Showing posts with label about somebody :). Show all posts
Showing posts with label about somebody :). Show all posts

04 February 2015

3 Things About Him

Memasuki bulan ke-11.
Bukan, bukan kehamilan ataupun pelunasan cicilan.
Tapi bulan ke-11 dari hubungan saya dan pacar saya. Oh mari bersama-sama kita panggil dia si Om. Kenapa? Karena dia sudah om-om mwahahahahaha.
*dijewer*
Ya, saya menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang usianya terpaut lumayan jauh dari saya, 15 tahun. TAPI KATA TEMAN-TEMAN SAYA YANG KELIATAN TUA MALAH SAYA BUKAN DIA.
*tenggak obat anti aging, sepabrik*

Wow, hampir setahun.
I must say, hubungan ini adalah hubungan serius pertama yang saya jalani.
Bukannya saya bilang hubungan kemarin-kemarin saya main-main, tapi saya merasa hubungan ini adalah hubungan yang paling......memutar otak.
*menghela napas panjang*
Kenapa gitu? Iyalah, saya kan nggak punya otak, berpikiran cetek dan apa-apa dihadapi secara emosional. Sementara itu dia sudah lebih dewasa dari saya dan pola pikirnya pun sudah jauh ke depan, ya ngebul lah kepala saya kalo harus ngadepin dia.
*kipas-kipas kepala*
*kebakaran*

25 December 2014

The Beginning

"Kamu temenin aku dong. Aku mau dikenalin sama temennya temenku, tapi aku gak mau jadi perempuan satu-satunya. Jadi kamu temenin aku. Ya? Ya?"
"Kapan?"
"Lusa. Kamu harus kosongin jadwal kamu buat aku. Okay?"
"Okay"
"Great. Gonna pick you up at the office at 5"
Dan pembicaraan singkat lewat telepon itu pun berakhir.

Dua hari kemudian, sesuai janji, salah satu sahabat saya yang cerewet itu memenuhi janjinya. 
"Aku udah di depan. Kamu keluar ya" katanya. Saya memasuki mobilnya lewat pintu belakang, karena dia duduk di bangku penumpang di depan, tempat saya biasa duduk. Lalu siapa yang duduk di kursi pengemudi?
"Nit, kenalin nih temen aku.."
"Oh, iya. Halo, Anita"
" (sebut saja) Batman"
Kemudian mata kami bertemu di spion, saling menyunggingkan senyum.

20 March 2014

Mon homme


pic source

You suddenly came into my life.
Appeared in front of me,
sneaked into my subcounsious,
then instantly become my center of attention.

I still remember how we first met.
How warm your palm was when we shook hand,
how our eyes met,
and you smiled.

Then you brought me to your world,
a place where I have never been before.
With all of the surprises:
up(s) and down(s),
happiness and sadness,
even laughter and tears.

You got me sunk and trapped,
happily.
You make me feel wonderful with your little touches,
because you know how much I love affection.
You make me feel safe when you're holding my hand,
not letting me go anywhere but your side.
You make me feel unique with our nicknames to each other,
where the hell are the sweet-romantic nicknames going? I don't care, I love ours.
You make me feel loved everytime you take my hand and sniff it,
which I would usually stare at you and smile, as I love you more and more each day.

You, are the center of my world.
The focus of my lenses.
The smoke of my cigarettes.
The sip to my cup of coffee.
The kiss of my "good morning",
and "good night".

Yes, I love you, mon homme. Let's just enjoy what we're having now as your grey hair grow more and those wrinkles start to show up, agree?
:)

A spineless rose


*ketok-ketok mic*
Ehm. Tes, tes. Tu wa ga pat. Halaw? Yak. Udah beres ini microphone-nya.
HALAW, PEMIRSAH!
Wah, sudah lama ya kita nggak ketemu, udah dua postingan! Sungguh luar biasa saya ini ya dua postingan sebelomnya pake bahasa Inggris. Kalian pasti kangen banget saya ngepost pake bahasa Indonesia, kan? Apa? Enggak? Hah, kalian bilang banyak yang lebih pintar dan bahasa Inggrisnya lebih bagus dari saya? Ya nggak apa-apa. Saya mah anaknya pede. Biar kata pas-pasan juga yang penting sombong.
*kibas rambut yang berkilau kece karena habis keramas*
Gimana weekend kalian kemaren? Mine was beautiful. Hari Minggu lalu, ketika saya lagi panas-panasan di depan gerobak es podeng deket rumah, saya nggak sengaja ketemu sama sahabat semasa kecil saya. Untuk menghargai privacy, mari kita panggil dia Mawar. Ya emang standard, sih. Tapi yaudahlah yang penting kan kualitas tulisan saya ini.
*kibas rambut untuk kedua kalinya*
*kecolok sendiri* 

17 March 2014

Dedication.

pic source

4 days ago, was the world's kidney day.
And I, as you all know, have very sensitive hearing sense for the word "Kidney".
Because I lost 2 men that I love so much who are suffering one common disease:
Kidney Failure.
And those men, are my grandfather and boyfriend.

Two different persons, one heart broken: Mine.

