Saya lagi sering banget memutar video ini di browser saya. Chandelier by Sia, salah satu lagu yang lagi hot-hot-nya di chart Billboard lokal maupun interlokal internasional. Yang menarik perhatian saya selain suara Sia yang beti a.k.a beda tipis sama Rihanna, juga quirky dance yang dibawakan dengan ciamik oleh si kecil Maddie Ziegler. The dance was so attractive buat saya. Mondar mandir kesana kemari, jungkir balik, loncat-loncat, bahkan ketika dia membelalakkan matanya dan menimbulkan kesan agak menyeramkan di salah satu scene, semua terlihat menarik di mata saya. I really enjoy what she does in the video. Jelas terlihat, Maddie puts all of her heart in every of her move. Hasilnya? Everybody's talking about her. Dari sekian banyak komentar yang saya baca di comment box video ini, sebagian besar mengomentari Maddie's dance instead of the song itself. Dan tentu saja, jumlah view video ini sudah melebihi 350 sekian juta views. Gilingan padi di sawah a.k.a nggilani!
Melihat video ini membuat saya kemudian berpikir dengan kapasitas otak yang seadanya, "When was the last time you do something with all of your heart?"
Saya habis membaca tulisannya Roy tentang kritik. Sebagai seorang Virgo, cara penyampaian Roy tentang kritik mengkritik ini sudah termasuk 'halus' :p
Kritik mengkritik sudah menjadi salah satu molekul dari bagian alam raya ini. Sudah ada dari kapan? Jangan tanya saya. Karena saya akan menjawab dari zaman dinosaurus, di mana pada suatu siang yang cerah, Brontosaurus mengkritik Tyranosaurus yang badannya panjang tapi tangannya pendek dan hari itu merupakan siang yang cerah terakhir bagi si Brontosaurus dan makan siang besar bagi sang Tyrannosaurus.
Tidak semua orang suka dikritik. Saya, sebagai seorang Virgo yang diragukan kredibilitasnya punya tendensi yang besar untuk mengkritik apapun, saya ulangi, APAPUN, yang kurang 'sreg' di hati saya. Tapi sama halnya seperti Roy, saya merupakan seorang Virgo yang baik hati tidak sombong rajin menabung juga Tut Wuri Handayani yang kalau mau mengkritik akan lihat kondisi dulu. LIHAT KONDISI DULU ORANGNYA GALAK APA ENGGAK HAHAHAHAHAHA. Kan bakalan lucu juga kalau premi asuransi yang selama ini saya bayar per bulan dipake klaim rumah sakit cuman gara-gara mengkritik orang galak yang setelahnya saya digebukin..
*daftar asuransi satu lagi, just in case*
Tidak semua orang juga tahu timing yang tepat untuk mengkritik. Ada yang lebih spontan (tanpa uhuy) dalam mengkritik tanpa tedeng aling aling, yang menurut saya lebih 'berbahaya' karena bisa kalian bayangkan nggak sih kalau kalian sedang menunjukkan sebuah karya atau pendapat dengan penuh semangat tapi tau-tau ada yang bilang,"Kok biasa aja ya menurut gue". MINTA DITENGGELEMIN BANGET GAK SIH TU ORANG KITA LAGI SEMANGAT-SEMANGATNYA DIJATUHKAN DENGAN KALIMAT BEGITU. Walaupun dia punya hak untuk mengutarakan pendapatnya, cuman tetep aja kita sebagai yang dikritik bakal manyun or at least berkata dalem hati,"Lo gak ngerti capeknya bikin karya begini, nyet".
Shit happens in unexpected times, eh? :D
Namun tidak sedikit juga orang yang memilih untuk mengkritik di saat kita sudah 'adem' dan tidak terlalu meluap-luap mengutarakan karya atau pendapat kita sehingga kritik mereka lebih acceptable dan perdamaian umat manusia tetap terjaga. This kind of people, are angels. Ibarat kata bantal, tipe pengkritik seperti ini adalah tipe bantal bulu angsa yang harganya lebih mahal dari harga kasur sehingga tidur kita tetap nyenyak tanpa sakit leher di keesokan paginya.
