mungkin hendak mengulang kesuksesan dari Harry Potter And The Deathly Hallows yang dibagi menjadi 2 part.
*pembela Harry Potter garis keras. Sekeras cintaku padamu. Tsah*
Film ini menceritakan tentang Edward dan Bella yang akhirnya kewong a.k.a kimpoi a.k.a menikah. Ihiy!
Awal film dibuka dengan adegan Jacob yang ngambek keluar rumah di tengah hujan dan membanting undangan pernikahan Bella sama Edward kemudian lari ke hutan. Sungguh dramatis. Saya mengira akan ada Nikita Willy menunggunya di tengah hutan. Ternyata saya salah. Saya lupa kalau Nikita Willy nggak mau syutiing di tengah hutan. Banyak nyamuk, katanya.
*digampar pake sepatu Louboutin*
Lalu adegan-adegan persiapan pernikahan endebrai endebrei gitudeh. Sampe si Edward manjat ke kamarnya Bella lewat jendela terus dijemput temen-temennya buat Bachelor Party. Gue baru tau vampir bisa funky juga. Terus gue mikir, kok si Bella gak bikin Bachelorette Party, ya? Apakah dia segitu gak punya temennya? Apakah dia hanya gadis desa yang tak tahu apa-apa? Apakah jangan-jangan dia lupa kalau keesokan harinya adalah hari pernikahannya? Oh, Bella, Bella, Bella... Dapet salam dari Nikita Willy.
*dikibas bulu mata palsu*
*kelilipan*

Nah. Kemudian tiba saatnya ke saat pernikahan. Dress-nya bagus, bok! Gak kayak wedding dress biasanya yang tube dress mamerin bahu kemana-mana gitu, tapi ini model lengan panjang. Mungkin disesuaikan dengan venue pernikahannya yang berupa hutan, kan banyak nyamuk tuh. Apalagi kan kita semua tau kalo nyamuk kebon ukurannya geda-geda. Saya suka aksen backless yang dilapis lace-lace durjana gitu. Untung semalem sebelumnya Bella gak kerokan.....OH! MUNGKIN ITU MAKSUDNYA DIA GAK NGADAIN BACHELORETTE PARTY! Dese takut masup angin terus kudu kerokan, bok! Bella, kamu ternyata sedikit lebih pintar dari Nikita Willy :')
Lalu terjadilah pernikahan itu. Begini kalau dirampung.
*sebelum pernikahan*
*terjadi percakapan-percakapan sedih antara Bella dan emak bapaknya*
*adegan temen-temennya Bella nyangka dia hamil karena dia baru umur 18 udah nikah. Oh, dia bukan hamil, cewek-cewek. Dia cuman kebelet kawin*
*saya laper kepingin martabak telor*
*adegan pernikahan. Bella digandeng bapaknya menuju altar, Edward senyum-senyum mupeng*
"I do"
"I do"
*mereka ciuman*
*saya mupeng. Gak, deng*

Lalu skip skip skip sampai akhirnya.....HONEYMOON DAY!!
Jeng jeng.
Saya udah expect kalau honeymoon-nya ini akan banyak adegan persetubuhannya YA SECARA JUDULNYA HONEYMOON KALO JUDULNYA UMROH MAH YANG BANYAK ADEGAN  NGAJI! HERAN DEH GUWEHHH~
Dibawa ke pulau sendiri gitu. Isinya cuman mereka berdua. Si Bella keliatannya seneng, saya sih males, soalnya di sana gak ada Indo Maret atau Alfa Mart. Entar kalo saya laper tiba-tiba pingin makan Mie Gemezz, gimana? 
*dikubur hidup-hidup di tumpukan Mie Gemezz*
Anyway, ini penampakan Mie Gemezz-nya. Saya doyan, aslik.

pic source

03 September 2012

Mahogany

Halo halooo! Postingan dari domain pribadi, akhirnyaaa setelah sekian lama, tilcik berdiri sendiri jua! Mamaaaak!
*menangis haru*
*potong tumpeng*
*gelar dangdutan tujuh hari tujuh malam*

Jadi, saya mau menulis postingan berkualitas untuk membuka postingan di tilcik dotkom pada kesempatan kali ini, yaitu...
Akhirnya saya merubah warna rambut saya. Ihik ihik.
*kibas dulu dikit rambut barunya*
Begini, tadi pagi saya lagi celingukan pegel-pegel di depan Bleki dari pagi-siang, sampai akhirnya hati saya tergerak untuk memberikan punggung ini sentuhan-sentuhan cinta dari tukang pijet di salon. Iya, namanya Masseur. Tapi kalo yang mijetin mbak-mbak, ya namanya Mbakseur.
*ditotok mati*