28 November 2013

The man behind the piano: Gita Wirjawan

Ehaaai pemirsah! Wah, pada sumringah sekali mukanya. Pasti karena pada abis gajian, ya? Iya dong saya tau, itu di jidat kalian ada tulisannya "ABIS NGANTRI DI ATM".
Apa kabar ni semuanya? Di hari yang cer-cer-du alias cerah-cerah-sendu, iya, cerah untuk yang udah pada gajian, sendu buat yang belum.
*dikeplakin sama yang gajiannya di akhir bulan mentok*
Saya tu siang ini lagi browsing-browsing YouTube. Bukan karena saya gak ada kerjaan, tapi karena saya, well, iya deh saya ngaku saya lagi gak ada kerjaan. Lanjout! Tadi sampe mana saya cerita? Oh iya, lagi browsing YouTube! Saya tu lagi browsing-browsing video live music kece yang kekeceannya kurang lebih sama kayak muka dan hati saya, dan dimulailah perjalanan browsing saya dari jazz, dan saya nemuin video ini:


Bukan, fokus saya bukan di Dwiki Dharmawan yang saya akan ikhlas ngelapin keringetnya kalo dia kecapean, tapi lebih ke the man behind the piano. 
YES, PEOPLE! IT'S GITA WIRJAWAN! 

10 January 2013

2012: A Kaleidoscope

Hari kesepuluh di tahun 2013, tahun yang berakhir pada angka ganjil, namun menurut saya tidak diawali oleh hal-hal ganjil yang hopefully bisa menggenapkan segala keganjilan di saat-saat ke depan. Tsah, asik ya paragraf pembuka saya?
*kibas poni*
*poni Wiro Sableng*

Tahun 2012 sendiri merupakan tahun yang berkesan bagi saya. Good or bad, laugh and tears, depression and improvement. Pada postingan ini, saya (ceritanya) mau nulis ala-ala review 2012 lalu. And, here we go..

JANUARI
1. Pacar saya, Kadek, pulang ke Bali. Saya yang seumur-umur belom pernah ngerasain LDR, akhirnya tiba juga pada masanya. Sebelumnya 2 bulan penuh dia tinggal di Jakarta untuk training di (mantan) kantor saya. Setiap hari ketemu, Senin-Jumat, bahkan Sabtu dan Minggu kalau dia dan teman-teman yang lainnya ada jadwal main futsal. Sampe bandara untuk nganterin dia masih cengar cengir, pas dia udah masuk mau check in masih senyum-senyum khawatir, pas dia udah gak keliatan wujudnya mewek sepanjang jalan kenangan, ditemenin Ivana yang bernasib sama. Iya, kami temenan, dan pacar kami pun temenan :))

FEBRUARI
1.Saya mendapat pengalaman kerja selama 11 hari di Sri Lanka. Yes, (mantan) bos saya expanding perusahaan ke sana and there I was. Karena ceritanya lumayan panjang, mungkin nanti akan saya jabarkan dalam 1 postingan tersendiri di sini. The experience was good, saya belajar banyak di sana. Good or bad? Tunggu aja postingan berikutnya, ya :)
2. 11 Hari di Sri Lanka dengan asam garam juga kari yang sangat kental, selang seminggu pulang ke tanah air saya berangkat lagi ke Bali untuk visit klien kantor saya waktu itu. Karena kantor kemarin merupakan recruitment agency untuk kapal pesiar, maka kedatangan saya ke Bali merupakan kunjungan ke.....kapal pesiar. Iyalah, kalo kunjungan ke Ka'Bah namanya saya umroh.
*diazab*
3. 3 hari 2 malam di Bali juga membuat saya bisa melepas rindu sama Kadek hampir 2 bulan setelah kepulangannya dari Jakarta ke Bali. YOI COY, EKE PACARAN GRATIS! Ihiy! *disambit jangkar kapal*

MARET
1. Something bad happened to me and I seriously can't describe it here. Sorry, fellas. Ih, asik ya saya ya pake fellas-felllas segala?
*kibas rambut*
*rontok*
2. KADEK DATANG KE JAKARTAAAA! *banana dance* dia datang ke sini cuman buat interview Visa which made him stayed here only ONE NIGHT :)) jadilah dia sore datang ke kantor saya, malem kami pacaran rame-rame (maksudnya kami datang rame-rame sama teman-teman yang lainnya) keesokan paginya dia interview untuk visa ke USA dan alhamdulillah lulus dan lancar, siangnya dia pulang ke Bali. Selesai perkara.
*peras airmata di kain pel*

APRIL
1. Nothing much happened. Just fights and troubles I didn't make at the previous workplace.

MEI
1. I quit my previous job. Ketidak cocokan di beberapa hal dan emosi yang tertahan dan jadinya tertumpuk membuat saya mengundurkan diri lewat.....BBM. Bentar, jangan tuduh saya cemen bin cupu dulu, kebetulan masa puncaknya terjadi pada percakapan antara saya dan (mantan) bos saya yang juga melalui BBM dan jadilah saya resmi mengundurkan diri lewat BBM. Pelayangan surat resminya dilakukan seminggu kemudian, 2 hari kemudian saya resmi tidak bekerja lagi di kantor yang sebelumnya, tanpa persiapan apa-apa. Benar-benar pengangguran. MWAHAHAHAHAHA.
*kibas-kibas bulu ketek Eva Arnaz*
2. Saya berangkat ke Bali untuk nyusulin Kadek, tepat 1 hari setelah saya jadi pengangguran dan seminggu sebelum keberangkatannya. 3 hari 2 malam saya di sana untuk menghabiskan uang dan waktu. Saya pulang Sabtu malam, tadinya mau sekalian anter dia ke airport, tapi karena banyak upacara ini itu yang harus dia jalani menjelang keberangkatan, jadilah saya pulang beberapa hari sebelum keberangkatannya. Sempat berantem di Bandara Ngurah Rai cuma buat.........rebutan trolley, dan abis itu flight Denpasar-Jakarta serasa di neraka. Mana pula di tengah-tengah perjalanan (he euh, masih di pesawat) kecium bau kebakar. YA MENURUT NGANA KITA LAGI SEDIH NAN DURJANA DIKASIH BAU ASEP DI TENGAH AWAN!
*bakar singa udara*
3. Kadek's departure to the USA. Jangan tanya sedih dan khawatirnya kayak apa. Di hari keberangkatan Kadek, saya ada panggilan interview final di sebuah perusahaan property di daerah Harmoni dan saya nyasar sampe ke.........Grogol. IYA SAYA SEBUTA ARAH ITU PADAHAL UDAH NAIK TRANSJAKARTA. Akhirnya berakhir di kampus teman saya dekat situ, iye iye Trisakti. Di Perjalanan Kadek menelpon, dia sebentar lagi berangkat, dan kami saling berpesan ke satu sama lain untuk menjaga kesehatan dan ini dan itu dan segala macemnya. Standard lah.