*sapu-sapu debu*
*usir-usirin bandar togel di box comment*
*berkata dalam hati,"Tilcik ini kenapa lama-lama terlihat tidak mumpuni sebagai blog hits berkualitas Jakarta-Amerika-Bekasi, ya.."*
EHALAW, PEMIRSAH!
Apa kabar semuanya? Baik pemirsa di rumah maupun di studio, baik yang lagi gendong anak maupun masih jomblo. Sudah lumayan lama saya nggak menghampiri haribaan tilcik tercinta ini, dikarenakan saya sibuk syuting. Oh kalian nggak tau kegiatan baru saya akhir-akhir ini? Saya sekarang kerja di salah satu perusahaan media yang sering syuting gitu deh. Apa? Saya jadi artis sinetron? Bukan! Host acaranya? Bukan juga. Namun saya memegang peranan penting dalam dunia persyutingan ini, yaitu....tukang setting lampu.
*disorot lampu yang cahayanya bersumber dari api neraka*
Saya abis liat-liat juga dua postingan terakhir saya berisi gegalauan gak jelas, yang sebenernya saya juga nggak tau saya nulis apa KARENA TUJUAN SAYA ADALAH MENUNJUKKAN KE KALIAN SEMUA WAHAI PEMBACA SEKALIAN BAHWA SAYA PUNYA PACAR HAHAHAHAHA!!
*dikeroyok para jomblo*
Nah, mak-dar-it a.k.a maka dari itu, saya sekarang berniat untuk membuat sebuah postingan bermutu dan berkualitas standard internasional yang bertemakan review. APUAAAAH? ANITAH BIKIN REVIEW LAGIIIIHHH?? MASYARAKAT MARI BERKUMPUL SEMUANYAAAAH AKAN ADA #REVIEWNYAHTOSKAH SEKARAAAAANNNGGGG!!
*bunyiin kentongan pemanggil warga*
Mengenai apakah postingan bertagar #ReviewnyahToskah kali ini? COBA YANG DI POJOK KANAN BELAKANG YANG LAGI JAJAN GORENGAN DIOPER SINI BAKWANNYA KAYAKNYA KOK ENAK. Eh, maaf pemirsa perhatian saya teralihkan oleh bakwan. Kali ini saya akan menulis review tentang....
*jeng jeng* Sulam alis di Aska Browhouse!
Have you ever been so tired, that you want to give up?
It's like, the world stops spinning, human stops evolving,
there's no salt on your popcorn,
no caffeine on your coffee?
Have you ever been so tired, that you feel like there's no hope anymore?
Your brain keeps taking control,
your veins filled of cold blood,
your feet dance to no music?
Have you ever been so tired, that you can't differ what's right or wrong?
You drive the wrong way,
you wear the same grey socks as yesterday,
you eat sandwich using fork and knife?
Have you ever been so tired, but you know that there's something left, and it'll feel odd to stop?
You know you have to keep going, because it's something really important to you and your life.
Because you know, you've been fighting for it not for nothing.
Not for nothing.
Because what you've been fighting for, is something that keeps you alive.
Your morning coffe,
your good night kiss,
the love of your life.
I write this post as I'm waiting for you to pick me up at the office, as usual.
Iron & Wine's "Flightless Bird" is in loop.
Then I looked at this picture; a bag of popcorn, put down on a wooden table.
As I am picturing us together, watching a movie in theatre, no, we've never had popcorn, though.
But it was us, holding each other's hand from the beginning til the end of the movie.
You could feel my hand tighten the grip of the hand when the scene got too scary,
or sometimes my head laying on your shoulder when it becomes dramatic.
One of those good times I enjoy when I'm with you.