Akhirnya saya mandi dan ganti baju, setelah rapi jali kece dan wangi WHICH IS SAYA BINGUNG KENAPA SAYA MANDI PAN ENTAR KALO PIJETNYA PAKE LULUR SAYA MANDI LAGI, saya pamit dan meminta restu kepada kedua orang tua saya untuk menjalankan ibadah kecantikan pada hari Minggu kali ini.
Berikut percakapan saya dan Papa yang terjadi siang tadi:
Saya : Pa, berangkat dulu, ya.
Papa : Mau kemana?
Saya : Ke salon.
Papa : Mau ngapain?
Saya : ............
APAKAH BAPAK SAYA BERPIKIR SAYA AKAN MAIN CONGKLAK ATAU IKUT KELAS MEMASAK DI SALON? ATAU MEMANG SELAMA INI BAPAK SAYA MENGANGGAP SAYA LAKI-LAKI? SEBAGAI ANAK PEREMPUAN YANG BERASAL DARI PELUH DAN BIBITNYA, SAYA MERASA GAGAL-SODARA-SODARA SEKALIAN!
*menangis di bawah lampu pekarangan kantor Kelurahan*
*diusir hansip domestik*
Saya menyerah, akhirnya mengalihkan proposal izin juga restu dan doa-doa terlampir kepada Mama. Dengan rasa pegal di punggung yang makin terasa serta dorongan juga hasrat mendengar bunyi keretek-keretek ketika punggung saya dihajar pijatan mahadahsyat, saya cium tangan dan pamit. Berikut juga percakapan yang terjadi antara saya dan Mama:
Saya : Berangkat dulu, Ma"
Mama : Mau kemana?
Saya : Salon
Mama : Mau potong rambut?
Saya : Enggak, krimbat aja.
Mama : Oh, yaudah hati-hati.
.......
Udah gak usah protes. Saya juga bingung kenapa ketika ditanya apa yang akan saya perbuat di salon dari harusnya jawaban "Mau pijet dan lulur" menjadi "Krimbat". Namun dalam sepersekian detik saya ingat kalau saya belum keramas dengan baik dan benar. Lagipula, kalo krimbat kan dapet pijetnya juga, jadi 2 in 1. HOBAHH! Dengan tekad yang bulat, saya pun berangkat. #rhyme.

Sesampainya di salon.

26 August 2012

Mending nggak usah dibaca. Sungguh.

Sudah beberapa hari ini hubungan saya dan Kadek kurang "klik".
Kenapa eh kenapa? Karena eh karena, sudah beberapa kali waktunya kami berhubungan (BBM-an maksudnyaaa) kalo enggak dia ya saya yang tidur duluan. Ya beginilah pacaran tapi dua-duanya tukang tidur dan kalo nempel dikit sama bantal atau apaan gitu yang adem-adem langsung molor. Makanya kemaren pas di Bali kami kurang banget jalan-jalannya karena sebagian besar waktu dipake tidur wahahahahahahaha.
*dibekep jangkar karena buka aib rumah tangga*

Jadi sekarang intinya, saya mau ngasihtau kalo saya, kangen.
Biasanya sih kami kalo udah jadwalnya dia BBM saya kami banyak ngobrol. Tentang kehidupan saya, kehidupan dia, insecure-insecure ngehek dikit, abis itu baikan dan becanda-becanda lagi. Ya gimana, kami selain pasangan tukang tidur juga pasangan gampangan. Gampang marah tapi gampang juga dirayu (IYA IYA ITU SAYA DOANG SIH DIANYA ENGGAK KECUALI BAGIAN TUKANG TIDUR). Dan saya juga lagi kangen heart-connection kita yang kayak, kalo saya pingin sesuatu pasti dia kabulin. Beberapa waktu yang lalu saya lagi kangen di-insecure-in eh dikabulin sama dia dengan dia nggak mengizinkan saya pergi ke acara Sahur On The Road bareng temen-temen saya. Terus, dia juga minta saya kirim location saya lewat Google Maps, saya kabulin juga lha saya juga nggak kemana-mana. ANJIS BERASA ANAK SMP INSECURE PISAN MANEH, SAYANG!
*gegulingan di kuburan*

Nah, minggu kemarin, hal ini tidak terjadi..
*suara biola dengan dramatisnya mengalunkan lagu "Stasiun Balapan". Nggak apa-apa nggak nyambung, yang penting biola dan dramatis*
Hari Rabu dia BBM. Kalo Rabu itu, biasanya kapal pesiar tempat dia kerja itu bersandar yang jelas di pelabuhan Meksiko, bukan, bukan bersandar di bahunya mas Anang Hermansyah. *dijambak Ashanti* kalo Rabu itu dia turun kapal dan henponnya dapet sinyal, jadilah dia mulai BBM saya hari rabu. Tapi kali ini dia nggak turun kapal dan memilih untuk diem di kamar kemudian...........tidur. Yak jadilah hari Rabu malem saya tidur dengan bibir manyun, pemirsa yang ada di studio maupun di rumah entah rumah sendiri atau masih numpang mertua.
*dikemplang berjamaah*
Rabu malem tidur manyun, bangun-bangun saya berasa Angelina Jolie.

31 July 2012

Love Song, an intermezzo



I know, this isn't the original version of this song, but by the way 311 covers the song, I constantly fall in love with the way they pack the song and bring the ambience that comes so, so soft and....lovely :)

I miss us that listening to this song together, laying in bed and giggled of the awkwardness because you listened to the song for the very first time.
You listened to this song once, then twice, then repeated it over and over again,
then you hugged me,
tightly.
Then you smiled, indeed you showed your signature silly smile. Silly :p

Sometimes I wonder, with everything that we're facing now, will we survive?
Then I would listen to this song,
and suddenly the faith comes back to the surface.
That we are,
going to be alright..

However far away, I will always love you.
However long I stay, I will always love you.
Whatever words I say, I will always love you.
I will always love you..
:)

26 March 2012

A quick update, ndasmu.

Sebelum kita memulai postingan ini, ada baiknya kita awali dengan doa agar postingan ini tidak berakhir nista di dalam kolom "draft".
Berdoa, dimulai.
*bersin*
Selesai.

