22 September 2010

Chords

Padi - Seandainya Bisa Memilih

Interlude : Dm G C A 2x
Dm Gm
Dari lubuk jauh hatiku
C A
Jiwaku resah mencari tau
Dm Gm
Apa yang sedang ku rasakan ini
C A
Terguncang aku mengingat engkau
Reff :
Gm Dm
Seandainya aku masih bisa memilih
Gm Dm
Akan ku pilih engkau sebagai kekasih sejatiku
Gm Dm
Betapa semua harapan hanya untukmu
A# A
Akan ku pahat namamu dalam pusara hatikku
Interlude : Dm G C A 2x
Dm G
Kaulah rahasia terbesar hidupku
C A
Yang takan mungkin aku ungkapkan
Dm Gm
Ku simpan erat perasaanku
C A
Meski ajal menanti
Balik ke Reff
Interlude : D C#m C A 2x
Dm Gm C A 4x
Balik ke Reff
Coda : Dm Gm C A



My current fave chords. Thanks to blogmusikku(dot)blogspot(dot)com! xD

21 September 2010

Kece loh, Pak..

"Malam, Pak. Saya Anita. Sekedar mengingatkan, besok ada jadwal make up class untuk kelas 3-05 di Lab. A, jam 7.15 Kelas 3-05 yang ketua kelasnya kece berat ituloh, Pak.. Terima kasih, Pak :D "

Jadi, teman-teman kelas 3-05 saya yang tersayang dan berbudi pekerti luhur, ketua kelas kalian baru saja menghantarkan sebuah mesej singkat via telepon genggam yang ukurannya hanya memang segenggam(hayah, ini apa sih) ke dosen Aplikom kita semua. Isinya ya seperti yang kalian baca di atas..
*hening*
Baiklah.
*benerin sanggul*
Bagi yang menyesal telah menyuarakan haknya sia-sia cuma-cuma demi menjadikan saya ketua kelas, saya hanya ingin sampaikan, "Semuanya sudah terlambat, kawan". Saya dari awal sudah tekankan saya tidak akan bisa jadi tipe pemimpin yang bersahaja dan berwibawa. Fun is the wordkey. Kalau ada yang mengharapkan tipe kepemimpinan yang serius dan serba-teratur, saya sampaikan sekali lagi, "Maaf, jika diibaratkan kuis SuperDeal 2 Milyar, anda mendapatkan ZONK. A total zonk". Wassalam.

17 September 2010

Air mata tidak pernah datang tidak tepat waktu.
Mungkin ini hanya sedikit rasa sedih.
Iya, benar. Rasanya memang miris. Jangan salahkan saya akan memori tahun lalu.
Ketika semuanya masih tertata rapi, dan...
Delusional.

:|

Another untitled


I never knew just what it was about this old coffee shop i love so much. All of the while, i never knew..
All of the while,
All of the while,
It was you..

15 September 2010

I miss you, but you've just hurt me that much.

14 September 2010

Never Felt This Way, a cover version.


I miss writing about you..

Kembali ke pacar lama

Setelah sempat menyeleweng dengan perempuan bernama Torey Hayden, sekarang saya kembali ke pacar lama saya:

UWOOOOOOOOOOOOWWWWW!!!
*belly dance*

Seperti yang saya sampaikan pada postingan sebelumnya, i miss Mitch Albom. Kebetulan tadi lagi pergi sama sahabat saya, terus ada Times Bookstore, yaudah sekalian beli deh. Perasaan kalap aja kepingin beli 3 buku sekaligus, tapi karena saya ingat bahwa saya hanya punya 5 hari sisa libur dan 2 hari harus tetap kuliah dan tabungan yang makin menipis, jadinya gak jadi, deh..
*nangis sesenggukan liat ATM*

So, saya udah prepare HappyTos sama akuwa untuk menemani saya malam ini pacaran sama Akang Mitch. And yes, people. I'm hoping you hall a nice rest of the day! :D