JUNI
1. Tepat sebulan setelah saya jadi pengangguran, dan saya mendapat pekerjaan, 2 sekaligus. HEHEHEHEHE. 1 tetap dan 1 freelance. Alhamdulillah :)
2. Mendapat tawaran menulis di #RasaCinta. Salah satu impian saya terwujud. Jangan tanya senangnya kayak apa :)
*yes, people, after May fucked me that hard, June was the month of blessings :)*

JULI
Nothing much.

AGUSTUS
1. Parents' birthday. Mama saya tanggal 7 dan Papa saya tanggal 9. Saya sama adek saya patungan kue yang UNEXPECTEDLY, kekecilan. Jadilah lilin angka-nya kekecilan dan sempit-sempitan. Akhirnya terlihatlah kayak orang tua saya ulang tahun yang ke 4650. *sungkem*
2. Kadek's birthday. Pertama kalinya saya merayakan ulang tahun pacar yang jaraknya sejauh itu. Akhirnya cuman ngucapin lewat BBM dan ngirim foto ini:

I KNOW IT'S LAME! #defensif :)))))

3. Pertemuan pertama dengan para penulis #RasaCinta, orang-orang yang belum pernah saya kenal sebelumnya, dan sekarang menjadi keluarga :)

31 October 2012

5th and 29th

Halo Jelek, apa kabar?
Saya harap kamu baik-baik dan tenang-tenang saja tanpa gangguan apapun. Saya pun di sini baik-baik saja, walaupun sekarang sedang dilanda batuk Katarina, oh selain badai, batuk juga boleh saya kasih nama, dong? Tidak terasa ya, sudah tahun 2012 saja. Kayaknya baru kemarin kamu ngamuk sama saya karena saya gak mau beliin kamu ikan asin. Kayaknya baru kemarin kamu genggam tangan saya dan meminta maaf untuk segala keegoisanmu, kayaknya baru kemarin saya cium kening kamu untuk terakhir kalinya, setelah membacakan untaian ayat dari surat Yaasin kepada jasadmu yang terpejam.

Jelek,
saya menulis ini bukan karena saya menyesali, bukan mau mengungkit hal-hal buruk yang pernah terjadi, bukan. Tapi ini komitmen saya, untuk menulis tentang kamu setahun sekali, tepat di bulan Oktober. Harusnya saya menulis di hari ke-6 dan ke-27, tapi saya tidak sempat dan mohon maaf sekali baru menulis di hari terakhir Oktober ini.
Jelek,
Saya sangat berharap kamu baik-baik saja. Berharap sakit yang kamu derita waktu itu berbuah manis dan menghadiahkan kamu tempat terindah di sisiNya. Berharap kamu menghirup udara paling harum dari sesak yang mengharuskanmu tidak lepas dari tabung oksigen kemarin. Berharap kamu dapat bergerak sebebas mungkin dari lilitan selang dan alat cuci darah yang sangat mengurangi ruangmu kemarin.

29 September 2012

A prove of love and faith

Rabu kemarin, saya makan siang.
Bukan sekedar makan siang biasa, tidak ada sepiring ketoprak dengan telor ceplok di depan saya, melainkan seorang teman. Teman lama, yang tidak akan saya sebutkan siapa dan namanya di sini, for the sake of privacy.

So, let me begin the story.