Ehm.
HALOH SEMUANYAAAH!
Apa kabar yang di sana? Di sini? Di ujung sana? MAJALENGKA SIAP DIGOYAAANG??
...
Oke, salah konteks. Saya suka khilaf bawa-bawa profesi lama kalo lagi nulis gini.
Eniwei.
SAYA KANGEN!
Kangen nulis suka-suka di blog ini, mengingat beberapa postingan di bawah ini menunjukkan jiwa saya yang sedang tidak stabil dan agak terburai kemana-mana akibat perasaan.
*tsah*
*kibas poni*
*kecolok, soalnya udah agak panjang poninya*

Kali ini, saya mau cerita tentang kesibukan saya sehari-hari pada beberapa waktu belakangan ini.
*dilemparin telor busuk. Lukate Nikita Willy?*
Saya sampe sekarang masih bekerja sebagai sekretaris teladan di sebuah agency pelayaran, di mana perusahaan tempat saya bekerja menyalurkan tenaga kerja berkualitas untuk bekerja di kapal pesiar line internasional.
*sedikit merasa keren*
*kibas poni*
*kecolok lagi*

Apa lagi, ya? Udah sih itu aja. Nggak ada banyak cerita buat di-share.
Udah ya saya mau tidur. So long, farewell, auf widersehen, good night!
*tidur berlumur iler*
*dikeplakin pembaca, postingannya gitu doang, nggak penting pula*

21 January 2012

Martabak Keju

pic was taken from here
I simply love this picture.
Do you know how this dog feels?
Is he smiling?
Don't think so.
Is he going to cry?
There's a possibility.
Is he mad?
Hmmm... Lemme tell you bout my thought about this later.
.....
Oke, ribet.

Kamu tau apa yang ada di pikiran saya?
Martabak keju.
Dengan adonan yang tidak terlalu manis, tapi kejunya tebal. Ada lelehan mentega di dalamnya, dengan asap yang masih sedikit mengepul karena martabaknya baru matang. Ditambah lagi, dengan udara dingin karena sekarang sedang hujan.
Minumnya, kopi hangat.
Kalau untuk saya, tidak pakai gula. Tidak masalah kopinya tidak manis, pasti kan sudah dapat manisnya dari aura saya yang emang dari sananya manis martabak kejunya.
Duduk di sofa malas, di depan televisi menonton apa saja yang sedang ditayangkan, nggak jadi masalah. Yang penting martabaknya, bro!
*elus-elus perut*

Udah, segitu aja, sih..
Saya iseng aja nulis begini, mau bikin pembaca ngiler sama martabak imajinasi saya. Nggak nyambung sama foto di atas? Emang. Biarin. Wleeek.
Udah, ya. Selamat ngiler kepingin martabak!
*kabur*
*disambit sekotak martabak keju*
*balik lagi*
*mangap selebar-lebarnya*
*lumayan, martabak keju gratis*

19 September 2011

Lotus Flower

Jadi, malem minggu kemaren ceritanya saya nggak kemana-mana. Di rumah aja. Lagi enak-enak bertapa di kamar sambil nyemilin cheese muffin-nya breadtalk, ternyata Arief tiba-tiba dateng ke rumah saya. Jadilah kami berdua ended up ngobrol sambil internetan di rumah saya. Apa? Ohjelas rumah saya canggih udah provide wi-fi! Hmmmm.
*disambit modem*

Kami berdua memang jatuh cinta banget sama video klip-nya Radiohead yang judulnya Lotus Flower. Ini videonya:


Di video ini Thom Yorke terlihat very VERY sexy folded in his quirkiness. Koreografi "nggak jelas" macem itu dengan tema simple bikin saya sama Arief nggak bisa nggak berhenti komentar, "Ah, gila!" atau "Anjrit, Thom Yorke emang beneran deh ih.." dan emang Arief yang lebih mendalami Radiohead dari saya bilang kalo thom Yorke ini mukanya doang blo'on, tapi dalemnya jenius. Saya sih manggut-manggut aja, tapi setuju juga :D
Masih terhipnotis, kami akhirnya browsing-browsing lagi video-video cover-annya tapi lalu berakhir dalam kekecewaan karena nggak ada yang nyanyinya pas sama selera hati kita. Well, we both are Virgos. Ngerti kan kalo Virgo nemu yang nggak pas di hati bakal kayak gimana? Yes, kecewa dan lalu komentar ini-itu. Muahahahaha.
*diusir dari rasi bintang*

Tetep browsing sana-sini, eh kami nemu video ini. Yep, Lotus Flower versi cewek. Sayang banget video ini gak bisa di-embed. jadinya silakan di klik linknya, ya.. :(
Jadi kami awalnya ngira perempuan ini akan nyanyiin Lotus Flower dengan settingan kayak video klip aslinya, ternyata....
Kami salah.
Dan dibuat bengong sambil nggak berhenti bilang, "Anjrit, keren ni perempuan!"
Kenapa eh kenapa?
Karena eh karena..
Perempuan ini gak menyanyikan Lotus Flower, tapi lipsync, dan..........IMITATE THE COREOGRAPHY VERY WELL. Juga, dia terlihat sangat quirky dan feel-nya dapet. Pokoknya saya sama Arief nggak bisa berhenti girang nonton video ini! 
:D

Kalo yang mau liat, klik aja itu linknya, saya jamin kalo suka sama lagu Lotus Flower nggak bakal manyun liat video itu. Hihi. Udah ah, mau update itu aja. Saya sebenernya kangen nulis, tapi nggak tau mau nulis apa jadinya ya nyampah model begini :))
*dicium Thom Yorke*
Udah yuk ah tidur. Ini waktu sudah memasuki zona hari Senin, loh. Buat yang besok kudu kerja pagi, congratulation, deh. Besok pas pada berangkat kerja, bagi yang beruntung akan bertemu saya lagi.....sepedahan. Ngahahahaha.
*dilindes fixie mejikuhibiniu*
Hihi.
Good night, good readers :)

15 April 2011

Racau Sengau

Catatan awal: Tulisan ini saya buat tiga hari yang lalu, disela-sela training yang diselenggarakan kantor tempat saya kerja praktek. Yes, this is gonna be a long-boring post. Read at your own risk. Enjoy!