13 September 2010

Sheila

pic was taken from here

Ya, saya baru selesai baca buku itu. Buku yang merupakan sekuel dari "Sheila: Luka Hati Seorang Gadis Kecil". Pengarangnya masih Torey Hayden. *penonton bersorak: YAIYALAAAAH!!* dan masih menceritakan tentang Sheila. Ah, oke. Kalau menceritakan tentang Junaedi pasti judulnya bukan Sheila. Baiklah, baiklah....
Kalau kalian sudah pernah membaca buku pertamanya, kalian merasakan perubahan yang signifikan pada diri Sheila, terutama dari penampilannya. Dari sisi emosional dan psikologis, kalian juga akan sedikit terkaget karena kenyataan yang tersedia jauh dari ekspektasi sewajarnya. Sayapun merasa sedikit 'tertipu', namun anehnya, masih sangat menikmati buku ini karena si Hayden ini bercerita step by step. Entahlah, mungkin karena dia ini penulis perempuan dan seorang psikolog, dia menumpahkan emosi yang sangat terasa pada tulisannya. Saya bisa merasakan ketika dia marah, kalau Sheila lagi jadi remaja labil, saya bisa lebih kesal sama dia daripada tante Torey(pueh, sok kenal) itu sendiri. Sekedar mengingatkan, jika ada yang beli buku ini hanya untuk melihat Sheila yang manis dan cerdas karena Torey Hayden sudah 'mengemas'nya dalam paketan happy ending di buku pertama, mending gak usah beli bukunya. Muahahahahahaha.
*digantung di ujung monas sama Torey Hayden*

Cukup reviewnya.
*Hah? barusan review?*
Iya, gimana review saya? Oke, ya?
*....*

Baiklah, saya tambahkan sedikit lagi ya. Kali ini tentang penilaian saya terhadap Sheila.
Kenapa saya suka dan betah mojok sendirian baca buku tentang remaja urakan yang labil ini adalah, saya suka sama Sheila dan tanpa saya sadari, saya 'terikat' sama dia.
Ada beberapa hal di Sheila yang saya rasa memiliki kemiripan dengan saya, atau saya tahu rasanya.
Sheila memiliki sifat oportunis.
Dan saya, memiliki julukan "The What If Girl" dari kedua kakak saya yang monokrom dan warna-warni itu.
Itu hal yang paling 'ngena' buat saya. Sheila, dengan segala kekurangan materi maupun kasih sayang, trauma masa lalu, membuat dia memiliki pandangan yang berbeda dari anak seusianya. Dia bisa melihat segala kemungkinan yang terjadi dari setiap tindakan. Walaupun kadang perkiraannya salah karena dia masih remaja(14 sampai 16 tahun yang diceritakan di buku itu), tapi dia bisa melihat kemungkinan dan tidak hanya terpaku pada satu cara untuk berjuang, mendapatkan kebahagiaannya.
Bedanya, sifat oportunis Sheila ini lebih 'gelap'. Ya itu juga karena pengalaman-pengalaman masa lalunya yang masyaoloh pahitnya, kan..
Sementara saya, dipelihara dengan baik dan benar oleh orang tua dan keluarga yang utuh, masa kecil yang akan sangat durhaka saya jika saya bilang kurang kasih sayang. Tapi di dalam semua keindahan itu membuat saya berpikir tentang segala kemungkinan bagaimana kalau saya bertindak seperti ini atau seperti itu. Bagaimana jika saya tidak memiliki limpahan kasih sayang sebanyak ini, bagaimana jika saya tiba-tiba muak dengan semua kemilau rasa bahagia ini dan tentang apa saja yang saya sebaiknya lakukan beserta kebaikan-keburukan yang akan saya terima sebagai konsekuensi. Satu hal saja yang membedakan saya dengan Sheila dalam keoportunisan ini, saya sempat menjadi naif karena dilimpahi kesenangan dan kasih sayang, sedangkan Sheila tidak. Dia pesimis dan defensif.