Siang terik, sekitar jam 2 siang di Sudirman dan sekitarnya. Sinar matahari terasa panas menusuk, setajam tatapan perempuan yang sedang insecure sama pacarnya. Kebetulan dia habis ada panggilan untuk melakukan psikotes di kantor saya untuk kebutuhan recruitment pegawai baru. Setelah memesan es teh manis untuk dia dan es teh tawar untuk saya, kami menyalakan rokok masing-masing (baca: rokok dia yang saya rampok MUAHAHAHAHA), kami memulai pembicaraan. Been a long time since our last conversation. Kalau dirasa-rasa tanpa diraba, kangen juga saya sama kampret yang satu ini.
Kami memulai pembicaraan dengan topik standard: Current life.
Dia menanyakan bagaimana pekerjaan saya yang sekarang, begitu juga dengan saya. Kami saling bertukar cerita, sampai akhirnya..
Dia: Gue kan kemaren sempet juga dipanggil di tempatnya (salah satu nama teman kami)
Saya: (dalem hati: gue udah tau, yang lo gak dateng kan? Gue diceritain sama dia. Monyiong gue sebel sama elo udah dipanggil masih mangkir) He eh, terus?
Dia: Gue nanya sama anak gue.
Saya: *bengong* Nanya apaan? Anaklo kan baru lahir?
Dia: Iya, gue nanya sama dia, "De, besok Ayah ada panggilan nih di tempatnya tante (nama teman kami), kalo menurut kamu Ayah lebih baik dateng, Dede nangis ya. Tapi kalo menurut Dede, sebaiknya Ayah jangan dateng, Dede ketawa aja.." eh terus anak gue ketawa, Ta.
Saya: ....terus lo nggak dateng?
Dia: Nggak, Ta.
Saya: (diam seribu bahasa. Asli, saya sangat merasa bersalah sama si kampret yang rokoknya habis saya rampok ini. Maafin gue, ya. Now you read this, no?)
Dia: Terus pas ada panggilan di tempat elo, gue nanya juga nih ke anak gue..
Saya: Nanya gimana?
Dia: Ya sama. Gue bilang, "De, besok Ayah ada panggilan nih di tempatnya Tante Nita. Kalo menurut Dede,  Ayah sebaiknya jangan dateng, Dede nangis ya. Tapi kalo menurut Dede, Ayah sebaiknya dateng, Dede ketawa, ya".
Saya: Terus?
Dia: Anak gue diem aja, Ta.
Saya: Lah?
Dia: Eh terus gak lama, dia nyengir. Yaudah gue datengin ke tempatlo.

Percakapan tentu tidak berakhir di situ, kami masih ngobrol tapi ngalor ngidul. Memang di antara kami, percakapan serius tidak akan panjang umurnya, ya kayak yang saya tulis di atas tadi :))

18 August 2012

Kadek's (current) Birthday Present


Masih bertemakan ulang tahun pacar saya kemarin,
di antara keribetan pekerjaan saya, saya membuat mahakarya sampah ini dan kemudian kabur meninggalkan bos saya yang masih meeting hore-hore. Fuck yeah, Anita Sekretaris Teladan 2012 dan seterusnya.
*disambit buku notulen*

Kebetulan ada satu set spidol warna-warni nganggur di meja saya, peninggalan sekretaris sebelumnya, jadilah saya gambar-gambar untuk kemudian saya gunting-gunting. Sengaja saya bikin warna warni juga karena dia sudah membuat hidup saya akhir-akhir ini menjadi lebih berwarna, tidak hanya monokrom :)
Lalu saya sertakan juga kacamata juga jam tangan saya, untuk mewakili "Saya"-nya. Sengaja juga saya sertakan kacamata yang lama karena dia lebih mengenal saya dengan kacamata yang itu, bukan kacamata yang baru dengan model yang lebih bagus dan lebih cocok untuk mata saya. Jam tangan? Mengapa jam tangan? Karena jam tangan itu, merupakan pasangan dari jam tangan yang dia pakai di sana, dengan model yang persis sama. Tidak percaya? Ini buktinya:

*nyengir*


02 August 2012

A whole story to answer

Kemarin saya melempar pertanyaan ini ke twitter:

Lalu ada yang bales ini:

Pas pertama kali baca tweet ini, saya langsung nyengir.
Have you ever been in that kind of situation?
I did.
And let me tell you now.

Saya pernah berada di sebuah hubungan dengan satu orang laki-laki yang usianya 7 tahun di atas saya. Dia orangnya pada dasarnya penyayang, namun sangat SANGAT posesif. Intinya, saya nggak boleh lecet sedikitpun sama orang lain. Harus benar-benar terjaga. Iya, TERJAGA.
Awal-awalnya saya senang dan merasa familiar dengan perlakuan seperti ini, secara Papa saya juga orangnya posesif sekali bahkan sejak saya belum lahir ke dunia ini. Jadi menurut saya, kehadiran satu orang lagi laki-laki dengan tipikal seperti itu bukanlah hal yang sulit untuk saya. Toh saya juga sudah terbiasa :)
Hubungan kami berjalan mulus pada awalnya, dia sangat menjaga saya. Sampai lama-lama..
"Aku mau pergi ya sama temen-temenku"
"Jangan"
"Kenapa?"
"Karena aku nggak kemana-mana, jadi kamu jangan kemana-mana"
Yes, people. Awalnya pernyataan ini merupakan "WTF moment" untuk saya. But then I realized, daripada saya ketemu temen-temen saya dan dia nggak kemana-mana, lebih baik saya ketemu dia.
Dan pola seperti itu pun tertanam selama hubungan kami pada tahun pertama, saya seneng-seneng aja YAIYALAH ANAK PEREMPUAN LAGI POL IN LOP DIAJAKIN PACARAN TERUS SAPEEEE YANG KAGAK DEMEN.
Iya, sih. Emang saya-nya aja yang kegatelan.
...
Lanjout!
Saya masih seneng-seneng aja ketika saya ijin mau pergi terus nggak boleh sama dia dan dialihkan pada ketemuan sama dia. Sampai akhirnya....
Saya nggak punya temen.
Satu pun.
Ketika saya protes ke temen-temen saya kenapa saya nggak diajakin pergi lagi, mereka pun bailk protes,
"Ah, percuma. Lo juga gak boleh kan sama pacarlo?"
Jeng jeng.
Saya mulai menyesal dan marah, sampai akhirnya saya malah protes ke dia,
"Aku paham sih kalo kamu nggak ngebolehin karena akan pulang malem.. Tapi kalo terus-terusan kayak gini, nanti akunya yang nggak punya temen.."
Dan dia-pun mulai melonggarkan "peraturan"nya. Saya boleh pergi sama temen-temen saya, tapi sebelumnya harus ketemuan dulu sama dia. Yang berujung pada, saya lebih memilih dia daripada temen-temen saya.
Iya, iya, emang dasar saya-nya aja yang kegatelan pengen sayang-sayangan.