Halo, ternyata saya kangen sama blog ini. Kali ini saya mau menulis di luar konteks 30 Days of Writing. Karena sekarang saya menulis pada page Microsoft Word, di tengah-tengah training yang diadakan kantor saya dan kengantukan para peserta menjelang coffee break. Ada yang menopang dagunya dengan tangan kanan, jam tangannya baru nampaknya. Masih kinclong. Ada yang curi-curi tidur dengan menundukkan kepalanya dan buku tebal di hadapannya. Ada yang tidak berhenti mengunyah permen yang pihak kami sediakan. Oh, hati-hati gula darah naik, Pak.

Nah. Mau nulis apa sekarang saya ya?

Saya tanya dulu deh.
Ada yang sedang berbahagia di sini? Yang diterima cintanya oleh sang pujaan hati semalam setelah rancangan kencan yang sedemikian rupa? Yang diterima lamaran pekerjaannya? Yang kenyang makan siang dengan full dan tidak terdapat ulat pada selada yang dimakan? Yang lagi cuti bekerja? Yang nilai ujiannya memuaskan? Yang baru dapat uang jajan? Nah, kebetulan saya belum gajian. Bisa sekalian saya ditraktir paket McChicken-nya McDonald’s? Ya nggak apa-apa dong kalau saya ngelunjak.
*dipatok ayam goreng tepung*
Ada yang sedang bersedih di sini? Yang sandal jepitnya putus? Yang baru kecopetan? Yang pakai minyak rambut kebanyakan sehingga Tao Ming Tse pun akan minder melihat rambutmu? Yang baru diputusin sama pacarnya karena bajunya nggak pernah ganti? Iya, saya ngerti kamu belinya lusinan, tapi ya ada variasi dikit dong ah. Hubungi saya untuk konsultasi mengenai fashion, ya. Tarifnya khusus deh buat kamu.
*disetrika*

Untuk yang sedang berbahagia, saya ucapkan selamat. Semoga kalian bisa menikmati kebahagiaan ini sebagaimana mestinya. Tidak kurang, tidak juga berlebih. Untuk yang sedang bersedih, saya ucapkan selamat juga. Selain biar saya kesanya adil, saya juga ingin memotivasi kalian supaya tidak dirundung kesedihan yang mendalam. Pertanyannya adalah, berhasilkah saya?
*hening*

*masih hening*

*keesokan harinya*
Oke, tidak berhasil.

Maka dari itu, saya akan berbagi kepada kalian tips dan trik untuk mengatasi kesedihan. Saya tidak berani menjamin efektivitas dan efisiensinya, tapi setidaknya kan saya nyoba. Boleh dong? Ya boleh lah. Blog ya blog saya, kenapa jadi nggak boleh? Kalian pikir kalian siapa? Hahh?? Buat temen-temen SD gu-wehhh yang suka nge-bully gu-wehhh, MAKAN NIH!!!
*80% pembaca meng-klik tanda ‘x’ di sebelah kanan atas*
Ah, apa yang baru saja terjadi? Saya rasa saya kesurupan ruh blonde yang sama dengan yang memasuki raga Marshanda beberapa waktu lalu. Sekarang dia sudah menjadi istri sholehah, maka semoga hal yang sama mendatangi saya. Amin ya Tuhan.

Nah, 20% pembaca yang dengan khilaf setia membaca tulisan ini, terima kasih, ya. Nanti ada bingkisan dari saya berupa Momogi dan Richeese Nabati yang bisa diperoleh di warung sekitar.
Oke, mari kita lanjutkan. Siapkan diri kalian, karena saya akan berbagi TIPS MEMBUAT KESEDIHAN MENJADI SEDIH KARENA KITA HADAPI RASA SEDIH ITU DENGAN TIDAK SEDIH ala Anita Rizky bukan Risky!
*backsound soundtrack Dunia Fantasi mengalun riang gembira*

Here we go.

1. Jika kalian sedih akibat patah hati, jangan tunjukkan pada dunia kalian sedang patah hati. Jangan mogok makan, jangan tidak mandi. Jangan pakai kaos kaki beda warna kanan dan kiri. Jangan begadang kalau tiada artinya, begadang boleh saja kalau ada perlunya.
*digetok gitar sama Haji Oma*
Kalau kalian patah hati, mandilah dengan air dingin di tengah malam. Hati yang sedih sangatlah rapuh, kesehatan sangat rentan untuk tergangu. Jadi daripada harus berada di antara sehat dan sakit, lebih baik sakit sekalian. Palingan flu. Lagipula, riset yang saya lakukan ke Jerman pinggiran menunjukkan bahwa cara lain untuk melepas kesedihan selain dengan menangis dan berteriak adalah…bersin. Iya, saya tau saya jenius. Nggak usah takjub gitu dong. Biasa aja ah.
*kibas poni*
*dipeperin ingus*