Dan satu hal yang membedakan saya dan Sheila, tapi saya paham betul rasanya adalah,
Sheila sangat menghindari mengingat-ingat momen bahagia dalam hidupnya, karena dia tidak ingin menangis dan lalu lebih memilih hal-hal yang pahit dalam hidupnya dan berpikir bahwa hal buruk yang dia alami tidak lebih buruk dari masa lalunya dan dia bisa menghantam kenyataan itu dengan kemampuannya untuk bertahan.
Itu Sheila.
Saya sangat menghindari mengingat-ingat hal-hal yang menyakitkan untuk saya, karena saya tidak ingin menangis dan lalu lebih memilih memikirkan hal-hal manis dalam hidup saya dan berpikir bahwa saya memiliki banyak kenangan menyenangkan untuk memotivasi saya sehingga saya bisa bertahan.
Hanya di situ bedanya. Tapi tidak ada yang bisa mengerti rasa seperti itu kecuali saya.
*TSAAAAAAAAAAAAAH!!*

Dan dengan postingan ini, saya memutuskan untuk tidak terlalu menaruh hati pada penulis perempuan selain Torey Hayden dan J.K Rowling. Karena seperti perempuan pada umumnya, mereka menulis memakai perasaan dan cenderung menguras emosi pembacanya. But you still did a great great job, Ms. Torey Hayden :)

Oh, Mitch Albom, how i need you and your other books right now to fill up my mind with logic.

09 September 2010

I'm a multitasking person..


























***

When it comes to boredom, i could be so random. So, i'm a multitasking person. I could see a star shining when it comes to sunrise. Wait, it's not a star. It's your eyes..
#EAAAAAAAAAAAAA

07 September 2010

Present :)









The birthday present from my Lovely Gogo: A tote bag written "Tak kenal makanya kenalan dong"(cute, isn't it? Love it to the max), a blue sky necklace, and a pinky birdie brooch.
How can't i love her and all of her kindness? How can't i welcome her to my life with all of her shiny colorful rainbow? How can't i make her as my 'escape' whenever my monochrome side dominates me and my mind?
Dear God, she's just too precious. Please send every best thing that available in heaven to down here on earth, for her, for them, for us.
Yes, three of us.. :)

06 September 2010

Surat terbuka





Untuk kamu, yang repot sendiri ngatur cara saya menulis.
Ini blog saya, seluruh aturannya saya yang menentukan. Mau orang suka atau tidak suka, itu juga jadi urusan saya. Saya punya cara sendiri untuk menulis, mAu sAyA nULiZ kAYaK g1n1 pUn iTu uRUsaN SaYa, kamu juga begitu dengan blog kamu yang dahsyat itu, kan?
Sudah, ya? Selesai, ya? Jadi dengan post ini, saya menyatakan bahwa
Saya akan tetap menulis seperti saya menulis sebelumnya di blog ini. Tidak akan berubah, apalagi hanya karena komenmu yang tidak akan saya indahkan lagi.
Terima kasih :)

Untuk para pembaca yang lain, saya mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan. Hanya saja, orang ini sudah beberapa kali 'mengganggu' saya di twitter dan blog.

Arief's birthday and some tips

HWELLOOOOCCCHHHHH!!!
*keselek*
Apa kabar semuanya? Udah lumayan lama gak ngeblog ya.. Saya sebenernya pengen banget ngeblog cerita ini itu, tapi karena banyak hal yang bisa ditulis dan datangnya beruntut, saya jadi bingung mau cerita yang mana duluan..
*ngeles"

Karena banyak banget hal di kepala saya, maka saya akan bercerita sedikit dan berbagi tips kepada kalian. Here we go!