Memasuki tahun kedua..

27 March 2012

Can't wait

pic was taken from here

I just can't wait.
Us, you and I, sitting next to each other.
With our cup of coffee, no we should change it to our glass of beer since you put only tiny interest on coffee and I've lost my desire on coffee very much nowadays and both of us need refreshment SO MUCH. Yea, a glass of beer seems better. Oh maybe two, or three, or if we put some insanity on, ten glasses of them. Whatever.
With my cigarettes, you should sit in my right side because I smoke with my left hand and you're not a smoker. Yea, I put the pity on you because of you not smoking. You don't know how good it feels, baby. You just don't know.
*disundut*

And our side dish, hmmm... French fries or pop corn? I prefer pop corn. Salty one. It tastes perfect with our beer and your lips. Because kissing a sweet-tasty lips is just too mainstr....oh yea, forget it. I don't wanna look like a pervert in my own blog.
After our glass(es?) of beer, I would like to have a tiramissu for dessert. How about yours? Since you have passionate look on everything smells like vanilla (maybe it's related to my vanilla perfume? Oh I'm done) maybe you should try......my dessert. We share and we can use the money for your dessert for........another glass of beer.
*berasa jadi pacar pengertian*
*padahal medit*

We're done with our dish, but not with our date. We should leave the lovely place to have some walk on the street since you won't have much time here in my town. We will stroll down to the sidewalk, talking about us. You and I. About how's your life going, how's mine, what are you gonna do after this, what mine will be, what will we have..
It's okay to be selfish here. We're young, we still have our own future. I would like to know and see what will you do with your life for years ahead, and I would like to tell you everything I have planted in my mind for and let it grows to years ahead also..

Let's just holding hands here since I won't need anything else. Your presence is more than enough. Your embrace, oh it's seriously warm and comforting. A kiss on my forehead will be enough, and a little kiss on my lips will be a surprise. Your "I love you" will be the perfect sentence I could ever heard, since you're not a really this type of romantic guy.

I just can't wait.
When finally I see you, your eyes, and your smile.
When finally I touch you, your black thick hair, your soft skin.
When finally i feel the moment to make you the reason why my day feels brighter.
When finally I realize,
that I love you,
more.

And it will be 28 of March, baby :)

23 March 2012

Another Story

Here we go.
The story of a boy with wide eyes, white, clean skin, soft hand,
Who falls in love with a girl with high insecurity and worry mind.

His world is wide and so natural, her world is dark and windy.
His sight of life is colorful, her sight of life is monochrome.
His steps are wide and free, while her steps are little and careful.
His lifestyle is all healthy, hers is full of cigarettes and bottles of beer.

This two people, who fall in love to each other,
with all of the differences, all of the doubts and arguments,
finally collide.
At least in these few months.

The boy finds the new adventure to face, the girl finds the new eyes to dive into.
And like I said, here we go,
We'll see how long it will last,
We'll see how strong the world will judge,
until the story finally finds its end.

Will it happen to be a happy ending,
or turn even worse?
We'll see, baby. We'll see..

As long as we have the faith, on us, on love.

Good night, baby. Om, santi santi..

06 April 2011

Another Anita

Saya habis baca blognya Bundo @miund di sini, dan tiba-tiba merasa ada yang 'menohok' dari dalam kepala ketika saya membacanya. *tsah, bahasanya 'menohok', tjin*
Postingan itu sebenarnya tentang *uhuk* cin.... *uhuk* ta, about how she met her husband, about how she heard 'something' that made her sure about her biggest decision, it is....to marry him. Now, she's having an amazing life with her loveliest one :)

Pandangan saya, tulisan Bundo ini adalah tentang apa yang ia dengar dan ia turuti.
Alam bawah sadar.
Sugesti diri sendiri, yang kadang kita tidak pedulikan.

Seperti yang pernah saya sebutkan di sini, saya seringkali mendengar suara bising di kepala saya. Suara orang mengobrol ngalor ngidul, suara robot, suara ibu yang sedang memarahi anaknya.. Semuanya berkumpul di dalam kepala. Penuh. Sesak. Rasanya seperti pasar. Ada waktu-waktu tersendiri dimana saya lagi sibuk-sibuknya sama pekerjaan saya(sebagai freelancer) dan kuliah, dan kepala rasanya tidak mau kompromi. Saya sibuk, mereka ribut. Apa yang kemudian terjadi?

Chaos.

Saya benar-benar tidak bisa berkonsentrasi. Pekerjaan saya yang waktu itu notabene adalah translate dari dokumen berbahasa Indonesia ke dokumen berbahasa Inggris, berantakan. Grammar hancur. Ngeheknya pol, lebih ngehek dari grammarnya Google Translate. Kuliah saya? Jangan tanya. Kuliah jam 7 pagi sampe sore, tanpa tidur pada malam sebelumnya. Pulang kuliah langsung ke kantor, kejar deadline.
Kepala saya isinya hanya pekerjaan dan kuliah. Patah hatipun lalu datang sekoyong-koyong seenaknya dan ikut memasukkan diri, nyempil diantara mereka. Kepala penuh, hati runtuh. *TSAAAAAH!*
Kelar idup gue. Kelar.