2. Jika kalian merasa kesedihan kalian sudah tidak bisa ditolerir lagi, saya punya tips untuk menghindari tangisan bombay, yaitu…..cari pohon, lalu menarilah! Iya, pada awalnya kalian akan dianggap orang gila, apalagi kalau siang bolong panas-panas jam makan siang, yang lain sibuk menikmati makan siangnya sementara kalian..joget-joget macam orang kesurupan. Tapi lama-lama mereka akan terbiasa, apalagi jika kalian melakukannya secara rutin. Jangan pedulikan pencitraan, ini urusan kalian! Lagipula, kegiatan ini memiliki keuntungan. Nih, ya, girls. Perhatikan. Dengan secara rutin menari-nari siang bolong, tidak hanya kalori yang terbakar, tapi kulit juga akan menjadi kecokelatan. Badan langsing, kulit eksotis, dan dalam hitungan kecepatan cahaya akan ada bule ganteng yang mendatangi kalian dan mengatakan, “Be my wife?”dan kalian akan bisa dadah-dadah secara dramatis kepada orang-orang yang mengatakan bahwa kalian gila. Ya walaupun tidak bisa dihindari sih.. Untuk para laki-laki yang melakukan tarian ini dengan sunguh-sungguh, bisa jadi yang kalian tarikan adalah tarian pemanggil hujan. Bayangkan, di tengah siang dengan sinar matahari yang terik, tiba-tiba turun hujan yang menyejukkan. Orang-orang akan mengucapkan terima kasih. Kalau melakukannya di kantor, kalian bisa naik jabatan dengan gaji yang lebih menjanjikan. See? See? SEEEEEE?

3. Ketika kalian sedang galau dan tidak tahu harus apa, maka CEGATLAH ABANG KETOPRAK. Kenapa eh kenapa? Karena eh karena, ketoprak itu rasanya surprising, seperti hidup ini *TSAAAAH!*. Bagi yang menganggap saya berlebihan kemungkinan belum pernah makan ketoprak seumur hidupnya. Nanti saya traktir deh makan ketoprak di aki-aki langganan saya. Ketopraknya pake telor ceplok, sedap loh. Serius.
*fokus terdistraksi*
Oke, emang jam-jam segini either jam ngantuk atau laper(lagi). Dan saya terkena wabah yang kedua. Jadi, mari kita fokus. Sampai mana saya tadi? Bukan, bukan ketoprak pake ceplok telor. AH! Ya, ketoprak. Kenapa saya bilang rasa ketoprak itu surprising? Karena coba kalian resapi, lagi enak-enak ngunyah lontong dengan tau dan bumbunya, tiba-tiba mucullah rasa bawang putih yang agak menyengat dan cabe yang pedas. Kita tidak tahu kapan kita akan menggigit bawang putih atau cabainya. Entah ketika kita sedang mengunyah lontong, atau mengunyah tahu bahkan bihun atau tauge. Hal ini akan mengingatkan kita bahwa hidup itu peuh kejutan. Ada up and down-nya. Kita tidak tahu kapan kita akan mendapat kesedihan dan kebahagian. Jadi kuncinya, nikmati saja setiap prosesnya, langkahnya. Nah, kalau mindsetnya sudah begini, niscaya kalian akan merasa bahwa ada banyak hal yang bisa kita syukuri setiap harinya, termasuk tauge yang ujungnya dipotong dulu sebelum dimasak (iya, gue nggak suka tauge yang masih ada ‘buntut’nya).

Well.
Tulisan ini memang sudah mulai ngaco. Ralat. Tulisan ini memang NGACO DARI AWAL. Ya jangan salahkan saya, salahkanlah kebosanan yang melanda dengan peraturan perundang-undangan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang sekarang mengalun mesra dikumandangkan oleh bapak instruktur. Saya tiba-tiba bersyukur saya kuliah di jurusan sekretari yang nggak usah mikirin undang-undang nomor berapa yang berhubungan dengan radiasi sinar UV yang dapat diukur dengan UV radiometer. Saya mah menghadapi sinar UV cukup pake sunblock sampe belepotan, Pak.
*ditendang dari kantor*

Sudah, sudah. Sebentar lagi coffee break ini. Saya mau menengok dulu cemilan apa pada siang ini yang bisa menemani saya bermesraan dengan kopi. Karena jangankan peserta, sayapun mengantuk sejadi-jadinya dengan opa-opa-jago-gambar-yang-sudah-melancong-ke-banyak-tempat. Oh, dia barusan gambar Cut Tari loh, dengan kandang macan di sebelahnya. Yea, right. Cut Tari si pawing macan. What a fantasy, eh?
Have a nice evening, people. Siang ini camilannya surabi ternyata. Yum.

05 April 2011

Opo ikiiii

Saya ingin menulis, untuk kamu, yang sekarang sedang berputar di kepala saya dengan riang gembira.
Kamu, yang di sebelah sana, sedang menyeruput kopi hitam dan menghisap batangan tembakau.
Kamu, yang sedang berkerut-kerut jidatnya, jangan dikucek-kucek matanya, nanti jadi makin merah.