3 September 2010, Arief Syaftrian's birthday.
Si vokalis yang satu ini sudah menginjak kepala 2. Umur 20, sedangkan saya masih tetap muda dan ranum di angka 19.. *ahem* kebetulan hari dia ulangtahun itu hari Jum'at, dan kantor saya sudah libur dengan meninggalkan jejak berupa deadline translate. Jadinya, saya, Carol, Mahesa, dan yang punya hajat pergi ke Ancol, makan soto betawi. UDAH GITU DOANG. Muahahahahaha.
Enggak deh, saya bohong. ceritanya masih panjang ini.
*dipatil lele*

Dan Tips kali ini tentang Ancol. Sebelumnya pada tau kan ya kalo masuk ke Ancol itu bayar 13 ribu rupiah? Saya mau nyombong nih, SAYA DONG MASUKNYA GRATIS! Ihiwww. Mau tau caranya? Bentar ya..
*seruput kopi*
1. Ketika mau masuk loket, kamu masuklah ke loket "Kartu Ancol". Itu tandanya kamu punya guest card/compliment untuk masuk ancol gratis serombongan.
2. Ketika disapa mas-masnya, sapalah balik. Pasang muka seramah mungkin. Siapa tau kamu dikasih nomer telpon. Oke, terlalu lacur. Lanjut.
3. PASANG MUKA SE "UNYU" MUNGKIN. Bagi yang gak tau "unyu" itu apa, PELIS DEHHHH, KEMANA AJA LOOOO????
*dijambak ABG labil*
4. Katakanlah tujuan(fiktif) kamu sebelum ditanya. Waktu itu saya bilang(dengan muka "unyu" pastinya), "Mau ke Putri Duyung, Maaaass!"
5. Ketika diminta guest card nya, JANGAN PASANG MUKA BINGUNG! Langsunglah bilang, "Ummmm, kartunya di dalem sama Mama(bisa diganti dengan "Mami" atau "Bunda", asal jangan "Emak" atau "Maknyak" aja..), Mas!" ingat, TETAP PERTAHANKAN MUKA "UNYU"!
6. Mas-mas loket akan meminta uang jaminan sama kalian. Saya sarankan dengan sepenuh hati disini, JANGAN PATUNGAN. Keluarkan jumlah uang jaminan yang diminta dari dompet kamu langsung. Ini untuk meninggalkan kesan kalo kamu bukan orang kere. Kalo bisa, semua orang di dalam mobil ngeluarin dompet, rebutan buat bayar. Kalo perlu sampe berantem. Kan biar kesannya gak kere.. Asal jangan kalian jadi berantem beneran terus memutuskan untuk pulang, LAH GAK JADI MASUK GRATIS ANCOL DONG??
*dijedotin ke loket Ancol*
7. Setelah menerima kartu dari mas-mas nya, MINTALAH TANDA TERIMA UNTUK MENGAMBIL UANG JAMINAN TERSEBUT. Kalo gak ada, berarti tandanya uang jaminan kamu tidak bisa diambil lagi. Ya kalo gitu namanya bukan "Masuk Ancol gratis", dong.. Tsk!
*dilelepin di pantai*
8. Jika tanda terima diberikan, berarti kamu gak masuk Ancol dengan gratis secara mulus macam saya, tapi...
9. Jika tanda terima tidak diberikan dan kamu tetap kekeuh minta tanda terima dengan alasan,"Kata Mama tiap transaksi ada tanda terima nya" dengan muka (teteup) unyu, mas-mas nya akan berubah menjadi mual, uang kamu akan dikembalikan, dan... ta-daaa! MASUK ANCOL GRATIS!!

Gimana? Sungguh berguna, kan??
*kibasin poni*
*kedip-kedip manja*
*tangan menunjuk ke atas langit*
*angin berhembus*
*rambut berkibar*
And yes, this is Anita Rizky posting, di kampus *muntah dulu* tercinta, dengan menggunakan fasilitas wifi kampus yang kenceng dengan keadaan yang hujan berangin sehingga membuat saya skip satu mata kuliah. Rencananya sih dua..
*digamparin anak sekelas: "KETUA KELAS MACAM APA INI??!"*
Ohwell, jangan mulai lagi dengan ketua kelas, please..

03 September 2010

Ubud Writers Festival: Gom-bal!