You know we barely watch movies, not because I don't like it, it's just..I'd rather spend my time alone with you. With us talking, laughing, talking about things, staring at your eyes.
Oh you also know how much I love them.
That pair of dark black eyes. The colour of your favourite coffee.
I always love to stare at your eyes. I always love it everytime you look at me.
The way you look at me, is....beyond everything. You really show me that you love me. You give me strength, to love you more.
I don't know how much time left for us. However long it is, I only wish it will be longer, and much longer.
Because I don't want anything from you. It's nothing I'm trying to find from you, but your presence.
The warmth and comfort you give me, are the ones that I can't get rid of.
Please stay, don't be far away.
Because everytime you're around,
feels like home
:)
Hyak, benar adanya. Si Anita anak cemen yang takut sama gelap ini abis nonton MAMA. Kalau kalian berpikir kalau film ini merupakan bentuk horror dari Hachi anak yang sebatang kara pergi mencari ibuknya, tentu saja kalian kurang cerdas namun tetap lebih cerdas dari saya. Film ini malah kebalikannya dari Hachi, ini malah tentang emak yang muter-muter nyari anaknya. Kalian pengen tau kelanjutannya?
*pembaca jawab, "Enggaaaakk!"*
Ini dia review saya tentang film MAMA.
*tentu saja saya menghiraukan yang gak mau baca*
The thought of arriving, kind of feels like dying.
I don’t want to go home and be alone.
Could we stay out?
Could you drive a little slower, don’t matter where we’re going,
As long as I’m with you.. We could take the long way.
Chevy Nova, front seat, sofa, getting closer to you.
Drive a little slower don’t matter where we’re going,
As long as I’m with you, we could take the long way.
Drive a little slower, not ready to go home,
I’d rather stay with you.
We could take the long way to the country out of town.
Let’s get lost; I don’t wanna be found.
Let’s get away, now and be careful not to crash.
There’s no defrost and we’re steaming the glass.
You and the road have a generous shoulder
We can pull over and say we took the long way.
Headlights, not strobe lights.
I can see you, but not quite.
I can feel you inside; the timing is just right.
For the moment, I don’t want to go home.
Take the long way.
Drive a little slower; don’t matter where we’re going.
Drive a little slower; don’t matter where we going now.
Drive a little slower; not ready to go home.
I’d rather stay with you.
We can take the long way.
Long drive, long night,
The best night of my life.
***
This song reminds me a lot to us; keseharian kita. Apa yang kita lakukan selama perjalanan pergi ataupun pulang kantor. Tentang saya yang selalu sangat excited setiap membaca pesan darimu yang berisi 3 huruf sakti bertuliskan "Otw".
Saya selalu tidak sabar untuk bertemu kamu di pagi hari. Melihat laki-laki kesayangan saya melengkungkan senyum terbaiknya yang beriringan dengan kalimat pembuka favorit saya, "Pagi, sayang". And yes, of course those morning kisses. Siapa yang tidak jatuh cinta dengan caramu mencinta, Sayang?
Saya selalu tidak sabar untuk bertemu kamu setelah waktu bekerja selesai. Kamu yang selalu menjemput saya ke gedung setinggi 29 lantai ini, untuk mendengar ceritamu tentang harimu, untuk akhirnya kembali memanjakan indera penciuman saya dengan wangi parfummu, untuk memijat kepalamu yang entah mengapa selalu membuat saya mengantuk. Yang dipijat siapa, yang rileks sendiri siapa. Gimana sih, Anita.
Saya sebenarnya tidak terlalu suka dengan cara kamu berkendara. Laju mobilmu terlalu cepat, sayang. Jangan membuat kita jadi cepat sampai tujuan. Jangan membuat saya harus kembali termakan rindu, jangan menyiksa saya seperti itu..Because after all those 24 hours I have in a day, my favourite moment is everytime I'm with you.
I love you, B. Don't ever let me go, because I still want to stay..