Saya nggak tau mau nulis apa tentang kamu. Yang penting mah nulis, biar nggak dibilang blogger murtad ke twitter. Nulis apa ya, Sayang? Bingung, ih. Aduh. No inspiration ieu teh. Bagi dulu dong kopinya. Tembakaunya boleh? Enggak? Oh, makasih ya, kamu pelit. Huh.
Yaudah, deh. Nggak jadi nulis.
*malah ngambek*
*nulis woy!*

Iya, iya. Udah kepalang tanggung nulis paragraf pembuka, sekarang mari kita tulis intinya.
Inti dari tulisan kali ini adalah....
Saya rindu, akan hangatmu.
Genggaman tangan yang tidak terlalu erat, namun menghanyutkan.
Pandangan mata yang tidak tajam namun meneduhkan.
Senyum yang tersirat namun memabukkan.

Kamu tahu apa yang ada di pikiran saya ketika percakapan kita di telepon berakhir?
"Sompret, gue belom bersihin make-up!"
Eh, bukan. Itu untuk scene saya-yang-abis-pulang-syuting-putri-yang-ditukar-di-semak-semak.
*singkirkan Nikita Willy dari dunia persinetronan Indonesia dan biarkan dia menjalani kewajibannya sebagai siswa*
Saya kecanduan. Kamu candunya.
Dengan segala cerita yang baru kamu lontarkan ke saya tadi, dengan komunikasi kita yang hampir tidak ada hari ini..
Kamu, perusak mood saya. Nomor satu. Hanya ketika kamu tidak ada.
Kamu, kesederhanaan yang membuat saya menjadi rumit. Hanya ketika kamu datang dengan belaianmu yang mendarat di poni saya.
Kamu, genggaman erat pada kelonggaran yang kita sepakati. Hanya ketika saya sudah gila dan mengikat kamu secara paksa untuk tidak kemana-mana.

Sudah, sudah.
Cukup sudah tulisan ngalor-ngidulnya.
Saya mau tidur saja, menikmati kamu secara virtual. Bukan, bukan adegan syur. Saya kan alim. Banget. Tanya sama pengurus mesjid di dekat rumah saya, "Anita itu orangnya gimana?" pasti mereka jawab, "Anita yang mana? Yang alim banget itu, ya?" oh jangan heran kalau kamu lihat mereka langsung ambil wudhu dan sholat tobat, Sayang. Mereka hanya meminta ampunan kepada Tuhan karena baru saja membohongi kamu.
....

Mas,
Kamu baru saja membaca tulisan saya yang menghancurkan pencitraan sendiri.
Masih mau kamu sama saya?

Tulisan kali ini sungguh pointless dan ngalor ngidul. Maaf ya, para pembaca. Saya menulis dalam keadaan kangen dan bebek bakar lengkap dengan sambelnya yang saya rasa utusan neraka menari-nari dan bergejolak di perut saya..

30 December 2010

Garuda di hatiku :')

IN-DO-NE-SIA! Jeng jeng, jeng jeng, JENG!!
Begitulah kira-kira sorak sorai gegap gempita gemuruh riuh yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia malam ini. Tsaaah, udah cakep ya opening saya di postingan kali ini ya? Cocok udah nih ya jadi komentator, ya?
*sisir poni, berdehem jumawa*
Malam ini, seperti yang kita semua ketahui, adalah malam final piala AFF 2010 antara Indonesia dan Malaysia. Menurut saya, malam ini adalah malam paling 'merah' selama tahun 2010 ini. Sungguh ciamik, melihat dominasi warna di bangku penonton GBK adalah merah, bukan batik seperti yang diisukan selama ini akan terjadi. Iyalah, siapa yang mau nonton bola jejingkrakan gerah-gerah dalam balutan bahan batik yang kurang bisa menyerap keringat itu? Lagian kan malu kalo ada kejadian kayak gini:
Penonton Berbatik: "GOAAAAAAALLL!!"
Penonton Berkaos: "GOAAAAAAALLL!!"
Penonton Berbatik: *angkat-angkat tangan bersorak sorai gembira* *tiba-tiba* "KREEEEEEK!!!"
Penonton Berkaos: *lompat jejingkrakan, salto di udara, sikap lilin dan kayang dengan sempurna* "Eh, lo kenapa, Sob?" *iye, emang penonton berkaos ini agak sok asik*
Penonton Berbatik: "Ketek batik gue sebelah kiri sobek, Bos. *ho oh, pembaca, penonton berbatik ini juga gak kalah sok asiknya*
Lalu, goal kedua....
Penonton Berbatik: "GOAAAAAAAAL!!"
Penonton Berkaos: "GOAAAAAAAAL!!"
Penonton Berbatik: *Angkat-angkat tangan kanan karena lengan tangan kirinya udah sobek* *tiba-tiba* "KREEEEEEK!!"
Penonton Berkaos: *lari keliling lapangan GBK, minta foto bareng Luna Maya, dadah-dadah ke Manohara* "Lo kenapa lagi, Sob?"
Penonton Berbatik: "Ketek batik gue sebelah kanan sobek, Booos!"
Penonton Berkaos: "Lah elu sobek aja dua-duanya, kan lebih adem itu ketek, bisa dadah-dadah ke kamera kalo disorot"
Penonton Berbatik: "Gue belom cukur, ntar emak gue di rumah kalo nonton gue dadah-dadah dengan ketek gondrong, bisa diusir dari kampung.."
Penonton Berkaos: .....
Baiklah, tadi adalah distraction yang cukup dapat menjadi alasan para pembaca untuk meninggalkan saya. Tapi eittss, jangan kemana-mana dulu! Saya masih punya doorprize untuk postingan kali ini untuk pembaca yang setia..
*pembaca kembali duduk manis*