Jadi, setelah beberapa hari ini, saya dan teman-teman seisi timeline twitter saya diramaikan oleh FlashFiction: Ubud Writers Festival. Saya yang tadinya nggak tau apa-apa tentang kontes ini, jadi ikutan. Beberapa teman saya yang skill permainan katanya jauh lebih baik daripada saya sudah ikutan duluan. Saya bukannya gak mau kalah, tapi ngeliatin mereka promosi saya jadi kepingin ikutan. Jadilah saya bikin sebuah fiksi yang memang persyaratannya tidak boleh lebih dari 350 kata ini. Iya, jadi motivasi saya sebenarnya ikutan Ubud-Ubudan ini adalah: Cuma kepingin ngerasain serunya promosi. Muahahahaha. Kasian. Ya abisnya saya gak punya bakat nulis yang bagus, jadinya saya memutuskan untuk membuat cerita yang berisi satu-satunya kemampuan saya: Gombal.

And yes, here we go, satu(satunya) cerita yang saya ikutsertakan dalam festival penulis ini: "Gom-bal!"

GOM-BAL!

Dia duduk di sebelahku tanpa rasa malu. Padahal aku sudah menolaknya.
Pipiku merah karena marah. “Neng, burung kutilang dicaplok kucing. Abang cuma mau bilang, Neng cakep deh kalo matanya memicing..”
Aku tetap diam. Dia tersenyum.
“Neng, neng, nari perut sambil makan sayur asem. Liat Neng cemberut, Abang jadi makin kesengsem..”
Lalu dia tertawa sendiri”. “Sudah gila orang ini!” pikirku. Aku berpindah tempat duduk, kali ini di bawah pohon.
“Psst, Neng. Abdel dan Temon pelawak Indonesia yang lucu. Ngeliatin Neng dari atas pohon kayak di film India, Abang jadi ngerasa ‘unyuuu, unyuuu~’ “. Ternyata laki- laki itu sudah naik ke atas pohon dengan ketinggian dua meter itu. Aku terlonjak kaget. Dia tetap tersenyum lebar melihat mataku yang sudah membelalak.
Kamu kayak monyet”, ucapku sinis. Masih dari atas pohon, dia tetap berpantun, “Eh Neng, monyet bukan sembarang monyet, yang cuma bisa gelayutan. Abang kesini udah susah naik oplet, ngejar Neng yang udah bikin hati Abang deg-degan..” Aku setengah mati menahan senyum. Oplet? Pikirku. Dia turun dari atas pohon dengan gesitnya. Aku mulai yakin dia punya darah monyet dalam tubuhnya.
Dia sekarang berjongkok di hadapanku.
“Tuh kan, senyum kan.. Ada Pak Wawan sore-sore melintir kumis, Abang bisa sawan kalo tiap hari ngeliat Neng senyum manis!”.
Kali ini aku tak tahan menahan tawaku. Dia malah bingung.
"Kamu itu menggelikan, tau gak? Darimana asalmu?” ucapku akhirnya.
Sia menggaruk kepalanya. Lalu dengan satu anggukan kepala, dia berkata, “Aku bukan siapa-siapa. Hanya seorang Arwana yang mencoba menarik hati sang Mandodari..” Lalu dia lari menjauh.
“HEI!!” Kupanggil dia. Orang tanpa nama itu menoleh penuh harapan, lalu tersenyum. “Ya?” Jawabnya sumringah.
Dia kembali menghampiriku. “Makan mie rebus rasa Kari bareng Suzanna. Pasangannya Mandodari itu RAHWANA, orang gila!”
Sambil kuhantamkan ringan kamus di dadanya, kutinggal dia pergi. Dia memanggil-manggil aku yang tak menoleh. Untuk apa? Toh malam ini dia akan menghubungiku lewat nomer telepon yang kuselipkan di kamus itu..
***

Yak, demikian fiksi gombal ngehek dari saya, kalo ada yang suka, ya silakan di vote disini , kalo gak suka, bisa klik disini dan saya doakan supaya mata Anda sliwer, jadi yang kepencet tetep button thumb up.
*disambit odong-odong*

Baiklah, saya harus siap-siap, mau ada kencan sama SBY acara ditraktir bareng sama salah satu teman saya yang sedang ulangtahun hari ini. Kenapa ditraktir bareng? Karena dia nraktirnya untuk kita, bareng-bareng...
.......
Yah, begitulah. Have a nice Friday night, y'all! Ciao!