Itu termasuk masa hidup saya yang paling hectic.
Sekarang, walaupun sudah lewat, saya masih bisa merasakan suara-suara itu di dalam kepala saya. Mereka betah, saya pikir. Saya mulai tanya-tanya sana sini tentang suara-suara ini. Kebanyakan bilang saya punya kekuatan gaib. Tunggu dulu, bok. Saya bukannya gak cinta nih ya, but i don't think i'm that 'special'. Suara-suara ini, nggak ada hubungannya dengan per-gaib-an, walaupun gue sangat menghargai itu. Thank you, then.
Saya tetap bertahan dan kekeuh kalau itu halusinasi. Saya pasti berhalusinasi, pasti karena saya kecapekan, pasti karena saya kurang konsentrasi, pasti karena saya ini, saya itu, dan sejuta alasan lainnya yang saya karang-karang sendiri.

Halusinasi pun menjadi alasan paling kuat saya selama ini.
Sampai ketika saya membaca paragraf kesembilan di blogpostnya yang saya link di atas..
Ternyata bukan halusinasi. Ternyata bukan hal-hal yang berhubungan dengan ke-gaib-an. It's me, in my own subconsciousness. Yes, the other half of Anita.
Bedanya, Anita yang sekarang menulis blogpost lagi merasa dilematik akan poninya, Anita yang 'satu lagi' entah punya poni apa enggak.
*dikepret*
Seru, rasanya. Seperti punya saudara kembar identik.
*info nggak penting*
Lalu, kenapa saya sering banget dengar banyak suara di kepala saya?
Karena saya nggak fokus. Banyak hal berkecamuk di kepala saya, seakan-akan semua hal di dunia ini saya masukkan ke dalam kepala saya. Makanya juga, saya bahas tentang 'seperti punya saudara kembar identik' ini. Seperti saya, Anita yang satu lagi ini juga suka bercerita dan akan marah kalo nggak didengerin. I was THAT busy, dan Anita yang satu lagi punya banyak 'cerita' yang ingin diceritakan dalam keheningan(aduh, ribet ya? Baca aja dengan 'ketenangan'). But i ignored her. She tried to tell me many things, but i kept on ignoring her, she got mad, lalu 'marah'lah dia. Marahnya dalam bentuk apa? Ya itu tadi, suara-suara yang mengganggu di dalam kepala. Pernah loh, saya lagi kerja, terus hampiiiiirrr banget ketiduran di depan Bleki(nama laptop saya), tinggal selangkah lagi menuju tidur yang tenang dan pulas, lalu ada suara perempuan yang teriak, "JANGAN TIDUR!!" dan, yak, kebangun aja gitu gue terus melek sampe subuh.
And i just realized, it might be her. Bisa jadi juga, ketika saya bangun dan melek sampe subuh, dia bilang,"Mampus kan lo gak bisa tidur sampe subuh? Siapa suruh gak pernah mau dengerin gue". Bisa jadi loh, ya. BISA JADI. Soalnya saya akan kesel banget kalo omongan saya gak didenger dan suka mampus-mampusin orang kalo dia kena batunya gara-gara gak dengerin saya..
*ngaku kan tuh jadinya. Cih*

Aneh, ya?
For those who don't care, yes it is. I am.
Tapi itulah yang saya rasakan. Saya juga baru 'ngeh', pas saya sudah lepas dari jeratan Diknas dan segala kejaran deadlinenya yang kebetulan juga berakhirnya semester 5 waktu itu, saya jadi lebih tenang. Walaupun kadang masih ada suara-suara, itu datengnya pas saya lagi chat sama si Mas waktu jaman PDKT dulu *hayah, najis banget lo Ta pake segala pamer*. Telling you this, Mas: Anita itu pencemburu. Jadi ketika saya lagi ngobrol sama si Mas suara-suaranya dateng, tapi setelah itu tidur saya nyenyak. Tenang. Mungkin pada saat itu giliran saya yang mendengarkan dia setelah seharian dia nemenin saya.

Well,
saya jadi belajar satu hal disini,
Never, EVER ignore what you hear.
Itu yang Bundo Miund bilang ke saya.
And i fully agree with that.
Lagipula,
gimana kita bisa menghargai orang lain kalau menghargai diri sendiri aja masih setengah-setengah?
:)
Good night, goodness.

06 August 2010

Desktop


Ini, adalah wallpaper di desktop  Bleki, laptop saya. Kalian berdua pasti tau apa artinya.
*nyengir*

17 July 2010

If


This is Arief Syaftrian, a good friend of mine. Dia menyanyikan cover version dari Bread yang judulnya If. Salah satu lagu favorit saya di dunia ini yang saya gak hapal liriknya :p
Don't look at him too seriously, this video isn't meant to be seen, he made this video in the aim to be heard. Orangnya agak pemalu, soalnya..
*Tuh rip gue bilang lo "agak pemalu" daripada "mukanya gak enak diliat". Baik kan gue?*
Just listen to him and this song, kalo ada yang kesengsem bisa tinggalin comment di postingan ini(Kau pasti gak akan comment di postingan ini ya nyuk hahaha).
Oh iya, untuk "bonus sound effect", dengar deh sampai akhir lagu, pas teman saya ini melakukan closing pada lagunya, dengar baik-baik ada suara apa..
Bagi yang sudah mendapat jawabannya bisa komen juga di posting ini. Have a nice Saturday night! :)

15 July 2010

I have a brother and a sister

the pic was taken from here

I have a brother. A monochrome brother. With 2 colors: black and grey, oh, he's planning to add a brown into his color list, but well, he consider it so hard. He is a guy with a kind heart. A bald head with great mind. A Harley-Davidson. He's a cup of black coffee with less sugar: bitter, but enjoyable. He's a broken-hearted reality: bitter, but we can learn from him so much. He is my on-screen comedian and cheerleader. He is an army with full armor; when it comes to something dangerous, he'll be ready to fight for whoever he loves. He's not in love with me, so am i. I told you i have a brother, not a crush, you dumb.