Oke, sekarang posting serius.
Nah, seperti yang kita semua tahu juga, Tim Garuda harus menerima kekalahan di Stadion Bukit Jalil, Malaysia tanggal 26 Desember kemarin. Banyak yang bilang ini semua gara-gara sinar laser warna hijau yang 'menyerang' mata kiper kita, Markus, beberapa kali. Pertandingan juga sempat berhenti. Markus akhirnya protes kepada wasit tentang sinar laser yang mengganggu itu. Tapi pada akhirnya, pertandingan tetap berjalan, dan Indonesia kalah 3 poin dari Malaysia. Itu juga yang saya lihat, konsentrasi pemain TimNas kita sudah terganggu sehingga mainnya jadi acak-acakan. I wasn't disappointed, tapi sangat menyayangkan ulah yang tidak sportif itu. Apalagi ketika ada petasan yang dilempar ke tengah lapangan. Pas ada suara JEDARRRRRR dan terlihat ledakan petasan, GUE BENGONG LOH BOK!! First thing came from my mind was, "Hanjir, itu gimana caranya petasan masuk ke dalem stadion? Apa jangan-jangan itu ibu-ibu bunting yang mendadak melahirkan prematur tapi ternyata dia hamil petasan bukan hamil orok?". Kalo di sini mah itu namanya petasan teko. Coba diliat di bawahnya, kalo ada tulisan "Made in Cicaheum", berarti kita patut bangga produksi bangsa kita sudah berlevel mancanegara..
*salah fokus*
*dijejelin petasan sekardus*

Lanjut. Pembaca yang pindah ke link lain, saya sih bilangin aja, rugi loh gak dapet update dari saya..
*mata mengedip sebelah, pose senyum 3 jari ke arah kamera*
Tapi saya akui, permainan Malaysia juga oke. Favorit saya, Safee. Larinya kenceng, tenaganya juga kuat. Tendangannya gak pernah ragu-ragu. And, about the goalkeeper.. APA-APAAN ITU KIPER UDAH MIRIP VJ DANIEL JAGO BANGET  PULAK??! Saya bengong liat ada goalkeeper yang setangkas itu. Konsentrasinya bagus, fokusnya juga oke, dan yang paling penting, dia nggak suka maju-maju ninggalin gawang. Oh, Markus, bukannya saya gak cinta sama kamu nih, ya, tapi, kamu terlalu 'centil' nyamper-nyamperin bola. Apa biasanya sama Kiki kamu......ah, lupakan.

Lalu, tentang pertandingan hari ini, saya puas. Sangat puas. Saya nonton bareng sama Carol, Diana, Mahesa dan Rendy. Dari tempat nobar aja udah keliatan warna merah semua. Pas liat big screen(karena nontonnya di cafe, kalo nontonnya di pos RW terdekat sih saya akan nulis 'pas liat tv 14 inch dengan kualitas seadanya') GBK didominasi warna merah. Saya merinding, Gan. Pas Indonesia Raya dinyanyikan, saya merinding lagi. Pas lagi pesen French Fries, saya makin merinding. Ternyata belakangan saya ketahui, leher saya dikelitikin sama Carol. Damn you, biatch. Eh iya anyway, Carol ini masih single, loh. Umurnya 20 tahun, kulit putih, tinggi semampai, mendamba laki-laki dewasa yang bisa menghadapi dia yang banyak maunya.
*dijambak Carol, diseret, diceburin ke Sungai Nil*

Lanjut.
Pertama match mulai, keadaan sangat heboh. Gol gak gol tetep teriak. Ngerti gak ngerti tetep komentar. Oke, itu bukan saya maupun teman-teman saya, tapi penonton di belakang meja saya.
Sempet geregetan sama poninya Arif Suyono beberapa tendangan ke arah gawang Malaysia tapi gak gol dan tendangan pinalti Firman Utina yang bahkan gak nyolek tiang gawang. Tapi seperti yang sudah saya tulis pada paragraf di atas, goalkeeper Malaysia sungguh berkualitas. He plays like there's no other thing but the ball and himself. Fokusnya bagus, saya rasa dia dulunya sering bertapa di bawah air terjun di dalam kandang macan untuk melatih fokus dan awareness-nya.
*dijorokin dari puncak Gunung Himalaya*
Gocek kanan-kiri, nendang berkali-kali gak goal, geregetan sendiri, akhirnya Nasuha mencetak goal di menit keberapa saya lupa. Keadaan gegap gempita, teriakan dan histeria dimana-mana. Sempat dapat serangan balik, tapi ternyata M. Ridwan mencetak gol cantik kedua untuk Indonesia. Sekali lagi, teriakan IN-DO-NE-SIA!! membahana dimana-mana..