02 September 2010

2

Kepala ini rasanya penuh. Isinya keruh.
Saya tidak akan meminta tolong apalagi melolong.
Saya hanya akan menjauh sebentar. Saya butuh jeda yang cukup lebar.
Sebentar, ya.. Sebentar saja.

Sumpah kesamber petir, kalian berdua tidak perlu khawatir.

01 September 2010

Rubical cubes

Personal Courtesy

Yak, sodara-sodara sekalian, dalam postingan kali ini, izinkan saya memperkenalkan geng paling ribet di kantor ini. Dari kiri ke kanan: Mira, Dugong, Poppy, Mbak Mega(Iya, kata yang punya harus pake "Mbak"), dan yang baru saja mendapat nama sore ini: LIONG.
(sebenarnya masih ada "Tira", rubik yang bentuknya segitiga, cuma pada waktu foto ini diambil, si Tira lagi menghilang entah kemana. Lagi JJS, mungkin. Yalah, rubik kan juga kepingin gaul..)

Rubik-rubik *pueh*manis ini, merupakan kepemilikan dari Mas Mio, salah satu teman kantor saya. Dia ini jago, loh. Saya aja pertama kali ngeliat dia menyelesaikan Dugong si 3x3 dalam waktu 45 detik aja sampe mangap-mangap gak percaya. Sakit hati, sebenernya. Karena saya ngacak-ngacaknya 2 menit, doi benerinnya gak lebih dari 50 detik. Si dugong ini pula yang membuat saya kalah sekotak Momogi karena saya patok waktu 40 detik untuk menyelesaikannya, 30 DETIK AJA GITU HADIR UDAH RAPI JALI KELAR. Damn you, Dugong. Damn you!
*dendam kesumat*

Nah, saya kerjaannya kalo di kantor nganggur-nganggur bengang-bengong, saya tinggal ambil salah satu dari geng rubik itu, acak acak acak acak, terus kasih ke yang punya buat dibenerin. Hiburan tersendiri loh ngeliat rubik di otak atik gitu..
....
Iye, sebenernya biasa aja, saya aja yang otaknya cetek.
*gondok*

Kata Mas Mio, yang paling mudah untuk diselesaikan itu sebenernya si Poppy(3x1) dan yang paling sulit adalah Mbak Mega(entah kenapa harus pake "Mbak". Saking saktinya, mungkin..) yang bahkan si Mas belum nemu cara menyelesaikannya sampai sekarang. Beuh, jangankan Mbak Mega, ini emang saya otak aja sisa export, SAYA GAK BISA AJA GITU NYELESEIN SI POPPY. Ngik. Saya dipecundangi onggokan kotak sok manis berwarna warni. Rasanya lebih menyakitkan daripada kesundut rokok sendiri, sodara-sodara sekalian. PERCAYALAH!!
*menangis sesenggukan di pojokan*
*dikasih receh sama orang-orang yang lewat*
*makin lama makin banyak*
*jadi kaya*
...
Sekarang saya mengerti kenapa bahkan si Poppy pun gak bisa saya selesaikan, wahai para pembaca yang baik budinya santun perangainya..
Kepala saya gak ada sisaan logika. Imajinasi semua.
Ohwell..
Baiklah..
Besok setelah adzan maghrib berkumandang, saya berjanji akan meminum teh manis dan memakan gorengan sebagai ta'jil.
*digebukin penonton, "EMANG WAKTUNYA BUKA PUASA, BEGOK!!"*
*pingsan*
*terkapar lemah*
*gak bisa ngetik postingan kali ini lagi*
*lah ini apa namanya kalo bukan ngetik?*
*ini pake alat pendeteksi suara*
*ooh gitu, canggih, ya?*
*terkesima*
*INI KAPAN KELARNYA????*
*oh iya, tutup deh postingannya*
Baiklah, this is Anita Rizky posting dengan alat pendeteksi suara. Selamat sahur semuanya! :3