I have a sister. A colorful sister. With many colors with one word: rainbow. She's great at muffins and cookies. A dreamer. A cup of jasmine tea with flavoured oatmeal cookies. A romantic-comedy-movie. A baby blue bicycle with a basket full of fruits and candy. She's an in-love reality: always pretty to see, also has plenty of things to be learned. She's my one day birthday reminder. She's a rain dancer with shocking pink-yellow polka-dot big umbrella. Little eyes with a big world stored well inside. Adorable.

I have a brother and a sister. They are great. A monochrome brother and a colorful sister. A cup of black coffee and flavoured oatmeal cookies. You must be jealous of me. Yes you are.

I have a brother and a sister. They are not my siblings. Just a random blogwalking. Some messenger chat. Some text messages. Some phone calls. Some sharing moments. Some attention. Some laughs. Some jokes. Some silly grins in front of each other's screen. Some distances.

I have a brother and a sister. Loveliest ones. Can't wait to see them in the morning, at the afternoon, or in the evening, hearing anything from them. Learning anything new. Tasting anything
I have a brother and a sister. Now as bed time comes up, lemme write down my goodnight mumbling:
"God. You rock. You mixed strangers with destiny perfectly. Thank you. Please keep them(whatever you settle it) happy, and blessed. Please keep them surrounded by joy. Please keep them here, beside me. On my laptop screen. If it's possible(indeed there's nothing impossible for You), please let us meet and talk. I wanna punch the brother's face literally and put a flower on the sister's ponytail.

I have a brother and a sister. Without mentioning, i know they'll be reading this. He'll read it with his evil face, and she'll read it with her sweety smile. That's all for today. Goodnight, everybody. Please don't waste your time, find your own happiness.

07 March 2010

Tante Anne, Finally! :)

Saya lagi seneng.
Seneng banget. Enggak, banget banget banget, malah.
Kenapa, eh kenapa?
Karena, eh karena.. Setelah cerita panjang lebar di postingan ini tentang gimana besarnya rasa kangen saya sama Tante Anne(mamahnya almarhum), akhirnya siang tadi dengan sedikit nyasar celingak-celinguk, saya akhirnya sampe juga ke rumahnya dan ketemu dan ngobrol.

Saya janjian sama Pipit(adeknya almarhum) untuk ketemuan dan bareng ke rumahnya. Di rumahnya ternyata udah ada Noel sama Carol yang nginep dari malem sebelumnya. Saya degdegan, suwer. Udah lama banget nggak ketemu mamahnya. Buka pintu, "Assalamualaikum", hal pertama yang saya liat adalah: tabung oksigen yang pernah dipake almarhum. Kaki saya langsung lemes. Baru masuk udah ngeliat hal yang bikin inget. Sok sokan nggak ngeliat, jalan ke dalem rumahnya, nengok ke dalem kamar, hal pertama yang saya liat adalah celengan superman yang pernah saya kasih ke dia. Kaki makin lemes. Jalan ke meja makan, di tembok ada fotonya dia waktu masih kecil. Bawaan saya udah mau nangis. Pas di dapur, baru deh ngeliat Tante Anne lagi sibuk nyiapin ini-itu buat makan siang. Perasaan saya campur aduk ngeliatnya. Seneng, kangen, sedih, nggak percaya, semua jadi satu. Sempet beberapa detik diem dengan backsound suara Noel, Carol dan Pipit yang ngobrol di meja makan, saya samperin beliau.

Saya(AC-Anita Cantik): Tante..
Tante Anne(TA): Iya.. *balik badan, bengong ngeliat saya*
AC: *cium tangan, cipika cipiki* apa kabar, Tante?
TA: *masih kaget* Eeh, Nita! Baik kok.. Nita makin langsing aja nih kayaknya..
AC: *keGR-an, pingsan. TENTU SAJA SAYA BECANDA* Hehehehe. tante juga makin ayu.. Lagi ngapain, Tante?
TA: Ini lagi mau masak nasi uduk.
AC: *tiba-tiba jadi laper* Waaaah! Asik tuh, Tante! Sini mau aku bantuin nggak tante masaknya?
Noel, tiba-tiba: JANGAN MAU TANTE!! NITA NGGAK BISA MASAK!! MASAK KENTANG GORENG AJA KEBAKARAN!!
AC: .........
Dasar bule monyet.
TA: *nampaknya terprovokasi sama Noel* Nggak usah, Nita duduk aja tuh main sama yang lainnya.
AC: *mengkeret, mundur teratur ke meja makan, gabung sama Carol, Noel, dan Pipit*

Saya duduklah di antara 3 perempuan rumpi itu. Mereka lagi ngerumpi sambil mengkonsumsi tembakau. Kelihatannya enak. Jadi saya keluarkan 'perbekalan' saya dan bergabung sama mereka.
 Saya haha-hihi bareng mereka, sampai pada akhirnya saya mau membuang abu dari batangan rokok saya, dan tertegun.
Di meja makan, ada asbak yang saya kasih buat almarhum untuk kado ulangtahunnya dia, tahun 2004.
Shoot. Dengkul saya lemes lagi.
Tapi itu semua nggak bertahan lama. Saya memang butuh waktu untuk adaptasi sama kondisi rumah itu yang memang akan bikin dengkul saya lemes. And i made it, within an hour. 3 perempuan perokok dan perumpi itu masih ngobrol di meja makan, saya nyamperin Tante Anne ke dapur lagi. Nyuri moment buat ngobrol.