Well, walaupun pada akhirnya Indonesia kalah, tapi saya pribadi merasa bangga. Saya melihat pemain TimNas kita play like there's no tomorrow. Semangat banget! Dan yang paling penting adalah, gak keliatan capek atau mental down. Kalau dulu-dulu sih yang saya perhatiin, pemain Indonesia itu ciri khasnya adalah, kalo udah kebobolan satu gol, pasti langsung lemes, mainnya kayak nggak niat, males-malesan, rasa-rasanya dulu tuh kalo saya nonton bola, cuma tahan 15 menit paling lama, abis itu pindah nongkrongin Fitri sama Farrel yang bersatu menyatukan cinta mereka. Karena ya itu, pemain Indonesia cepet capeknya, mental juga cepet down.. Tapi di piala AFF ini, menurut saya Indonesia memiliki progres yang sangat sangat bagus. Banyak orang yang dari mulanya meremehkan kekuatan TimNas kita jadi heboh sendiri mengelu-elukan nama anggota tim kita. OH AND I LOVE ALFRED RIEDL! Walaupun mukanya cemberut terus, but he does a great great job to our team. Baru kali ini saya nonton kekalahan tapi tidak merasa kesal. You play good, Garuda. You did a very right thing to them, Mr. Riedl. Saya ngebayangin gimana kerasnya si Opa dalam menerapkan disiplin ke pemain-pemain Indonesia yang *uhuk* biasanya *uhuk* sangat bermasalah dengan ketepatan waktu dan kedisiplinan *uhuk*.
*disambit obat batuk*
Tapi, TimNas sudah mengharumkan nama Indonesia di mata internasional. Kita bermain 'bersih' dengan supporter yang tertib. Nggak ada tindak anarkis sedikitpun dalam menerima kekalahan. Tidak ada laser atau petasan atau barang berbahaya apapun, walaupun saya yakin setengah modar kalo ada "The Red Flare" yang dinyalakan pasca goal Nasrudin, tapi nggak disorot kamera karena Indonesia bisa didenda akan hal itu. Yah, setidaknya walaupun kita kalah, kita tidak dipecundangi oleh supporter negara sendiri DAN tidak menanggung malu di mata dunia cuman gara-gara sinar laser seiprit ATAU petasan yang belum tentu "Made In Cicaheum". Indonesia kalah, namun tertib. That's the point :')
Nah, oke ya kata-kata saya, ya? Ya? Udah cocok jadi tim penasihat PSSI dong nih ya? Apa? Nurdin Halid belum mundur? Oke, lupain aja. Saya mau jadi tukang cangcimen tetap aja di GBK. Cangcimen cangcimen cangcimen, kacang kuwaci permen..

Once again, thank you, Garuda. The whole Indonesia's really prrrrrrrrroud of you all. Indonesia for World Cup? Who'll doubt bout this? :)

VIVA LA GARUDA!! TURUNKAN NURDIN!!

27 December 2010

Harry and The Potters

Jadi ceritanya, saya lagi iseng browsing di youtube, dan tiba-tiba menemukan video yang menakjubkan dari salah satu band yang namanya..
Sebentar, saya seruput kopi dulu..
Udah, siap?
Sebentar, pulsa saya abis ternyata. Saya beli pulsa dulu.
*digetok. KELAMAAN!*
Oke, oke.
Nah, nih dia ya.
Nama band nya adalah.....
HARRY AND THE POTTERS.
Jedar.
Bumi gonjang ganjing.
Iya, iya, saya ngaku, sebelumnya saya browsing pake keyword 'The Potters'. Iya, band lokal kita yang vokalisnya mirip Kiki Farrel tapi saya gak tau ada sedikit nyenggol mirip Kiki Amalia apa enggak..
Eh baidewey ya bok, Kiki Amalia itu ya masa ya........
*mulai terdistraksi untuk gosip, naluri emak-emaknya keluar*
ENIWEYYYYYYY,
here's the video:

"I am Harry Potter"
Ini semacam 'lagu perkenalan' kali ya..



Dan, video kedua..
"Save Ginny Weasley From Dean Thomas"
It's an WTH song: What The.....HHMMMPPPHHH???
*nahan ketawa setengah modar, karena postingan ini belom selesai*



Masih ada satu lagu lagi yang akan saya share. Lagu terakhir adalah..

"Voldemort Can't Stop The Rock"

Pertama kali nonton video ini, saya semacam excited.
Siapa yang bisa menggambarkan betapa beraninya mereka sama Voldemort dalam 1 lagu?
Sekitar 1 menit setengah mereka ngemeng sana ngemeng sini..
Sampai akhirnya mulailah mereka nyanyi.
"Voldemort can't stop the rock"
"Voldemort can't stop the rock"
"Voldemort can't stop the rock"
....
Gitu terus lagunya.
Sampai selesai.
1 detik berlalu..
Detik berikutnya...
Masih berjalan..
Lalu...
MUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAH GUOBLOOOOOOSSSSSSSSSSSS!!!!
Saya ngakak, sodara-sodara sekalian.
BAND MACAM APA INI????
=)) =)) =))
*emotikon diatas merupakan penggambaran dari ROTFL: Rolling On The Floor Laugh a.k.a NGG: Ngakak Guling-Guling. Iya, singkatannya memang terbaca sedikit seperti erangan atau ngeden gitu.. NGGGGG, iya gak usah diulang juga kali. Iya maap, saya hilap.

Yak. Sudah sampai sini saja dulu perjumpaan kita kali ini, pembaca. Saya, penulisnya, mau undur diri dulu. Mandi lah. Belom mandi dari kemarin. Apa? Jorok? Dih, siapa yang jorok, saya itu justru cinta lingkungan dengan mengirit pemakaian air untuk hal yang tidak dibutuhkan, tauk!!
*disambitin gayung*
Baiklah, i'm off to go. Ciao!

Voldemort can't stop the rock..
Voldemort can't stop the rock..
Voldemort can't stop the rock...
INI LAGU KENAPA GAK ADA BERHENTINYA DI KEPALA SAYA SIK???
*jedotin kepala sendiri ke tembok*
*pingsan dengan anggun*
*maka dari itu, postingan ini benar-benar berakhir*