Still, AC: Tante, lagi goreng apa?
TA: Ini lagi mau goreng tempe orek. Nita gimana kuliahnya?
AC: Baik kok, tante.. Alhamdulillah lancar.. Rumahnya enak loh, tante. Adem..
TA: Iya, kecil tapi adem. Tante kan sekarang cuma berdua sama Pipit. Sejak dia 'nggak ada'..
JENG JENG JENG. Ini dia nih, topik yang paling nggak saya harapkan untuk muncul ke permukaan.
AC: Iya, tante..
TA: Tante kangen sama Nita. Tiap tante kangen sama almarhum, pasti tante kangennya sama nita juga. Cuma kalo tante mau inget-inget almarhum lagi, kan tante itu namanya nggak ikhlas, apalagi pas neneknya almarhum juga nggak ada, makin sepi kan..
AC: *nelen ludah* Iya, tante..
TA: Tante mikir, ini yang terbaik buat dia. Mumpung almarhum masih belom punya istri apalagi anak, jadi kan dosanya masih nggak terlalu berat, jadi ya udah, tante masih nyoba untuk nggak kepikiran sampe sekarang..
MAMPUS GUE DOI NGOMONGIN DOSA.
AC: Iya, tante.. Aku juga doain terus kok.. Tante pokoknya jangan terlalu capek juga, ntar malah makin kepikiran..
TA: *sambil goreng tempe* Iya, Nita.. Nanti Nita kan bisa lebih sering main kesini juga, kan? Deket dari kampus Nita..
AC: Iya, tante. Aku juga ntar bisa janjian juga kan sama Pipit, main kesini. Nggak jauh kok.

Dan sempet ngobrol agak lama, saya akhirnya gabung lagi sama ketiga perempuan rumpi yang lagi ngerumpiin hal-hal random itu.

Dan begitulah. Saya seharian haha-hihi, makan nasi uduk, makan coklat, makan puding, main monopoly yang berakhir dengan Noel yang membalikkan papan monopoly setelah mengetahui kekalahannya. Done with monopoly, masih tidur-tiduran, kami ngobrol-ngobrol. Sayangnya Tante Anne nggak terlalu banyak gabung sama kita.. Sampe akhirnya, udah agak sorean, pasukan rumpi bubar. Kami semua pamit. Setelah cium tangan dan cipika-cipiki sama Tante Anne, saya janji mau main kesitu lagi dan minta Tante Anne untuk tetep jaga kesehatan. She showed me her smile. Special smile that i always love. Sampai akhirnya saya keluar rumah, saya masih bisa ngeliat Tante Anne dengan senyumnya. And from that on, saya janji sama diri saya sendiri, untuk nggak cengeng hanya karena sekedaar kangen dan keinget sesuatu tentang dia secara random.

I walked steps forward, then realized that there are so many things that i have to do instead of keep looking at the past. Saya harus bisa sekuat Tante Anne, yang walaupun keliatan cape dan kurus, tapi tetep berpikir 'sehat' dan kuat :D

Tante Anne, ntar kalo aku main lagi kesana, aku boleh nambah nasi uduknya kan, ya?

Oh iya, ini foto asbak spider man yang pernah saya kasih:

:')

26 January 2010

Letter to... heaven.

I think, i'm in love.
Not with someone, not with something, but myself.
Yes, i'm in love with myself right now. I love everything happens in my life, i love everyone who stays beside me and keeping me happy. I love every single possibility that would make me grow up. Not only for those whom make me happy, but also for them which make me angry and.. Hurt me.

It isn't easy to live my life without you. You told me about being nice to other people. You've always been my hero. Those days, months, years, you kept me there beside you. When something bad happened to me, you hugged me and told me that everything's gonna be fine. And started from there, i knew that i would always be safe if i'm with you.

Never realized that it would be a time called 'me without you'. Never thought that i had to be independent. Stand with my own feet, think with my own mind, and take care of myself.

Been very hard since you've 'walked away' from me, from my side. I missed you. I needed you. I shouted your name everytime i got in a problem. I cried everytime i got very angry and sad, and there's no YOU to hug me and tell me that everything will be okay.

Oh, shit. I'm crying again. It's been 2 years and few months but i still keep you here, in my heart. I've ever found someone few months ago, but in fact he's not more than other jerks out there. He left me without any explanation. He abandoned me. And yes, for the 2nd time, i have to survive here, all alone. Yeah, he sucks.

Well, i miss you, Dud. I can't deny it anymore. I let myself feel all the things in front of me right now. I let myself cry for missing you. I let myself laugh for thinking of our moments. And not but not least, i hope "you're doing all fine 'up there' ". I love you. Always have, always will.

-your 16th May girl-